Search

Pengeja rasa

Perempuan gila yang melakukan perjalanan menemukan bentuk

Month

February 2013

Galaksi Kinanthi ( Tasaro Gk )


Kadang aku merasa sudah dekat dengan kegilaan.
Kamu tahu apa yang paling menyakitkan saat perasaanmu begitu terikat kepada seseorang?
Bukan karena kamu tidak bisa menyatu dengan dia maka kamu akan merasa hidupmu begitu nestapa. Sesuatu yang lebih meluluhlantakkan hatimu adalah ketika seseorang -yang menyandera kemampuanmu untuk memiliki itu- tak melibatkan lagi namamu dalam hidupnya, tidak mengingat tanggal lahirmu, tidak mengucapkan apapun ketika datang tahun baru, bahkan tidak mengirimkan pesan basa-basi pada hari perayaan agamamu.
Kamu tidak terlibat sama sekali dalam hidupnya. Bahkan sekadar untuk diingat.
” — Kinanthi @ Galaksi Kinanthi (Tasaro GK) hlm. 360-36

Ya Rasul…aku lumpuh karena rindu”
― Tasaro G.K., Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan

“suatu saat, mencintai adalah memutar hari tanpa seseorang yang engkau cintai. sebab dengan atau tanpa seseorang yang kamu kasihi, hidup harus tetap dijalani”
― Tasaro G.K.

45 people liked it

“Menjadi sahabat Kekasih Tuhan disurga, lalu apa pentingnya semua kesakitan didunia?”
― Tasaro G.K., Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan

“Jika kisahmu diulang seribu tahun setelah kepergianmu, maka mereka yang mencintaimu akan merasakan kehilangan yang sama dengan para sahabat yang menyaksikan hari terakhirmu, wahai Lelaki yang Cintanya Tak Pernah Berakhir. Mereka membaca kisahmu, ikut tersenyum bersamamu, bersedih karena penderitaanmu, membuncah bangga oleh keberhasilanmu, dan berair mata ketika mendengar berita kepergiamnmu. Seolah engkau kemarin ada di sisi, dan esok tiada lagi. (Muhammad – Para Pengeja Hujan)”
― Tasaro G.K., Muhammad 2: Para Pengeja Hujan

“Bagiku, Galaksi Cinta tidak akan pernah tiada. Ketika malam tak terlalu purnama, lalu kau saksikan bintang-bintang membentuk rasi menurut kehendak-Nya, cari aku di Galaksi Cinta. Aku tetap akan ada disana.
Tersenyumlah… Allah mencintaimu lebih dari yang kamu perlu”
― Tasaro G.K., Galaksi Kinanthi: Sekali Mencintai Sudah itu Mati?

“Mengetahui bagaimana agama-agama lain menerjemahkan bahasa Tuhan adalah sebuah proses yang mengasah otakmu, tidak harus berakhir dengan pertukaran imanmu, Astu”
― Tasaro G.K., Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan

“Tanyakan kepada dunia apa itu cinta? Jika bukan oleh bentang waktu yang panjang, genap dengan suka cita dan kegetiran, bagaimanakah caranya mengukur kedalaman cinta?”
― Tasaro G.K., Muhammad 2: Para Pengeja Hujan

“Allah mencintaimu lebih dari yang kau perlu.”
― Tasaro G.K., Galaksi Kinanthi: Sekali Mencintai Sudah itu Mati?

20 people liked it
like

“Suatu saat, mencintai adalah memutar hari tanpa seseorang yang kau cintai. Sebab, dengan atau tanpa seseorang yang kamu kasihi, hidup harus tetap dijalani.”
― Tasaro G.K.

“Begini cara kerja sesuatu yang engkau sebut cinta;

Engkau bertemu seseorang lalu perlahan-lahan merasa nyaman berada di sekitarnya.
Jika dia dekat, engkau akan merasa utuh dan terbelah ketika dia menjauh.
Keindahan adalah ketika engkau merasa ia memerhatikanmu tanpa engkau tahu.
Sewaktu kemenyerahan itu meringkusmu, mendengar namanya disebut pun menggigilkan akalmu.
Engkau mulai tersenyum dan menangis tanpa mau disebut gila.

Berhati-hatilah….

Kelak, hidup adalah ketika engkau menjalani hari-hari dengan optimisme. Melakukan hal-hal hebat. Menikmati kebersamaan dengan orang-orang baru. Tergelak dan gembira, membuat semua orang berpikir hidupmu telah sempurna.
Sementara, pada jeda yang engkau buat bisu, sewaktu langit meriah oleh benda-benda yang berpijar, ketika sebuah lagu menyeretmu ke masa lalu, wajahnya memenuhi setiap sudutmu. Bahkan, langit membentuk auranya. Udara bergerak mendesaukan suaranya. Bulan melengkungkan senyumnya.

Bersiaplah… Engkau akan mulai merengek kepada Tuhan.
Meminta sesuatu yang mungkin itu telah haram bagimu.”
― Tasaro G.K.

“Mengetahui bagaimana agama-agama lain menerjemahkan bahasa Tuhan adalah sebuah proses yang mengasah otakmu, tidak harus selalu berakhir dengan pertukaran keimananmu.”
― Tasaro G.K., Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan

10 people liked it
like

“Kadang aku merasa sudah dekat dengan kegilaan.
Kamu tahu apa yang paling menyakitkan saat perasaanmu begitu terikat kepada seseorang?

Bukan karena kamu tidak bisa menyatu dengan dia maka kamu akan merasa hidupmu begitu nestapa. Sesuatu yang lebih meluluhlantakkan hatimu adalah ketika seseorang -yang menyandera kemampuanmu untuk memiliki itu- tak melibatkan lagi namamu dalam hidupnya, tidak mengingat tanggal lahirmu, tidak mengucapkan apapun ketika datang tahun baru, bahkan tidak mengirimkan pesan basa-basi pada hari perayaan agamamu.

Kamu tidak terlibat sama sekali dalam hidupnya. Bahkan sekadar untuk diingat.”
― Tasaro G.K.

“Bagiku, El, omong kosong jika para petinggi agama mengatakan bahwa agama tidak ada urusannya dengan akal. Buat apa manusia dianugerahi otak jika untuk mengenali Pencipta Otak itu, dia tidak boleh menggunakan otaknya? Menurutku, agama selalu memberi kesempatan kepada para pemeluknya untuk memilah mana yang harus dia pastikan dengan akalnya, mana yang cukup dipercaya begitu saja. (Kashva to Elyas, MLPH: 126)”
― Tasaro G.K.

tags: mind-thoughts, religion
8 people liked it
like

“Jangan kau ajari cara melupakanmu. Aku lebih tahu itu. Hari-hariku lebih fasih mengeja rasa itu..”
― Tasaro G.K.

“Tersenyumlah…Alloh mencintaimu lebih dari yang kau perlu!”
― Tasaro G.K.

“Artinya, Anda lebih mulai tertarik untuk mempelajari Qur’an sebagai sumber informasi yang ditinggalkan Nabi Muhammad dan menurut orang Islam masih otentik hingga sekarang dibanding menilai agama ini dari perilaku penganutnya?”
― Tasaro G.K.

“Editor adalah orang pertama yang akan Anda tunjuk hidung jika ada kesalahan pada buku yang Anda tulis DAN orang pertama yang Anda lupakan ketika buku Anda menjadi best seller atau menerima penghargaan.”
― Tasaro G.K.

“Sesuatu yang membuat Anda menyerah. Bahkan, intelektualitas Anda tidak bisa berbuat apa-apa. Saya biasa menyebutnya … cinta.”
― Tasaro G.K.

Advertisements

Buat apa sekolah ?

Buat apa sekolah?

oleh Darwis Tere Liye pada 20 Desember 2012 pukul 8:06 ·

Siapa yang pernah menonton 3 idiots? Banyak. Siapa yang suka film itu? Banyak yg suka. Tetapi siapa yg sebenarnya mengambil pelajaran paling cemerlang dari film itu? Entahlah, siapa yg mengambil manfaatnya.

Ada ibu-ibu dengan anak gadis yang siap menikah. Menonton 3 idiots, ibu-ibu ini sampai menangis. Tapi saat anaknya bilang mau menikah, dan hanya akan jadi ibu rumah tangga saja, ibu-ibu langsung bergegas bilang, “nggak boleh. enak saja sy sekolahkan tinggi2, hanya untuk jadi ibu rumah tangga!” Lihatlah, jawaban itu menunjukkan sama sekali tidak berbekas pemahaman yang datang dari film barusan ditontonnya.

Kita ini sekolah tinggi2 buat apa sih? Buat nyari pekerjaan keren? Buat jadi pegawai? PNS? Buat nyari rezeki? Keliru kalau jawabannya iya. Saya membuka kitab-kitab, membaca buku-buku tua, menelusuri kesemua hal, tidak ada satupun nasehat yang bilang: sekolahlah tinggi2, agar besok bisa jadi pejabat, kaya raya, dan berbagai ukuran duniawi lainnya, dsbgnya, dsbgnya. Apalagi kalau membuka kitab yg tidak penah keliru: Al Qur’an, juga merujuk nasehat yg tidak akan salah: riwayat Rasul, seruan untuk belajar, tidak ada rumusnya dengan ukuran duniawi.

Kita disuruh belajar, mencari ilmu (dalam dunia yg sangat modern ini ukurannya adalah SD, SMP, SMA, S1, S2, S3, S4, S5 dstnya), murni agar kita banyak tahu, asli agar kita paham banyak hal, dan ilmu itu b-e-r-m-a-n-f-a-a-t bagi kehidupan kita sehari2. Seorang istri yang S3, tidak ada masalah sama sekali tetap menjadi ibu rumah tangga, dan ilmunya bisa bermanfaat utk keluarganya. Ilmunya bisa bermanfaat buat tetangga, sekitar, aktivitas apa saja yg bisa dia lakukan, terlepas mau bekerja di perusahaan/pemerintah atau hanya bekerja di rumah.

Itu benar, saya tidak akan membantahnya, memang ada korelasi kuat antara berpendidikan dengan masa depan cerah, tapi definisi ‘masa depan cerah’ itu bukan s-e-m-a-t-a-2 ukuran duniawi yang membuat proses belajar selama ini jadi kosong. Bukan hanya itu.

Maka, kembali ke film 3 idiots tadi, bukankah Rancho hanya belajar dan belajar. Dia senang belajar, dia senang mencari ilmu. Titik. Sisanya, serahkan pada nasib. Dia tidak peduli gelar, dia tidak peduli mau bekerja jadi apa, dia tidak peduli. Bahkan saat dia harus menyingkir dari ‘kehidupan’, pergi menjauh dari gemerlap banyak hal, justeru kehidupan dan gemerlapnya dunia yang datang kepadanya. Sementara Silencer, teman kuliahnya dulu yg selalu sibuk berhitung atas duniawinya, merasa sudah memenangkan segalanya, ternyata kosong saja, dia hanyalah orang yg amat tergantung nasibnya dgn orang lain. Takut dipecat kerja, tergantung nafkahnya dari orang lain, dan diperbudak oleh materi. Sejatinya Silencer hanya orang ‘suruhan’, terutama suruhan ambisi dan nafsu duniawi–meskipun direktur sekalipun posisinya.

Aduh, bukankah rumus ini banyak terjadi di sekitar kita? Ada banyak teladan yg memilih sibuk belajar, belajar, bekerja, bekerja, terus menjadi yg terbaik, mau jadi apapun dia, bahkan sekadar ibu rumah tangga, hidupnya t-e-r-n-y-a-t-a tetap spesial, bermanfaat bagi banyak orang. Sebaliknya, buanyaaak sekali, yg sibuk menghitung nilai raport, menghitung sekolah sy elit, keren, saya sudah S2, S3, situ apa sih? sy sekolah di kampus ngetop, situ dimana sih? Ternyata tidak pernah lepas dari kungkungan hidupnya, meskipun boleh jadi secara kasat mata sukses menurut ukuran dunia saat ini.

Demikianlah.

Mukhayyamat Taajul Waqaar

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Dengan segala kuasa-Nya, Dengan segala rasa syukur dan rasa bahagia, saya sangat gembira, sangat beruntung bisa ikut berpartisipasi, bisa menjadi salah satu duta dari duta-duta indonesia untuk rakyat palestina, duta indonesia untuk rakyat palestina adalah duta indonesia yang dipersiapkan untuk mengikuti mukhayyamat-taajul waqaar, yang dibina oleh Daarul Qur’an Al-kareem wa sunnah, kami dikirim untuk belajar Al-qur’an sembari mengirim bantuan, dan berbaur dengan rakyat palestina, untuk mengetahui segala hal yang bisa diketahui tentang palestina, contohnya tentang bagaimana cara rakyat palestina hidup dengan Al-qur’an, dan banyak hal lainnya.

Mukhayyamaat Taajul Waqaar.

Perkemahan untuk menghafal qur’an, Perkemahan Mahkota kemuliaan.

Ketika semua orang di dunia sibuk liburan, sibuk ke tempat yang ramai, menyibukkan diri dengan hal-hal duniawi, orang-orang palestina juga menyiapkan liburannya, sibuk beramai-ramai, sungguh sibuk sekali. bedanya, orang-orang lain sibuk dengan hal-hal duniawi, orang-orang pelestina sibuk sekali dengan akhiratnya bahkan mencakup duniawi-nya juga, mereka selalu rajin menghafal qur’an, memperbanyak waktunya dengan Al-qur’an, menyibukkan diri di masjid, maka benar-benar ramailah semua masjid, dan mukhayyamat taajul waqoor adalah program yang diusung oleh Daarul Qur’an Al-kareem wa sunnah, Program yang mewadahi kegiatan menghafal Al-qur’an di palestina.

Perkemahan Mahkota kemenangan , program yang diadakan setahun sekali, dilaksanakan saat musim panas tiba, berdurasi tiga bulan, Perkemahan ini dilakukan di masjid-masjid, maka tak mengukir besar-kecil masjid, semuanya benar-benar ramai oleh Al-Qur’an, dengan ustadz-utadz nya yang kebanyakan juga dari pemuda-pemuda nya, kualitas nya sangat tak diragukan.

Maka, program ini dalam setahun-nya mencetak belasan ribu generasi Al-qur’an , subhanallah sekali, ini saja baru yang konkret dihitung, belum lagi yang tak sempat dihitung, dugaan saya, sangat tidak menutup kemungkinan pertahun nya Palestina mencetak puluhan ribu penghafal qur’an. Ini generasi yang sangat diharapkan, dan bagusnya, di program ini mereka tak di ajarkan tentang Al-Qur’an saja, mereka diajarkan hadits, tarikh (sejarah), dll. Ketika hari libur tiba, hari Jum’at yang selalu mulia, di adakanlah acara rihlah, yang fungsinya me-refresh kembali semangat para calon Huffazh.

Hari Rabu Tanggal 04/07/2012, saya dan rombongan sampai di palestina, ini semua dalam kuasa-Nya, kami berhasil melewati perbatasan mesir yang terbilang tak mudah, kemudahan ini didapat setelah perubahan politik, pemerintahan di mesir, Dr.Mursi sudah mulai memimpin, yang semoga Allah memudahkan jalan-nya dalam mengemban amanah, menjadikan Mesir jauh lebih baik dari sebelumnya, Allah benar-benar membuka jalan kepada rombongan kami untuk masuk ke dalam palestina.

Apa yang kau bayangkan tentang palestina? Negara yang benar-benar terjajah, tak ada bangunan besar, tak ada makanan enak, tak ada tempat bermain, sangat sulit untuk hidup, itukah? Dan itu memang yang saya bayangkan, tapi itu semua benar-benar pengetahuan saya yang salah, Palestina negara yang benar-benar memperjuangkan tanahnya, membangun kembali bangunan yang runtuh, menghijaukan kembali alam, menanam segala jenis tumbuhan, menternak hewan ternaknya dengan baik, membangun kembali tempat bermain untuk anaknya, dan be ramai-ramai membuat kehidupan mereka menjadi mudah, saling tolong-menolong, dan masih banyak lainnya yang tidak saya ketahui.

kami sampai ke tempat yang akan kami tempati, tepat ketika adzan Ashar, sampailah kami ke masjid yang besar, empat tingkat sederhana, luas dan ramai benar jamaah nya, Masjid Al-Abrar namanya, di daerah Rafah, dan di tingkat empat itulah kami akan menetap sebulan ke depan.

Esoknya, kami diundang oleh kepala kampungnya, disuguhkan makanan, hanya bisa bilang subhanallah lagi, karena yang disuguhkan itu banyak sekali, pertama kami makan nasi-daging, satu nampan besar, itu porsi enam orang tapi itu diperuntukkan tiga orang saja,kenyang sekali, tapi suguhannya belum selesai, mereka memberikan halawah, semacam kue-kue manis khas timur tengah, dengan macam-macam bentuknya, enak sekali, dan suguhannya benar-benar belum selesai, mereka memberikan buah-buahan, bermacam-macam buahnya ada anggur, santaroza, khukh,apel, pir, dan masih ada beberapa macam lainnya. Ini benar-benar di luar dugaan, suguhan ini lebih dari cukup, istimewa sekali, dan dalam sebulan kedepanpun kami terus diundang ke rumah-rumah, ke masjid-masjid, tak pernah bolos sehari pun, suguhannya pun tak kalah hebat, macam nya pun tak kalah banyak, ini semua benar-benar keberkahan Al-qur’an ditanah yang diberkahi.

Satu senja di masjid Al-Abrar, ketika warna oren lekat sekali dilangit, kami yang hampir selesai menyelesaikan tahfidz yang memang jadwalnya pagi dan sore, pagi dari jam sembilan hingga jam satu lewat (dzuhur) dan sore, setelah sholat ashar hingga maghrib, Darul Quran Al-Kareem Wa Sunnah Rafah, mengumpulkan anak-anak disekitar situ yang juga berpasrtisipasi dalam program mukhayyamat taajul waqaar, dibuatlah lingkaran besar, semacam halaqah lalu di mulailah acara menjelang maghrib, dimulai dari sambutan ketua Daarul Quran Al-Kareem Wa Sunnah, Ustadz Shalah Al-Ghuul yang biasa dipanggil dengan Abu Mu’min, Kunniah/panggilan yang memang sudah menjadi tradisi orang Arab. Lalu sedikit kalimat dari ketua duta qur’an Indonesia, Ustadz Agus Sudjatmiko, yang biasa dipanggil Abu Ussaid Al-Ghazzawi, setelahnya, bacaan Al-Qur’an dan Nasheed dari para duta qur’an Indonesia, dan tahukah? Alahmdulillah, Suara kami disenangi oleh mereka (Bangsa Palestina) dan dengan keberkahan Al-Qur’an yang dengan membacanya, satu bulan penuh kedepan kami sibuk diundang dari segala penjuru Palestina, Ghaza, Khonyunis, Rafah dominan nya, menghadiri Acara, seperti perayaan Anak yatim, buka puasa bersama, menjadi Imam Isya dan Tarawih Di Masjid-masjid dan banyak lagi macam-macam acaranya, dan puncaknya, kegiatan para duta indonesia disiarkan di TV Al-Aqsa dan dua TV lainnya, serta dimuat di Koran Harian Palestine dan beberapa koran lainnya.

Melanjutkan acara tak resmi sore itu, setelah kami melantunkan ayat suci Al-Qur’an dan menyanyikan beberapa Nasheed, Abu Mu’min mempersilahkan anak-anak palestina bagi yang mau menampilkan sesuatu, dan inilah yang membuat saya takjub, anak-anak dan remaja mereka begitu berani, semangatnya luar biasa, ketika suruh mengangkatkan tangan, maka serentak sedetik setelah perintah itu semua tangan terangkat, dan tak ada yang setengah-setengah terangkatnya, semua terangkat dengan sempurna bahkan hingga berebut, mereka tak pernah berpikir, akan memalukankah dirinya, tak pernah, mereka tak malu sehingga tidak memalukan, yang mereka pikir, bagaimana dia berkontribusi dalam sesuatu, memberikan yang terbaik yang mereka punya, maka penampilan-penampilan itu berlanjut menarik, benar-benar apa adanya, berkualitas sekali, walau ada yang melantunkan surat Al-Ikhlas saja, ada juga yang menyanyi, berpuisi, melantunkan syair, banyak sekali macam-macam tampilannya, kreatif sekali, sepadan dengan jumlah anak-anak dan remaja.

Palestina, bumi Ghaza, tanah yang dijanjikan, tanah perjuangan, bumi yang di dalamnya terjadi peristiwa Al-Isra’ wa Al-Mi’raj, tanah yang di dalamnya terdapat Masjid Al-Aqsha, yang pertama kali menjadi arah (qiblat) ketika menghadap Allah, tanah yang benar-benar diberkahi, maka bumi Ghaza ini benar-benar mebuat kita belajar tentang banyak hal, membuat kita mengerti tentang pemahaman-pemahaman yang baik, benar-benar mengambil hati orang yang masuk ke dalamnya.

Orang-orang Palestina sangat baik dalam menyambut tamu, maka kunjungan adalah aktifitas sehari-hari kami, setiap kunjungan selalu membuat kami belajar, belajar apa arti sabar, apa arti ikhlas, apa arti pengorbanan, apa arti kematian, dan apa arti kehidupan yang sebenarnya, satu dua kunjungan benar-benar membuat saya kagum, heran, menyentuh, semua rasa menjadi satu.

Hari demi hari berlalu, Rafah semakin panas, tapi hati kami makin sejuk, senang sekali tinggal dengan mereka, murah senyum, selalu menyapa, selalu mengajak ngobrol walau itu waktu tahfidz, sampai-sampai kesal sedikit dibuatnya (sama anak-anak), tapi kesal itu terbuat karena kita sendiri yang tidak terbiasa, apa pun juga, niat mereka selalu baik. Satu watu kami diundang untuk menghadiri pengambilan magister Abu Al-baraa, Ustadz yang berdomisili di Rafah, ustadz yang mengajari bagaimana membaca Al-Qur’an seperti Rasulullah membaca, dia yang memberikan sanad kepada pemuda- pemuda hafal-qur’an, dan dia adalah gurunya ustadz kami, oh-iya, yang mengajari kami di mukhayyamat taajul waqaar, ialah Ustadz Abdullah Sharafandi, ia masih muda sekali, umurnya baru sembilan belas tahun, baik sekali dalam mengajar, ia menjelaskan kesalahan sampai kami mengerti, memperbaikinya dengan apik, itu cukup sulit, mengingat bahasa arab kami yang masih lemah sekali, dan hebatnya ia akan melanjutkan studinya di bidang kedokteran.

Acara pengambilan magister itu dilaksanakan di Universitas Islam di Ghaza, berangkatlah kami kesana, maka bayangan tentang ghaza yang sebelumnya benar-benar salah, Kalian tahu, fakta-nya: Universitas ini besar sangat, luas pula, bangunan-bangunan tinggi menjulang, ada lapangan bola bersama tribunnya, kantin yang besar, taman yang hijau, tempat duduk yang panjang, bunga yang mekar, semuanya tertata rapi, terlihat juga beberapa bangunan yang hampir jadi, ini semua lebih dari hebat bagi tempat yang kau bilang terjajah, dan sayangnya saya tak pandai berdeskripsi tempat, hanya kata luar biasa yang mungkin bisa mewakili nya. Saya kira, sangat memungkinkan, kalau kau mengunjungi nya maka kau akan sangat tertarik untuk melanjutkan pendidikan di sana.

Bulan puasa telah datang, maka bangsa palestina memang sangat baik benar dalam menyambut, termasuk dalam menyambut bulan Ramadhan, menghiasi masjid, meramaikan masjid sebulan penuh, maka kalau ditanya bangunan apa yang paling sibuk,ramai,banyak kegiatan, masjidlah jawabannya, ramai benar dan waktunya bukan waktu sholat tarawih saja, semua waktu, lantunan ayat suci Al-Qur’an selalu terdengar, yang membedakan kita dan mereka apa, mereka konsisten, mereka istiqamah dalam meramaikan masjid, maka dari hari pertama dan seterusnya, masjid selalu ramai, masjid benar-benar hidup, masjid benar-benar menjadi pusat kehidupan di Palestina.

Palestina, negara yang indah, ketika yahudi dengan pengecutnya selalu mengirim roket untuk menghancurkan bangunan mereka maka tanpa segan mereka bangun kembali, Masjid Al-Abrar, masjid yang kami tempati, masjid itu pernah dibom ditahun 2009-an, sekarang sudah berdiri tegak walau terlihat lebih sederhana, Bangunan pusat TV Al-Aqsha, sudah beberapa kali dibom, ketika kami mengunjunginya sudah rapi tertata seperti tak pernah ada bom yang menghancurkan bangunannya. Dan tak terhitung beberapa bangunan lagi yang sudah dibom dan dibangun kembali, kalau bangunannya seperti itu, bagaimana dengan staff,peliput berita, wartawannya? Mereka semua sudah sangat siap memenerima resiko, nyawa mereka adalah jaminannya, untuk memberi kabar kesesama, untuk menghidupkan aktifitas negara, mereka tahu betul apa itu pengorbanan, maka ketakutan mereka hanyalah untuk Allah Azza Wajalla.

Palestina, janganlah kau anggap negara kecil, kumuh, berdoalah selalu agar negeri ini cepat dimerdekakan, nyatanya, palestina dengan keterbatasan hubungan luar, mereka tetap berusaha membangun negara mereka, di Khanyunis (salah satu propinsi) ada kota Al-Ashda, di dalamnya ada beraneka macam tempat bermain, kolam renang, tempat makan, hamparan rumput hijau luas membentang, hamparan pasir pun luas, beberapa panggung buat acara, seperti ancol di indonesia walaupun permainan dan tempatnya sangat jauh berbanding.

Palestina, benar-benar membuat saya jatuh cinta, benar-benar membuat saya belajar , semua keindahan yang saya dapat di sini, tak akan pernah berhasil saya tulis, tak pernah berhasil saya ucap, dan tak akan pernah berhasil saya lukis, karena sejatinya memang hati saja yang benar-benar mengerti dan paham, walau tak semuanya sekarang, yang semoga kedepannya saya akan mengerti pemahaman yang baik seperti yang mereka miliki, yang tahu betul apa arti kehidupan di jalan Allah.

Palestina, tanah yang di berkahi, hari berlalu dengan cepat, rasanya baru kemarin datang, tanah ini benar-benar memberikan perbedaan, mungkin perpisahan adalah hal yang paling menyakitkan, tapi sebulan sudah, waktu tak pernah bisa dibantah. Palestina, kemerdekaan sudahlah menjadi hak, kebenaran selalu tepat, tak akan pernah ada kesalahan dalam rotasi kebaikan, semua sudah sempurna tertulis di law-mahfuzh sana, Entah-lah apa yang benar-benar diartikan tepat dalam hal ini, terlalu banyak, menjadi relatif, tapi yang jelas, yang pasti, Allah sungguh maha bijaksana, Allah selalu tahu cara yang terbaik buat hamba-hambanya, sungguh, kekuasaan Allah lebih kuasa dari apa yang ada, Janji Allah lebih pasti dari bumi berotasi, Janji Allah sungguh lebih pasti dari terbitnya matahari esok hari di waktu pagi.

Muhammad Ishaq

Cairo, 13-Agustus-2012

MY MEMORY ( winter sonata)

My Memory At that moment I remembered it all
When I see those memories they seem so small..
You’re far away in a place that I can’t reach
I can’t wait for these words of love to be said

I really was to blame
Will I ever get to meet you again?
I can’t even imagine that
I still love you and now I’ll confess that to you
I wanna love you forever
It’s not too late
Be with me forever

For a long time you’ve been in my heart
Much time passes and still you’re far away, but I will stay alive

I really was to blame
Will I ever get to meet you again?
I can’t even imagine that
I still love you and now I’ll confess that to you
I wanna love you forever
It’s not too late
Be with me forever

LOVE STORY


Cinta, kapanpun bisa berubah ..
akan tetapi, pondasi yang kuat bisa mengabadikanya ..
membangun sebuah pondasi yang kuat dan kokoh, tidak semudah membalik telapak tangan ..
tidak semudah seperti yang semua manusia pikirkan ..
butuh perjuangan untuk membangunya ..
perlu menempuh waktu yang lama untuk mendapatkanya ..

Bukankah untuk membangun sebuah kepercayaan sangatlah lama dan sulit?
bukankah untuk mempercayai satu sama lain membutuhkan waktu yang lama?
bukankah untuk membangun semuanya dibutukan proses yang tidak mudah?
keteguhan seorang insan untuk membangun sebua pondasi pasti diuji ..
kesabaran, kesungguhan .. semuanya juga akan diuji ..

Jika dunia telah tersenyum kepadamu ..
itu pertanda semuanya telah berubah dan berbuah ..
keteguhanmu, kesungguhanmu, kesabaranmu ..
telah membuahkan hasil yang memuaskan ..
semua hal yang engkau lakukan , memang masih menimbulkan masalah yang membingungkan ..
tapi akan terselesaikan dengan mudah dan membahagiakan ..
setiap masalah ibarat sebuah bumbu ..
yang nantinya dapat membuat semakin manisnya sebuah cinta..
namun, terlalu banyak bumbu juga tidak bagus ..
terdapat banyak hikmah di dalamnya ..
yang dapat dipelajari seluruh insan di dunia ..

Akan tetapi, manusia kadang terlena dengan semua kebebasan yang di berikan kepadanya ..
dan keterlenaan yang di perbuat dapat membuat dirinya menjadi egois ..
keegoisan seorang manusia di dunia, kadang bisa berakibat fatal bagi manusia dan alam sekitar yang dicintainya ..
padahal, yang harus dipikirkan setiap insan tidak hanya keuntungan dan kerugian bagi dirinya ..
tapi juga keuntungan dan kerugian bagi manusia dan alam yang berada di sekitarnya ..

Terkadang ..
ketika seorang manusia telah memiliki sebuah pondasi yang kuat ..
manusia selalu luput dan menyepelekan kesalahan yang kecil dan sepele ..
padahal, kesalahan kecil dan sepele yang dilakukan terus menerus, akan berdampak sangat buruk bagi manusia yang dicintainya ..
bukankah sebuah  batu yang kokoh akan rusak dan hancur jika ditetesi dengan setetes air secara terus menerus ..
hukum ini pun berlaku dengan sebuah pondasi ..

sekuat apapun  sebuah podasi .. sekokoh apapun sebuah pondasi ..
jika selalu di tetesi dengan percikan kerusakan ..
suatu saat pasti akan hancur dan rusak ..
dan kerusakan yang engkau buat tidak anya merugikan dirimu ..
tapi juga merugikan orang yang mencintaimu ..

jangan pernah terlalu berharap berlebihan kepada manusia dalam segala sesuatu, termasuk dalam hal cinta .. karena pada dasarnya semua manusia selalu lupa dan egois ketika  sudah terlena dengan kebebasan yang di berikan kepadanya ..

(Dikutip dari dia,,, yang selalu bersemayam di hati )
                                                                                                                             bandung, 18-26 desember 2010
dibuat dengan penuh tanda tanya dan dengan penuh perenungan ..

Blog at WordPress.com.

Up ↑