Search

Pengeja rasa

Perempuan gila yang melakukan perjalanan menemukan bentuk

Month

March 2013

Terinspirasi oleh macetnya ibu kota


Kehilangan adalah sesuatu yang pasti, sesuatu yang seharusnya ada di tempatnya, sesuatu yang harusnya biasa kita jumpai, sesuatu yang biasanya kita dengar. Entah, dengan alasan apa menghilang. Bagaimana, rasannya kehilangan ? Silakan buat catatan sendiri mengenai hal ini, saya rasa semua orang punya penerjemahan masing-masing dan memiliki kisahnya masing-masing. Tapi, rasa-rasanya kita semua sepakat bahwa kehilangan adalah suatu proses “menyakitkan” dalam beberapa kasus.                               Kehilangan bisa jadi membawa perubahan dari diri kita, baik dalam aspek fisik maupun psikologis. Dan yang lebih menyedihkan, kita terpuruk dalam proses kehilangan tersebut.
Resah menatap langit-langit kamar, saat memejamkan mata selalu ada rasa cemas yang menghantui, bahkan saat di macetnya jalanan membuat kita melamun, entah apa yang kita rasa. Setiap manusia pasti pernah kehilangan .Apapun itu, sesuatu yang biasanya bersama bahkan kita anggap milik kita lenyap pergi entah kemana. Tapi, apapun itu, sekali lagi kitalah yang menentukan kebahagiaan kita, kita yang menentukan jalan apa yang akan kita tempuh.
Apa yang membuat kita tidak ikhlas setelah merasa kehilangan? Apa karena “sesuatu” itu begitu berarti banyak untuk kehidupan kita? Ada seorang suami yang kehilangan istrinya, tapi Oh lihatlah, dia terlihat sama bahagianya sama seperti saat istrinya masih hidup, Eh, gimana bisa ? Ada, seorang anak yang telah kehilangan orang tua nya tapi dia masih tetap bahagia sama seperti saat dia lahir. Bukan berarti si anak bahagia atas kepergian orang tuan-nya. Bukan sama sekali.
Apa rahasianya ? Sebenarnya mungkin kalian sudah tahu, mungkin kalian adalah pelaku-pelakunya. Rahasianya adalah “ mereka yang hilang akan selalu bersemayam di hati “
Maksudnya ? Begini, karena kehilangan adalah sesuatu yang pasti maka saat kalian mencintai sesuatu itu membenaklah begini “ sampai kapanpun, ada atau tidak ada nya mereka di hadapanku, mereka akan selalu hidup di hati dan menjadi bagian dalam hidupku “ maka ketika “sesuatu “ itu hilang. Insyaallah mereka akan selalu hidup di hati kita m-masing. Bukankah Allah akan mengganti nya dengan yang lebih baik. Hei, ada janji kehidupan yang lebih baik tentunya. Percayalah
Semoga pemaknaan kehilangan akan menjelma menjai energi yang positif. Bukankah selalu muncul hal-hal yang baru dalam hidup kita? “sesuatu” yang hilang itu jika memang posisi nya tidak dapat tergantikan tapi setidaknya kita sedikit terobati lewat pemahaman- pemahaman baik akan hakikat memiliki dan hakikat kehilangan.
Kehidupan ini sementara bukan? Silih berganti datang dan pergi dan pada akhirnya kita juga akan menghilang, meningalkan sesuatu yang selalu bersama kita. Seperti benang panjang yang runit, setiap detik di seluruh dunia selalu ada kehilangan. Tinggal bagaimana kita memaknai kehilanga tersebut. Jangan sampai kita telah
“KEHILANAGN atas rasa KEHILANGAN itu sendiri “
Selamat merenung, maaf jika notes ini terlihat aneh
Dibuat dengan penuh tanda tanya.

Kehilangan atas "kehilangan "

Eh itu kayaknya judul yang catatan bang tere liye deh ? ih ngapain sih Liana copy paste gitu ? Tenang-tenang hadirin sebangsa setanah air, sekampung, se rt/rw. Oke -oke saya memang sedang gatal ingin membahas masalah kehilangan ini.
Mendengar namanya saja , ah coba kita cek status-status galau karena “kehilangan ” apapun bentuknya , kita tahu yang namannya kehilangan pasti “menyesakkan”.
berapa kali kita kehilangan ?

sejak kecil kita kehilangan : mainan, sepeda, anting-anting lucu, gelang, boneka super unyu-unyu, robot super canggih, mobil-mobilan dan banyak lagi. Bahkan dalam beberapa kasus yang amat menyedihkan , kita kehilangan orang yang kita sayang……
saya ulang…..

kita kehilangan orang-orang yang kita sayang.
kehilangan teman-teman TK
kehilangan teman-teman SD
kehilangan teman-teman SMP, SMA  , UNIVERSITAS
kehilangan tetangga-tetangga baik kita
kehilangan guru-guru Hebat kita
kehilangan tukang sayur yang biasa leawat, kehilangan Bos baik kita, kehilangan teman-teman nakal kita, kehilangan musuh kita…….
Ah panjang kalau di sebutkan, kalian tetntu paham sudah beberapa kali kalian kehilangan ? ada yang kehilangan orang tua, pekerjaan, mobil, hp, laptop, uang apa saja dehhhhh yang penting “sesuatu” yang biasa kita jumpai, sesuatu yang menurut kita harusnya ada di tempatnya, harusnnya ada di “sini”

sekarang entah kemana, pergi… meninggalkan kita.

sudah berpuluh-puluh kali kita kehilangan, tapi ada kehilangan yang paling menyesakan yaitu

kehilangan atas rasa “kehilangan” itu sendiri.

Tidak mengerti? Sama sy juga awalnya tidak mengerti kalimat aneh (meski bijak ini); membuat sy mikirr lamaa… padahal sejatinya, banyaaak sekali orang yg tidak tahu, tidak sadar, kalau dia sebenarnya telah: kehilangan perasaan “kehilangan” tersebut… tidak peduli; merasa semua baik2 saja… 

Kita kehilangan momen2 indah bersama keluarga; kasih-sayang kepada orang-tua; kedekatan… sibuk dgn hidup, rutinitas, dan teman2 baru yg boleh jd itu tidak hakiki… kehilangan saat2 menyenangkan saat bicara dgn ayah, ibu, adik, kakak… bercengkerama… kita sesungguh kehilangan, tp tidak tahu kalau kita telah kehilangan perasaan “kehilangan” tersebut… 

Kita kehilangan menikmati setiap detik nikmat hidup yg diberikan… setiap tarikan nafas… berdirilah di busway, atau bus2… ketika pagi tiba, tataplah deretan gedung2 tinggi…. apakah akan kita biarkan rutinitas menikam waktu, membiarkan kita tdk peduli ternyata betapa indahnya siluet dinding2 beton berlapis kaca… menatap aktivitas pengamen.. tukang asongan… kondektur yg membunyikan kerenceng uang logam di tangannya… tersenyum kepada orang di sebelah kita… kita tahu persis semua itu luar-biasa.. tp kita membiarkannya hilang.. kita kehilangan perasaan “kehilangan”… 

Dan di atas segalanya… ya Allah.. jangan sampai hamba tidak menyadari kalau hamba telah kehilangan perasaan kehilangan atas kasih-sayangMu… ber-barel2 nikmat dariMu… kesempatan untuk membaca firman2Mu… menunaikan ibadah vertikal kepadaMu.. menyadari sejatinya kehidupan ini dgn merasakan segenap kasih-sayangMu… 

Ya Allah, sejatinya kami kehilangan itu semua… tp yg lebih menyedihkan lagi.. kami sungguh tidak merasa kalau kami telah kehilangan perasaan “kehilangan” hal2 tersebut… dan celakanya, kami kadang justru bangga “kehilangan” pemahaman, prinsip hidup, kerudung yg selama ini sudah kami pakai/laksanakan hanya demi urusan dunia..

*selamat merenung (catatan ini di kutip dari bang Darwis, tapi bagian atas saya yang nulis,point intinya bang Darwis.

Hujan



Hujan masih saja menguyur kota, di dalam bus patas yang cukup nyaman ini, penumpang tidak terlalu ramai ataupun terlalu sepi, semuanya terlihat biasa.
Aku begitu menikmati perjalanan, menatap takzim keluar jendela, mengamati anak-anak yang menawarkan jasa ojek payung, mereka selalu terlihat senang terlihat bahagia di bungkus hujan yang tidak terlalu deras sore ini. Terkadang aku berfikir betapa “sederhana” nya kita waktu kecil.
Selalu tidak berfikir buruk, berfikir sederhana.
Saat hujan seperti ini, entah kenapa merupakan waktu yang tepat untuk mengenang, 
 

Galaksi

Aku masing bisa bertimdak waras atas dasar namamu, setiap kali mereka menyebut namamu perasaan aneh bermunculan dalam diriku. Aku ingin sekali banyak tau tentang kau,
tapi tak ingin menyapa, atau bahkan bersama.
Karena bagiku, aku harus memperbaiki diri.

kau selalu menguasai mimpi-mimpiku, padahal kau tentu tak pernah mengenal wanita yang teramat mengkagumimu….

suaramu, sering kali membuat aku kehilangan kenyataan, hampr gila.

Aduh Nilai nilaiku jelek

Ya Alloh sesungguhnya hamba memohon kepada-Mu Taufiq(pertolongan)nya orang-orang yang mendapatkan petunjuk(hidayah),dan perbuatannya orang-orang yang bertaubat, dan cita-cita orang-orang yang sabar, dan kesungguhan orang-orang yang takut, dan pencariannya orang-orang yang cinta, dan ibadahnya orang-orang yang menjauhkan diri dari dosa (wara’), dan ma’rifatnya orang-orang berilmu sehingga hamba takut kepada-Mu. Ya Alloh sesungguhnya hamba memohon kepada-Mu rasa takut yang membentengi hamba dari durhaka kepada-Mu, sehingga hamba menunaikan keta’atan kepada-Mu yang berhak mendapatkan ridho-Mu sehingga hamba tulus kepada-Mu dalam bertaubat karena takut pada-Mu, dan sehingga hamba mengikhlaskan ketulusan untuk-Mu karena cinta kepada-Mu, dan sehingga hamba berserah diri kepada-Mu dalam semua urusan, dan hamba memohon baik sangka kepada-Mu. Maha suci Dzat Yang Menciptakan Cahaya.




PASRAH = MENYERAHKAN TOTAL SELURUHNYA KEPADA ALLAH
IKHTIAR = MEMPERBAIKI HUBUNGAN KITA KE ALLAH
 

Kegagalan melatih kesabaran anda

Jika anda adalah orang yang cepat emosi, apalagi ketika anda mengalami kegagalan, itu adalah satu hal yang sangat alamiah. Saya rasa hampir semua orang merasakan kekesalan atau kemarahan ketika menghadapi kegagalan. Namun poin yang pentingnya adalah jangan memendam kekesalan atau kemarahan anda.
Poin kedua adalah jangan berusaha mencari hal-hal untuk dijadikan alasan kegagalan anda. Seperti, saya tidak mendapat dukungan dari pasangan saya, ini akibat saya tidak mempunyai modal yang cukup, saya tidak mempunyai kendaraan pribadi untuk mobilitas saya, saya memang dilahirkan dari keluarga yang bermental kecil, dsb.
Sekali anda menjadikan hal-hal tersebut sebagai alasan kegagalan anda, maka itu akan menjadi bagian dalam diri anda. Anda akan membawa alasan itu kemanapun anda pergi sehingga lama kelamaan akan meracuni anda.
Silahkan lampiaskan emosi anda, tentunya dalam batas-batas wajar. Mungkin anda ingin melampiaskannya dengan menangis, menangislah. Mungkin anda ingin melampiaskannya dengan pergi ke cafe untuk mendengarkan life musik, pergilah ke cafe.
Namun cukup sampai disitu. Masa depan yang sangat cerah masih menanti anda. Bangkit dan berjalanlah kembali.

Kegagalan merupakan sumber dari kreatifitas

Siapa yang menghendaki kegagalan? Namun jika anda tidak pernah berharap untuk mengalami kegagalan maka pikiran anda tidak dirangsang untuk berkembang. Gagal akan mendorong anda menjadi lebih kreatif.
Coba anda ingat-ingat kembali masa kecil anda. Jika anda lupa, anda bisa melihat pada anak anda sendiri atau anak-anak kecil di sekitar anda. Mereka tidak pernah takut akan berbuat kesalahan ataupun mengalami kegagalan. Mereka melakukan semua hal yang ingin mereka lakukan tanpa berpikir panjang resikonya. Kadang mereka jatuh namun dalam sekejap mereka bangkit dan berlari-lari kembali. Mereka kadang menemukan jalan buntu ketika melakukan sebuah permainan namun mereka tidak berhenti, mereka berusaha mencari solusi-solusi yang baru. Akibatnya pikiran mereka begitu kreatif. Kita semua bisa mencontoh pikiran murni mereka yang belum banyak terkontaminasi oleh lingkungan sekitarnya.

Kegagalan akan mengoptimalkan potensi anda

Mungkin anda mempunyai seorang ’guru’ dalam hidup anda atau atasan bagi mereka yang berkarir. Saya percaya bahwa guru atau atasan yang baik akan mengarahkan anda untuk berani mengambil resiko. Mereka mempunyai suatu keyakinan bahwa pikiran yang konservatif tidak akan membuat potensi diri keluar dengan optimal.
Semakin sering anda mengalami kegagalan, otak anda akan semakin dilatih untuk menghadapi permasalahan dan bagaimana mencari jalan keluarnya.
Saya meyakini bahwa setiap orang memiliki potensi diri yang sangat besar dengan keunikannya masing-masing. Anda dapat mengetahui kedahsyatan potensi yang anda miliki hanya dengan keberanian menghadapi masalah, tidak ada jalan lain.
Anda bisa melihat juga artikel rekan saya : Tukang Cendol juga Bisa Sukses.

Anda memperoleh kekuatan dengan mengalami kemalangan

Bersyukurlah jika anda mengalami kegagalan atau kemalangan. Karena dengan kegagalan anda sedang disiapkan untuk meraih kesuksesan yang lebih besar. Anda akan ditempa untuk menjadi lebih kuat dari sebelumnya.
Saya akan memberikan sedikit ilustrasi :
Anda tahu pohon bambu cina? Jika anda termasuk orang yang tidak sabar menunggu pertumbuhan sebuah tanaman, mungkin pohon bambu tersebut sudah menjadi korban anda.
Pohon bambu cina tidak akan menunjukkan pertumbuhan berarti selama 6-7 tahun pertama, mungkin hanya tumbuh beberapa puluh cm saja. Namun setelah waktu tersebut, pertumbuhan pohon bambu cina tidak dapat dibendung, ia tumbuh begitu cepatnya dan ukurannya bukan lagi cm melainkan meter.
Sebetulnya apa yang terjadi pada pohon bambu cina tersebut? …. Selama 6-7 tahun pertama, ia bukannya tidak mengalami pertumbuhan, hanya saja kita memang tidak melihat pertumbuhannya dengan kasat mata. Fokus pertumbuhan pohon bambu cina pada waktu tersebut adalah pada akar, bukan pada batang. Pohon bambu cina sedang menyiapkan pondasi yang kuat agar ia bisa menopang ketinggiannya yang berpuluh-puluh meter.
Bayangkan apa yang terjadi jika pohon bambu cina tidak mempunyai akar yang cukup kuat untuk menopang ketinggiannya? Sedikit tiupan angin saja akan membuatnya tumbang.
Jika anda seringkali mengalami kegagalan dan merasa koq jauh sekali dari kesuksesan yang anda impikan, bukan berarti anda tidak mengalami perkembangan. Justru anda sedang mengalami pertumbuhan yang luar biasa di dalam diri anda. Mental anda sedang ditempa dan dipersiapkan menuju kesuksesan anda. Sama halnya dengan pohon bambu cina tersebut.
Jika anda hanya mengharapkan sebuah hasil yang instan, apapun itu, nasib anda akan seperti pohon bambu yang tidak memiliki akar yang kuat. Sedikit goncangan saja, anda akan jatuh begitu kerasnya.
Jadi sekali lagi bersyukurlah dengan segala kemalangan dan kegagalan anda, anda akan memperoleh kekuatan karenanya.
Bagi anda yang ingin mensharingkan hal-hal sehubungan dengan kegagalan,…

KOSONG

umi di mana ?
usiaku sekarang sudah menginjak 15 tahun..
umi, Jakarta selalu saja sibuk .. bagaimana dengan Bandung ? apa sama.
Umi, aku menuliskan kata ini dengan hati yang kosong.
Umi, apa umi tidak merindukanku ? apa Umi tidak mau melihatku ? sebentar saja ?
Umi, semoga Umi baik baik saja di sana , Umi pasti sudah menggendong cucu..
senangnya , jika kita bisa bersama orang yang kita cintai.
Umi, saat ini aku terus di vonis sakit, dokter-dokter selalu memandangku kecewa…
Umi, aku senang sekali keluargaku sangat baik sekali, terimakasih karena Umi telah meninggalkanku…
Umi, aku tidak tahu apakah aku merindukan umi apa tidak .
Aku lebih rindu Tuhanku, aku lebih Rindu Nabiku…

Umi, baik-baik ya aku sedang berusaha hafalan Al Quran…

Sungai Nil ku…..

Nil menjadi kering
Oleh Mesirku yang mulai berubah…..

 aku melihat kedamaian. Lewat sikapnya, dia telah membukakan mataku tentang segalanya. Kejujuran, ketulusan,sikap rendah hati, namun tetap berani.

                                                                                          
                                                                                Indonesia, senja merah 2013

Kenapa aku selalu mencarimu, bayanganmu bahkan sudah memenuhi pikiranku saat aku membuka mata. Kenapa aku selalu tertarik mencari semua tentangmu? aku tahu sejatinya perasaan tidak perlu diumbar apalagi sengaja aku pamerkan..
tapi, aku memutuskan untuk menghindarimu. Setiap kali kau selalu melintas berjalan tampa rasa di depanku, aku berusaha menahan semua yang bergemuruh di hatiku.
Duhai ikhwan, yang telah mengunci hatiku…
waktu masih terlalu panjang untuk membicarakn ini semua, maka aku selalu memutuskan untuk memendam perasaan ini. Aku memutuskan untuk berikrar menjadi wanita yang paling baik yang bisa di andalkan Semoga Allah mentakdirkan bersamamu, tapi jika tidak sekali lagi itu adalah kuasaNya.
Kau benar-benar membukakan mataku tentang apa arti mencintai Al Quran, sebab kau adalah nyata di depan mataku. Aku bersyukur sekali Allah mempertemukan aku dengan sungai nil ku..
ya Allah, izinkan aku memendam dan menatapnya secara sederhana, biarkan cinta hakiki ini hanya untuk Engkau sang Maha Cinta, biarkan cinta ini untuk Nabiku…..


                                                      

*Badar

Hari ini, pembagian kelompok untuk pelatikan. Aku menurut saja menulis nama-nama kelompok yang di beritahu oleh kakak senior Rohis, dan yang membuat aku tersentak sedemikian hebat adalah aku sekelompok dengan  Badar, Eh, kalian tahu bukan siapa Badar itu ?

                                                               **********

 

Selamat pagi, bagiku waktu selalu pagi. Diantara potongan dua puluh empat jam sehari, bagiku pagi adalah waktu paling indah. Ketika janji-janji baru muncul seiring embun menggelayut di ujung dedaunan. Ketika harapan-harapan baru merekah bersama kabut yang mengambang di persawahan hingga nun jauh di kaki pegunungan. Pagi, berarti satu hari yang melelahkan telah terlampaui lagi. Pagi, berarti satu malam dengan mimpi-mimpi yang menyesakkan terlewati lagi ; malam-malam panjang, gerakan tubuh resah, kerinduan, dan helaan napas tertahan

Tere Liye, novel Sunset Bersama Rosie
   Waktu menunjukan pulul 06. 00 WIB, aku tetap sabar menunggu kelompokku yang belum datang.
Tapi kakak senior mulai menatap kami, memperhatikan kami satu persatu. Ada yang bertanya galak, kenapa banyak yang tidak tepat waktu, padahal sudah ketentuan untuk tiba pukul 06.00 WIB. 
Aku hanya mentapa takjim langit pagi, menatap cemas bagaimana pelantikan kali ini ? Banyak berharap, semoga penyakitku tidak kambuh.
Dari kejauhan, aku melihat  Badar berjalan terburu-buru lalu masuk ke dalam barisan kelompok ” Siti Khadijah ” itu nama kelompok kami.  Badar tersenyum tipis lalu bilang
 ” Gak bawa telur nih !”  dia berbicara kepadaku. 
” Yah, koq bisa ? terus gimana ? Yaudah gak papa deh  ! ” aku menjawabnya dengan santai.
Badar hanya terlihat sedikit gelisah, lalu dia memutuskan diam dan mulai menulis motto di name tag nya. Aku tidak terlalu mengerti dia menulis motto nya dalam bahasa Arab. Aku sebenarnya ingin bertanya apa artinya ? tapi ah, sudahlah.
   Waktu semakin berlalu, teman-teman kami semakin lama di tunggu, kakak senior mulai terlihat kesal.
Aku hanya diam, menunggu. Saat iniBadar berdiri di hadapanku, persis di depanku, jarak kami hanya dua langkah kaki. Aku mendengarBadar seperti melantunkan sesuatu, jangan – jangan dia bernyanyi ? Aku salah tebak rupannya, ternyata dia sedang men taqrir hafalan Al Quran nya. Subhanallah.
Aku mendengar nya dengan takjim, meperhatikan dia membaca surat apa. Aku tentu tidak tahu.
 Teman-temanku akhirnya datang, tentu tidak terlewatkan proses dimarahi. Kalian tahu bukan ? saat senioritas sedang berlaku maka cara terbaik adalah diam dan mendengarkan tapi jangan coba-coba di masukan ke dalah hati.
  Kami mulai memasuki kendaraan, jangan bayangkan sebuah mobil mewah atau bus pariwisata. Kami akan menumpangi Truk besar, Anak perempuan angkatanku ada yang mendegus kesal, sebagian lagi seperti aku membuat lawakan. Entahlah, aku suka sekali melawak.
Truk mulai berjalan membawa angkatan kami ke MAN 6 Kampus B, Cibubur. di perjalanan Jakarta terlihat cukup indah di pagi hari, hempasan angin menerpa jilbab panjangku, menerpa wajah kami. Membuat mata kami sedikit sipit. Kami semua tersenyum takjim, memulai perjalanan.
   Aku melirikBadar yang bersandar dan menikmati perjalanan, entahlah.. menatap wajahnya selalu menyenangkan.
                                                                      ******
Rombongan kami sampai, kami memulai apel upacara, sesekali aku melirik barisan ikhwan yang memang terpisah dengan akhwat, melirikBadarl. Ah, kenapa pula aku harus mengawasinnya ? 
setelah apel pembukaan, rangkaian acara dimulai. Di bagian ini sangat membosankan untuk di ceritakan, tapi ada bagian yang sangat membuatku semakin kagum. 
Saat itu ada materi tentang kepemimpinan, ada ayat Al Quran yang sedang di bahas dan pertanyaan yang paling keren adalah pertanyaanBadar, dia langsung membacakan ayat yang di maksud. Tentu saja, dia hafiz bukan ?. Para ukhti lagsung menoleh secara serempak, mendengarkan takjim pertanyaan berbobot ka Badar, sebagian lain berbisik ” Eh, siapa sih itu ? pinter banget ? “.
 Aku melirik Intan sahabatku yang persis berada di sampingku, dia tersenyum cantik. Tentu saja, dia juga mengagumi Badar, tapi sepertinya dia lebih menyukai  kembarannya.
                                                                   ********
             Makan siang tiba, aku berani yakin akan memakai waktu yang menurutku sangat aneh, aku tau tujuannya adalah kedisiplinan. Tapi, yang membuat aku tak habis pikir adalah, bagaimana bisa seseorang menghabiskan nasi beserta lauk pauknya selama kurang dari 8 Menit ? Bukankah, makan terburu-buru amat tidak baik. Hei, mereka tidak mempedulikan aku ? aku mempunyai maag kronis yang tidak bisa dipaksa makan secepat kilat. Tapi bukan berarti aku manja, bukan. Lalu, bukankah makan dengan terburu-buru akan membuar lambung bekerja lebih berat karena kita tidak mengunyahnya secara maksimal. Menggundang penyakit bukan ?.
Jujur, menurut saya rasional kurang di fikirkan di bagian makan, bagaimana bisa lebih banyak marah-nya dari pada mengunyah makanannya. Lebih banyak dimarahi, hal hasil tepat dugaanku. Kambuh sakitku kambuh.
Syukurnya, aku membawa obat. Banyak sekali ada 9 Jenis obat dengan berakenaragam khasiat dan efek samping. Ya rabb-ku tabahkan hatiku, tangguhkan jiwaku…. aamiin
                                                                 *********
           Malam datang menjemput, cahaya Rembulan terlihat begitu indah di langit malam yang tampak bersih, Bintang- gemintang mulai menemani, membuat siapapun tersenyum memandangnya.
Aku menatap takjim langit-langit. Tidak terlalu mempedulikan senior yang sedang memarahi kami, lebih tepatnya bukannya aku tidak mendengarkan celotehan mereka. Hanya saja, aku lebih memilih diam dan sejenak kembali mengulang ribuan rasa syukur atas langit indah malam ini. Hei, aku jadi teringat akan novel bang Tere Liye yang judulnya ” Rembulan Tenggelam di Wajahmu ” Ray tokoh utama dalam novel itu sangat menyukai Rembulan. Badar sepertinya juga suka novel ini. Lalu, kenapa otakku di penuhi Badar yang sekarang persis ada di barisan kelompokku. Terkadang, aku berfikir mungkin aku sudah gila ? 
 Acara yang dinanti akhirnya tiba, yaitu api unggun . Aku kira api nya akan besar eh ternyata hanya sederhana saja. Ekskul Paskibra sudah duduk rapi membentuk lingkaran, seketika itu aku ingat puisi yang sudah aku salin dan akan di tampilkan ada di tas.Aku izin kemudian bergegas mengambilnya.
Di acara api unggun ini setiap ekskul wajib menampilkan sesuatu entah bernyanyi atau apa, seangkan ekskul Rohis akan menampilkan Musikalisasi Drama dan akan ada pembacaan puisinya. Aku yang membaca puisinya. Astagfirullah, puisi nya tidak aku temukan di tasku. Tampa berfikir panjang aku merobek kertas dan mengambil puplen. Memutuskan membuatnya sendiri. Aku berusaha keras dalam waktu 6 Menit puisi itu selesai. Alhamdulilah, aku menyelsaikannya dengan baik. 
     Tibalah aku dan teman-teman Rohisku tampil, kami menampilkan drama tentang seorrang nak yang durhaka pada ibunnya, kemudian si anak menyesal telah menyakiti ibunnya. Ibu si anak ini jatuh sakit. Tibalah sebagian dari kami menyayikan lagu ” Bunda” dan dengan diiringi lagu Bunda aku mulai membacakan puisi.
Entah kenapa saat baris pertama, mic yang aku gunakan rusak aku memutuskan untuk melepas mic dan menggunakan suaraku sendiri.


Bunda..
hari ini aku mengenang dirimu..
wajahmu semakin menua, keriput memenuhi jemarimu.
Tapi, Bunda aku ini durhaka selalu tak mematuhi perintahmu.
Tapi, kau tak pernah membenciku
Bunda, kau rela bukan, terbanggun tengah malam untuk anak-mu ini..
Anak yang sekarang sering membantah nasehatmu.
Maaf , Bunda…
Jika aku sering kali mengatakan halyang menyakiti hatimu..
padahal kau selalu mencintaiku dengan tulus..
Maaf… maaf Bunda maaf..
jika seringkali kata-kataku  membuatmu bersedih.
Padahal kasih sayangmu selalu tulus…
maaf.. maaf Bunda 
jika sampai detik ini aku masih mengecewakanmu..
Bunda, terimaksih atas pengorbananmu..
terimakasih ats cinta dan kasih sayangmu..
sebelum kau tiada..
maka izinkan aku sampaikan rasa cinta yang tak pernah sebanding dengan cinta
tulusmu..
Aku mencintaimu Bunda


Moga bunda di sayang Allah…

 Tepukan tangan bergemuruh, Alhamdulilah Allah selalu memberi kemudahan.
Aku dan teman-teman kembali duduk membentuk lingkaran, aku melihat wajah Badar di bawah sinar Purnama, dia duduk persis tak jauh dari api unggun. Matannya lamat-lamat melihat api yang sedang berkobar. Duhai, indah sekali malam ini.
Intan menepuk pundakku kemudian berkata,
” Eh, Liana masa Badar tadi tepuk tangan tau pas kamu bilang Moga Bunda Disayang Allah ” ucap Intan antusias.
Senyum memancar di bibirku ” benarkah ? dia menyukai penampilanku “

Dan pada cahaya purnama
Aku sampaikan perasaan dalam diam
ya Ikhwan yang telah meracuni pikiranku dangan bayang-bayangmu
kisah di bawah bulan Purnama
tepukan tangan yang membuat jantungku seakan berdegup kencang
membuat perasaan terasa sangat aneh.
Duhai, perasaan bahagia apakah ini ?




 
 

Blog at WordPress.com.

Up ↑