*Tidak ada yang tidak bisa ( Edisi, termasuk kau dan dia )

Diam saja, pura-pura tidak mendengar apapun barusan. Berkat pertanyaan bodoh ku, munculah kalimat yang entah kenapa, sejujurnya mendengar nya biasa saja, tidak membuat sesak di hati. Alhamdulilah tidak, hanya saja. Saat macetnya jalanan, aku jadi berfikir lebih keras lagi. Bicara hati lagi kan, tulisan ini bicara tentang perasaan lagi. Ah, sudahlah tak mengapa. Tulisan-tulisan ini barangkali menjadi sesuatu yang bernilai kelak nanti, tak apa. Hanya dengan tulisan ini aku menyampaikan sesuatu yang tidak pernah bisa aku sampaikan lewat lisan.
Dy, aku tidak tahu wanita itu siapa, yang jelas aku tahu dia datang lebih dahulu sebelum aku dan aku mengerti mengapa pada waktu itu kau menulis status seperti itu, itu ternyata untuk dia. Bukan untuk aku, mungkin hanya kondisinya saja yang memang pas, saat kita berkenalan.
Aku semakin tahu Dy, kau ternyata termasuk modus baik terhadap semua wanita. Barangkali itu memang sebuah hal yang biasa yang terdapat pada dirimu, hanya saja setiap wanita menerjemahkannya beda-beda. Aku terlalu menimbun harapan sepertinya, aku masuk ke jurang perasaan. Untung saja Dy, aku sadar sebelum aku Mati dan patah Hati di jurang itu

Dy, yang tidak boleh kau lupa, aku tumbuh seiring waktu, aku akan berusaha memiliki hati yang cantik, dan menjadi seseorang yang membahagiakan dan menyebarkan kebaikan. Aku semakin takut bicara tentang hati, lebih baik aku tulis saja di perahu kertas, dan aku kirim ke entah kemana….
Kau mungkin tidak memebacanya lagi Dy, tulisan ini tidak pernah berniat kau lihat sedikit saja. Tak apa, aku menulis hanya untuk memuasakan perasaanku