Hanya Isyarat (Dee Lestari)

Aku menghela nafas. Kisah ini terasa semakin berat membebani lidah. Aku sampai di bagian bahwa aku telah jatuh cinta. Namun orang itu hanya mampu kugapai sebatas punggung saja. Seseorang yang cuma sanggup kuhayati bayangannya dan tak akan pernah kumiliki keutuhannya. Seseorang yang hadir sekelebat bagai bintang jatuh yang lenyap keluar dari bingkai mata sebelum tangan ini sanggup mengejar. Seseorang yang bisa kukirimi isyarat sehalus udara, langit, awan, atau hujan. Seseorang yang selamanya harus dibiarkan berupa sebentuk punggung karena kalau sampai ia bebalik niscaya hatiku hangus oleh cinta dan siksa.
Dia datang sekelebat. Fantasimu tertinggi. Impianmu yang paling mumpuni. Tapi seperti turis numpang lewat, dia datang untuk kembali menghilang. Akhirnya kamu cuma sanggup menyampaikan perasaanmu lewat cara yang paling halus, demi menyelamatkan hatimu dari kemungkinan patah atau remuk.

Kadang, cinta berlaku seperti turis. Sejenak dia singgah, lalu kembali meneruskan perjalanannya entah ke mana. Seperti bintang jatuh, yang numpang lewat sesaat di angkasa, ada cinta yang datang hanya untuk kembali menghilang. Yang jelas, selewat atau menetap, cinta pasti punya pelajarannya sendiri bagi sang hati.

Cukup lihat dari belakang, dan dari jauh. Meski demikian, punggung itu selamanya meninggalkan jejak di hati kamu. Pernahkah kamu mengalami “cinta turis” semacam itu? Di mana? Sebatas apa kamu sanggup mengungkapkannya, menikmatinya? Please share your “isyarat”. Karena keindahan cinta sesungguhnya tersebar di mana-mana. Bukan semata-mata di lagu atau surat, bukan cuma di karya seorang pujangga atau di seikat mawar merah. Kadang cinta bisa tersampaikan lewat isyarat sehalus udara, air hujan, dan cahaya bulan. Jika kita mau menengok dan memberi kesempatan, setiap saat alam menyampaikan cintanya pada kita, dan membiarkan dirinya ibarat merpati pos yang sudi menyampaikan cinta kita pada siapa pun, di mana pun.

Dan kalau boleh menambahkan satu permintaan sederhana: hari ini, maukah Anda meluangkan sedikit waktu untuk menyampaikan cinta Anda lewat alam? Cukup hayati keindahannya, dan dedikasikan keindahan itu bagi seseorang. Dalam hati saja.

Siapa tahu… alam memberikan jawabannya pada Anda dengan cara yang tak diduga.