Search

Pengeja rasa

Perempuan gila yang melakukan perjalanan menemukan bentuk

Month

July 2013

Tulisan seseorang yang memang sedang dikenang

Sabtu, 16 Februari 2013

Mukhayyamat Taajul Waqaar

 

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Dengan segala kuasa-Nya, Dengan segala rasa syukur dan rasa bahagia, saya sangat gembira, sangat beruntung bisa ikut berpartisipasi, bisa menjadi salah satu duta dari duta-duta indonesia untuk rakyat palestina, duta indonesia untuk rakyat palestina adalah duta indonesia yang dipersiapkan untuk mengikuti mukhayyamat-taajul waqaar, yang dibina oleh Daarul Qur’an Al-kareem wa sunnah, kami dikirim untuk belajar Al-qur’an sembari mengirim bantuan, dan berbaur dengan rakyat palestina, untuk mengetahui segala hal yang bisa diketahui tentang palestina, contohnya tentang bagaimana cara rakyat palestina hidup dengan Al-qur’an, dan banyak hal lainnya.

Mukhayyamaat Taajul Waqaar.

Perkemahan untuk menghafal qur’an, Perkemahan Mahkota kemuliaan.

Ketika semua orang di dunia sibuk liburan, sibuk ke tempat yang ramai, menyibukkan diri dengan hal-hal duniawi, orang-orang palestina juga menyiapkan liburannya, sibuk beramai-ramai, sungguh sibuk sekali. bedanya, orang-orang lain sibuk dengan hal-hal duniawi, orang-orang pelestina sibuk sekali dengan akhiratnya bahkan mencakup duniawi-nya juga, mereka selalu rajin menghafal qur’an, memperbanyak waktunya dengan Al-qur’an, menyibukkan diri di masjid, maka benar-benar ramailah semua masjid, dan mukhayyamat taajul waqoor adalah program yang diusung oleh Daarul Qur’an Al-kareem wa sunnah, Program yang mewadahi kegiatan menghafal Al-qur’an di palestina.

Perkemahan Mahkota kemenangan , program yang diadakan setahun sekali, dilaksanakan saat musim panas tiba, berdurasi tiga bulan, Perkemahan ini dilakukan di masjid-masjid, maka tak mengukir besar-kecil masjid, semuanya benar-benar ramai oleh Al-Qur’an, dengan ustadz-utadz nya yang kebanyakan juga dari pemuda-pemuda nya, kualitas nya sangat tak diragukan.

Maka, program ini dalam setahun-nya mencetak belasan ribu generasi Al-qur’an , subhanallah sekali, ini saja baru yang konkret dihitung, belum lagi yang tak sempat dihitung, dugaan saya, sangat tidak menutup kemungkinan pertahun nya Palestina mencetak puluhan ribu penghafal qur’an. Ini generasi yang sangat diharapkan, dan bagusnya, di program ini mereka tak di ajarkan tentang Al-Qur’an saja, mereka diajarkan hadits, tarikh (sejarah), dll. Ketika hari libur tiba, hari Jum’at yang selalu mulia, di adakanlah acara rihlah, yang fungsinya me-refresh kembali semangat para calon Huffazh.

Hari Rabu Tanggal 04/07/2012, saya dan rombongan sampai di palestina, ini semua dalam kuasa-Nya, kami berhasil melewati perbatasan mesir yang terbilang tak mudah, kemudahan ini didapat setelah perubahan politik, pemerintahan di mesir, Dr.Mursi sudah mulai memimpin, yang semoga Allah memudahkan jalan-nya dalam mengemban amanah, menjadikan Mesir jauh lebih baik dari sebelumnya, Allah benar-benar membuka jalan kepada rombongan kami untuk masuk ke dalam palestina.

Apa yang kau bayangkan tentang palestina? Negara yang benar-benar terjajah, tak ada bangunan besar, tak ada makanan enak, tak ada tempat bermain, sangat sulit untuk hidup, itukah? Dan itu memang yang saya bayangkan, tapi itu semua benar-benar pengetahuan saya yang salah, Palestina negara yang benar-benar memperjuangkan tanahnya, membangun kembali bangunan yang runtuh, menghijaukan kembali alam, menanam segala jenis tumbuhan, menternak hewan ternaknya dengan baik, membangun kembali tempat bermain untuk anaknya, dan be ramai-ramai membuat kehidupan mereka menjadi mudah, saling tolong-menolong, dan masih banyak lainnya yang tidak saya ketahui.

kami sampai ke tempat yang akan kami tempati, tepat ketika adzan Ashar, sampailah kami ke masjid yang besar, empat tingkat sederhana, luas dan ramai benar jamaah nya, Masjid Al-Abrar namanya, di daerah Rafah, dan di tingkat empat itulah kami akan menetap sebulan ke depan.

Esoknya, kami diundang oleh kepala kampungnya, disuguhkan makanan, hanya bisa bilang subhanallah lagi, karena yang disuguhkan itu banyak sekali, pertama kami makan nasi-daging, satu nampan besar, itu porsi enam orang tapi itu diperuntukkan tiga orang saja,kenyang sekali, tapi suguhannya belum selesai, mereka memberikan halawah, semacam kue-kue manis khas timur tengah, dengan macam-macam bentuknya, enak sekali, dan suguhannya benar-benar belum selesai, mereka memberikan buah-buahan, bermacam-macam buahnya ada anggur, santaroza, khukh,apel, pir, dan masih ada beberapa macam lainnya. Ini benar-benar di luar dugaan, suguhan ini lebih dari cukup, istimewa sekali, dan dalam sebulan kedepanpun kami terus diundang ke rumah-rumah, ke masjid-masjid, tak pernah bolos sehari pun, suguhannya pun tak kalah hebat, macam nya pun tak kalah banyak, ini semua benar-benar keberkahan Al-qur’an ditanah yang diberkahi.

Satu senja di masjid Al-Abrar, ketika warna oren lekat sekali dilangit, kami yang hampir selesai menyelesaikan tahfidz yang memang jadwalnya pagi dan sore, pagi dari jam sembilan hingga jam satu lewat (dzuhur) dan sore, setelah sholat ashar hingga maghrib, Darul Quran Al-Kareem Wa Sunnah Rafah, mengumpulkan anak-anak disekitar situ yang juga berpasrtisipasi dalam program mukhayyamat taajul waqaar, dibuatlah lingkaran besar, semacam halaqah lalu di mulailah acara menjelang maghrib, dimulai dari sambutan ketua Daarul Quran Al-Kareem Wa Sunnah, Ustadz Shalah Al-Ghuul yang biasa dipanggil dengan Abu Mu’min, Kunniah/panggilan yang memang sudah menjadi tradisi orang Arab. Lalu sedikit kalimat dari ketua duta qur’an Indonesia, Ustadz Agus Sudjatmiko, yang biasa dipanggil Abu Ussaid Al-Ghazzawi, setelahnya, bacaan Al-Qur’an dan Nasheed dari para duta qur’an Indonesia, dan tahukah? Alahmdulillah, Suara kami disenangi oleh mereka (Bangsa Palestina) dan dengan keberkahan Al-Qur’an yang dengan membacanya, satu bulan penuh kedepan kami sibuk diundang dari segala penjuru Palestina, Ghaza, Khonyunis, Rafah dominan nya, menghadiri Acara, seperti perayaan Anak yatim, buka puasa bersama, menjadi Imam Isya dan Tarawih Di Masjid-masjid dan banyak lagi macam-macam acaranya, dan puncaknya, kegiatan para duta indonesia disiarkan di TV Al-Aqsa dan dua TV lainnya, serta dimuat di Koran Harian Palestine dan beberapa koran lainnya.

Melanjutkan acara tak resmi sore itu, setelah kami melantunkan ayat suci Al-Qur’an dan menyanyikan beberapa Nasheed, Abu Mu’min mempersilahkan anak-anak palestina bagi yang mau menampilkan sesuatu, dan inilah yang membuat saya takjub, anak-anak dan remaja mereka begitu berani, semangatnya luar biasa, ketika suruh mengangkatkan tangan, maka serentak sedetik setelah perintah itu semua tangan terangkat, dan tak ada yang setengah-setengah terangkatnya, semua terangkat dengan sempurna bahkan hingga berebut, mereka tak pernah berpikir, akan memalukankah dirinya, tak pernah, mereka tak malu sehingga tidak memalukan, yang mereka pikir, bagaimana dia berkontribusi dalam sesuatu, memberikan yang terbaik yang mereka punya, maka penampilan-penampilan itu berlanjut menarik, benar-benar apa adanya, berkualitas sekali, walau ada yang melantunkan surat Al-Ikhlas saja, ada juga yang menyanyi, berpuisi, melantunkan syair, banyak sekali macam-macam tampilannya, kreatif sekali, sepadan dengan jumlah anak-anak dan remaja.

Palestina, bumi Ghaza, tanah yang dijanjikan, tanah perjuangan, bumi yang di dalamnya terjadi peristiwa Al-Isra’ wa Al-Mi’raj, tanah yang di dalamnya terdapat Masjid Al-Aqsha, yang pertama kali menjadi arah (qiblat) ketika menghadap Allah, tanah yang benar-benar diberkahi, maka bumi Ghaza ini benar-benar mebuat kita belajar tentang banyak hal, membuat kita mengerti tentang pemahaman-pemahaman yang baik, benar-benar mengambil hati orang yang masuk ke dalamnya.

Orang-orang Palestina sangat baik dalam menyambut tamu, maka kunjungan adalah aktifitas sehari-hari kami, setiap kunjungan selalu membuat kami belajar, belajar apa arti sabar, apa arti ikhlas, apa arti pengorbanan, apa arti kematian, dan apa arti kehidupan yang sebenarnya, satu dua kunjungan benar-benar membuat saya kagum, heran, menyentuh, semua rasa menjadi satu.

Hari demi hari berlalu, Rafah semakin panas, tapi hati kami makin sejuk, senang sekali tinggal dengan mereka, murah senyum, selalu menyapa, selalu mengajak ngobrol walau itu waktu tahfidz, sampai-sampai kesal sedikit dibuatnya (sama anak-anak), tapi kesal itu terbuat karena kita sendiri yang tidak terbiasa, apa pun juga, niat mereka selalu baik. Satu watu kami diundang untuk menghadiri pengambilan magister Abu Al-baraa, Ustadz yang berdomisili di Rafah, ustadz yang mengajari bagaimana membaca Al-Qur’an seperti Rasulullah membaca, dia yang memberikan sanad kepada pemuda- pemuda hafal-qur’an, dan dia adalah gurunya ustadz kami, oh-iya, yang mengajari kami di mukhayyamat taajul waqaar, ialah Ustadz Abdullah Sharafandi, ia masih muda sekali, umurnya baru sembilan belas tahun, baik sekali dalam mengajar, ia menjelaskan kesalahan sampai kami mengerti, memperbaikinya dengan apik, itu cukup sulit, mengingat bahasa arab kami yang masih lemah sekali, dan hebatnya ia akan melanjutkan studinya di bidang kedokteran.

Acara pengambilan magister itu dilaksanakan di Universitas Islam di Ghaza, berangkatlah kami kesana, maka bayangan tentang ghaza yang sebelumnya benar-benar salah, Kalian tahu, fakta-nya: Universitas ini besar sangat, luas pula, bangunan-bangunan tinggi menjulang, ada lapangan bola bersama tribunnya, kantin yang besar, taman yang hijau, tempat duduk yang panjang, bunga yang mekar, semuanya tertata rapi, terlihat juga beberapa bangunan yang hampir jadi, ini semua lebih dari hebat bagi tempat yang kau bilang terjajah, dan sayangnya saya tak pandai berdeskripsi tempat, hanya kata luar biasa yang mungkin bisa mewakili nya. Saya kira, sangat memungkinkan, kalau kau mengunjungi nya maka kau akan sangat tertarik untuk melanjutkan pendidikan di sana.

Bulan puasa telah datang, maka bangsa palestina memang sangat baik benar dalam menyambut, termasuk dalam menyambut bulan Ramadhan, menghiasi masjid, meramaikan masjid sebulan penuh, maka kalau ditanya bangunan apa yang paling sibuk,ramai,banyak kegiatan, masjidlah jawabannya, ramai benar dan waktunya bukan waktu sholat tarawih saja, semua waktu, lantunan ayat suci Al-Qur’an selalu terdengar, yang membedakan kita dan mereka apa, mereka konsisten, mereka istiqamah dalam meramaikan masjid, maka dari hari pertama dan seterusnya, masjid selalu ramai, masjid benar-benar hidup, masjid benar-benar menjadi pusat kehidupan di Palestina.

Palestina, negara yang indah, ketika yahudi dengan pengecutnya selalu mengirim roket untuk menghancurkan bangunan mereka maka tanpa segan mereka bangun kembali, Masjid Al-Abrar, masjid yang kami tempati, masjid itu pernah dibom ditahun 2009-an, sekarang sudah berdiri tegak walau terlihat lebih sederhana, Bangunan pusat TV Al-Aqsha, sudah beberapa kali dibom, ketika kami mengunjunginya sudah rapi tertata seperti tak pernah ada bom yang menghancurkan bangunannya. Dan tak terhitung beberapa bangunan lagi yang sudah dibom dan dibangun kembali, kalau bangunannya seperti itu, bagaimana dengan staff,peliput berita, wartawannya? Mereka semua sudah sangat siap memenerima resiko, nyawa mereka adalah jaminannya, untuk memberi kabar kesesama, untuk menghidupkan aktifitas negara, mereka tahu betul apa itu pengorbanan, maka ketakutan mereka hanyalah untuk Allah Azza Wajalla.

Palestina, janganlah kau anggap negara kecil, kumuh, berdoalah selalu agar negeri ini cepat dimerdekakan, nyatanya, palestina dengan keterbatasan hubungan luar, mereka tetap berusaha membangun negara mereka, di Khanyunis (salah satu propinsi) ada kota Al-Ashda, di dalamnya ada beraneka macam tempat bermain, kolam renang, tempat makan, hamparan rumput hijau luas membentang, hamparan pasir pun luas, beberapa panggung buat acara, seperti ancol di indonesia walaupun permainan dan tempatnya sangat jauh berbanding.

Palestina, benar-benar membuat saya jatuh cinta, benar-benar membuat saya belajar , semua keindahan yang saya dapat di sini, tak akan pernah berhasil saya tulis, tak pernah berhasil saya ucap, dan tak akan pernah berhasil saya lukis, karena sejatinya memang hati saja yang benar-benar mengerti dan paham, walau tak semuanya sekarang, yang semoga kedepannya saya akan mengerti pemahaman yang baik seperti yang mereka miliki, yang tahu betul apa arti kehidupan di jalan Allah.

Palestina, tanah yang di berkahi, hari berlalu dengan cepat, rasanya baru kemarin datang, tanah ini benar-benar memberikan perbedaan, mungkin perpisahan adalah hal yang paling menyakitkan, tapi sebulan sudah, waktu tak pernah bisa dibantah. Palestina, kemerdekaan sudahlah menjadi hak, kebenaran selalu tepat, tak akan pernah ada kesalahan dalam rotasi kebaikan, semua sudah sempurna tertulis di law-mahfuzh sana, Entah-lah apa yang benar-benar diartikan tepat dalam hal ini, terlalu banyak, menjadi relatif, tapi yang jelas, yang pasti, Allah sungguh maha bijaksana, Allah selalu tahu cara yang terbaik buat hamba-hambanya, sungguh, kekuasaan Allah lebih kuasa dari apa yang ada, Janji Allah lebih pasti dari bumi berotasi, Janji Allah sungguh lebih pasti dari terbitnya matahari esok hari di waktu pagi.

Advertisements

Bang, ceritakan dan sampaikan padaku

Ceritakan padaku bagaimana cara mengapai awan dengan lembut

Ajarkan aku bagaimana cara terpejam dan menikmati embun yang baru saja menetes pasrah.

Dan kabarkan padaku bagaimana memijakan kaki pada pijakan yang membuat tubuh akan tegap berdiri di garda terdepan,

Katakan, bagaimana caranya Bang ?

Sementara hatiku mendadak rindu dengan gunung-gunung yang hanya dapat aku gapai sebatas foto-foto mu saja,

Lihatlah, bahkan aku hanya mendekap kakak perempuanku pasrah saat dia begitu anggun dengan ransel yang teramat berat di pundaknya, pergi mendaki tampa aku.

 

 

 

Sementara imajinasiku hanya dapat berkelana pada senja sore yang membisikan mimpi-mimpi

Puncak tertinggi di pulau jawa,

Sementara subuhku mengigil karena rindu bukan kepalang  ingin merasakan hangatnya Mentari yang bersinar di bukit Tursina,

Katakan padaku Bang ?

Apa saja yang Alam ajarkan padamu, apakah alam mengajarkan hakikat paling dasyat dari ‘bersyukur’

 

Dan Alam, telah mencetak para pendaki yang bijak sepertimu

Yang menghayati dan menjiwai setiap jejak pada dedaunan kering yang kau tinggalkan

Pada air mata karena terharu bahwa kakimu mampu menaklukan sejuta ‘ketidakmampuan’ yang menghasut di tengah perjalanan.

Dan Alam , telah menjadikanmu dan kawan mendakimu menjadi erat sekali, mengurai tawa dan memcah air mata bersamaan.

 

Ajari aku,

Bang…

Bagaimana Alam

Mengajarimu kearifan luar biasa.

 

 

*untuk “Kemauan Yang Lurus “

Ini mah ikhwan keterlaluan..

Saya menulis ini dengan perasaan sedih, wahai ikhwan modus sadarlah..

Dan pada akhirnya, semua ini terbongkar dengan sendirinya. Ternyata beberapa akhwat yang termasuk teman-teman saya setelah saya lakukan pedekatan dan interview mereka mengaku  pernah di modusin oleh ikhwan yang ternyata pernah modusin saya juga.  Dan ternyata jauh sebelum saya datang ke tempat ini, akhwat-akhwat senior di tempat ini pernah mengadakan curhat akbar bahwa ikwan modus itu benar-benar membuat jengkel dan sakit hati.

Kasusnya, ada seorang ikwan berinisial D dia adalah ketua di salah satu  organisasi berlebelkan dakhwah ( afwan saya tidak bisa menyebutkan nama organisasi aslinya ) . Jadi rupanya setiap ada anggota baru yang masuk apalagi akhwat dia akan modusin si akhwat anak baru tersebut. Dan  saya waktu itu dimodusin saya ikhwan itu dalam posisi saya anak baru di organisasi tersebut.

Karena pada waktu itu saya belum tahu sejauh mana batasan hubungan dan interaksi antara ikwan dan akwat yang sebenar-benarnya. Jadi setiap ikhwan itu sms ya saya bales, karena saya menganggap smsnya masih biasa saja berupa masalah organisasi dan tentang dakwah. Hingga tiba saatnya akupun melihat cintaku berkhianat, cintaku berkhianat dia mulai menanyakan hal lain, mula dari hal-hal remeh, dan karena pada msala itu saya benar-benar polos ya saya jawab aja dengan santai toh saya memang tidak memiliki ketertarikan lebih dalam pada ikwan modus ini.

Sampai negara api menyerang, eh salah deng.

 

Begini cara kerja dan  kalimat modus yang digunakan oleh ikhwan tersebut:

  1. Pertama dekati akwat anak baru
  2. Mulai berntanya hal-hal kecil
  3. Mulai sok perhatian, contoh : (kamu jangan lupa makan ya nanti kamu sakit, aku sedih kalau kamu sakit ) dan selalu mengucapkan selamat pagi kepada si akhwat.
  4. Fase Modus berlebihan dan keterlaluan ( aku siap koq nungguin kamu sampai kamu siap ) atau (kapan ya aku bisa jadi imam shalat kamu  )

 

Dan ketika korban sudah jatuh dalam kemodusan ikhwan ini, secara kejam ikhwan ini akan menjauh secara perlahan dari akwat yang telah dia modusin, ikhwan ini mulai mencari mangsa yang baru.

 

Well, saat membaca ini apa yang kalian rasakan ? kalau saya mah ya jujur aja “sakit hati” dan “menyalahkan diri senidri “ tapi yasudahlah pada masa itu saya tidak tahu dan belum banyak belajar lagi mengenai kemodusan dalam dunia dakwah, jadi anggap saya sebagai pelajaran

Mohon maaf sebelumnya, tulisan ini bukan sedang memojokan suatu kaum tapi tulisan ini untuk intropeksi dan ajang pengingat kepada khalayak ramai agar berhati-hati dan menjaga sikap bagaimana menghadapi ikhwan-ikhwan yang mulai terlihat modus.

 

Dan berikut ini adalah curahan hati saya, semoga entah ada apa semoga ikwan modus tersebut sadar akan kesalahannya:

 

Hati, kita bicara tentang hati tak taukah kau apa hakikat dari perasaan lembut seorang wanita ? Hati, kita bicara hati, manakala hati atau perasaan seseorang tersakiti sanggupkah engakau mendengar sayatan yang memilu di hati yang engkau lukai ? Apak karena luka yang kau buat tidak terlihat di matamu ? Kau tahu, luka di dalam memang tidak terlihat tetapi membekas secara ironis,

Lelaki  jika saja kau tahu, malam kelam dengan harapan yang telah dipangkas habis olehmu, kau pendusta, kau munafik. Kau biarkan para hati menyukai dirimu lantas kau akan permainkan dan tinggalkan,

Bagiamana jika itu terjadi pada ibumu ? Bagaimana jika itu terjadi pada saudara perempuanmu ? Sanggupkah kau mndengar rintihan pilu hati yang kau dustai dengan janji warna-warni..?

Lelaki, kita bicara hati maka aku meraplkan doa sekhusyu-khusyunya agar ada yang mengetuk pintu hatimu , atau haruskah kau mendapatkan karma dari apa yang telah kau dustai , haruskah kau kehilangan wanita yang kau cintai ?

Lelaki, bila hati sudah nelangsa begini ajarkan hati yang kau rapuhkan untuk bangkit kembali, jangan pergi dengan meninggalkan bayangan janji warna-warni.

 

 

 

 

“IKWAN MODUS DAN PHP TIDAK PANTAS DIJADIKAN CALON SUAMI “

 

 

 

Matahari di Tursina dan Kamu..

membacakan firman suci-nYa adalah sebuah energi yang tak terpatahkan untukku, kau tahu, di dunia ini ada banyak Qori tapi entah mengapa bacaanmu begitu aku senangi, apakah aku menyukai semua yang ada dalam dirimu ? termasuk suara merdumu yang menyusup ke ruang dada aling dalam, menyusup dengan lembut.

Kau tahu, saat menuliskan berlembar-lembar isi hati yang bahkan kau tidak akan pernah mengetahuinya, kau tidak akan pernah membacanya, oleh sebab itu aku memutuskan utnuk menuliskana buku imajinasi, berharap kamu adalah orang yang paling lembut membacanya. Kau tahu, kita amat berbeda jauh sekali dalam beberapa hal, kita amat berbeda aku bahkan tidak mampu mengapai dunia mu, dan aku tahu kamu mengapai semua imajiku.

Aku tadi membaca dan melihat gambar dan vidio yang memutar keindahan bukit tursina di Mesir, melihat beberapa orang bergetar takjub melihat matahari terbit dengan damainya, dan saat aku memejamkan mata nanti imajiku melayang mengantarkanku bahwa aku akan mendaki bukit tursina bersamamu , melihat matahari paling indah di dalam hidup kita. Tapi kau tidak perlu menjadi seseorang di dalam hidupku, barangkali Mendengarmu aku hanya ingin menatap bagian punggungmu saja, dan kembali pergi untuk menghapus senyummu yang menoleh biasa.

Dan kita akan tersenyum penuh syukur , matahari mendekap hangat sekujur jari yang sedari subuh mengigil , dan aku bertahun-tahun mendekap perasaan yang tak terucpkan, kemmapuan verbalku hilang di telan rasa untuk mengungkapkannya padamu, ini bukan masalah harga diri tapi ini adalah isyarat yag hanya sanggup aku kirimi melalui doa-doa panjang malam dan pagiku, untukkmu yang bahkan tidak akan menyadari itu. Tidak apa, mencintai dalam kebisuan sederhana adalah sebuah anugrah dan energi tak terpatahkan.

 

 

Dan bersama kamu, aku ingin melihat matahari dengan damai di bukit Tursina, tempat pertama Nabi Musa mlihat Rabb-Nya….

Lewat isyarat, lewat perantara

Hari ini saya sangat beruntung sekali, beruntung karena menjadi remaja masjid adalah sebuah anugrah tersendiri bagi saya, Allah memberikan saya banyak jalan dan banyak anugrah melalui jalan dakwah ini. Hari ini saya dan teman-teman mengadakan acara di masjid tercinta kami, acara bedah buku “UDAH PUTUSIN AJA ! ” yang mengundang mbak Ameralda noor achni sebagai visualisasi d buku tersebut, ustad felix sibuk heheh

Terlepas dari itu semua, selesai membawakan materi dan menjawab pertanyaan-pertanyaan para peserta, saya dan beberapa teman mengerubungi mbak ameralda bertanya banyak hal, tetapi paling banyak menyangkut hal-al ta’aruf

Sehingga lahirlah pertanyaan dari diri saya ,

“Ka, bagaimana jika kita menyukai seorang ikhwan setelah cukup lama mememdam perasaan lantas dipertemuka kembali dengan ikhwan tersebut, lantas kita ingin dia menikahi kita, apakah perasaan saya ini harus melalui perantara atau saya menyatakan langsung kepada ikhwan ? bahwa saya telah memendam perasaan cukup lama ”

Entahlah, perasaan itu apakah curahan hati ? apakah curahan hati  ? ah sepertinya iya, hehehe …

dan jawaban mbak ameralda adalah..

“Lebih baik melalui perantara , sebab kalau kita langsung itu terkesan blak-blakan dan takutnya si ikhwan itu nolak kita, dan lebih baik jangan bicarakan ke dia bahwa kita memendam perasaaan sedalam dan selama itu ”

Jleb, sebenarnya saya mau ketawa guling-guling persis seperti tulisan -tulisan saya ke ikwan itu bahwa semua tulisan ini hanya isyarat yang tidak mungkin dia baca, dan aku hanya bisa menikmati bayangannya saja.

Orang-orang yang menyimpan perasaannya, menjaga kehormatan hatinya, dan menjadikan perasaan tersebut sebagai energi memperbaiki diri, maka cinta menjelma menjadi banyak kebaikan     (tere liye )

Koq , baju-nya janjian ? cie

Suatu hari, oke lebay

Ceritanya saya ada acara bedah kepenulisan di masjid, maklum saya kan remaja masjid, nah terus pesertanya kebetulan khusus anak-anak remaja masjid. Ikutlah saya dengan penuh antusias yang sangat tinggi.. karena doorprize nya buku itu tuh, lumayan dari pada saya beli. Hihihiwwww , dari sesei pertama saya benar-benar memperhatikan hingga lahirlah pertanyaan dari saya

 

“Bagaimana cara agar kita fokus pada satu naskah atau proyek ? “

bla bla bla jawabanya panjang bener dah.

Hingga, jeng jeng jeng dipilih lah satu pertanyaan wanita terbaik dan laki-laki terbaik. Alhamdulilah saya yang dapet, karena saa pada waku itu pakai khimar berwarna unggu dengan baju batik  unggu dan rok hitam, nah kebetulan atau apa ini gak tahu, teman saya yang ikhwan dapet hadiah dan kebetulan di pakai baju batik unggu. MAJULAH kita berdua foto bersama, (tapi gak neempel ye ) dan serentak lah pada teriak

“Cieeeeeeee, mau kondangan dimana ? “

“ahsbgdguqwdhkjxo ” saya ngedumel

“Cieee, koq cocok sih ? janjian ya ? “

“Cie, unggu-unggu “

“Ehh cieeee abang-none “

Terus saya lihat tuh ke temen saya , pas saya perhatiin “Eh, iya koq bajunya hampir sama ya ? “

“!#@$%&*%^*%*”

 

 

Di lempar petasan,

Di lempar petasan,

Malam ini saya baru pulang dari masjid. dari pagi baru pulang malem, setelah melewati macet yang Jakarta yang sudah menjadi makanan empuk yang tak terhindarkan, biasanya saya minta jemput , tapi karena saya sedang ingin jalan , jalan lah saya dari jalan raya depan ke rumah saya  yag memang bisa dilalui jalanan sempit tapi gak sempit-sempit amat sih , atau jalan pintas… Nah , biasalah penyakit saya lagi kambuh jadi rada sakit dan pusing gitu, saya kalau pusing bawaanya emosi deh , terus terlihat dari kejauhan ada bapak-bapak sama om-om lagi berkumpul gitu di piggir jalan, tapi ada ibu-ibunya juga sih, Jalan lah saya, dan tiba-tiba ada anak cowo yag ngelempar petasan ke arah saya ,

wiusssssssssss

“JEGERRRRRRRR “

Spontan reflek lah saya lari , untung gak kena, Tapi masyaAllah saya kesel dan kaget bgt,

saya samperin dah tuh anak , entah kenapa saya langsung

“Buggg ” memulkul punggungnya dengan gerakan jeb_

Kemudian heninggggggggggg, saya langsung pergi.

 

Ah, terkadang saya kenapa ceroboh sekali memukul orang seenaknya, kalau pelatih saya sampai tahu saya mukul orang kaya gitu yah sudahlah push-up lah saya sampai jelek,

Intinya, saya gak suka di kagetin, …..

kerena, itu cukup

Karena saya dan kamu beda semester yang menandakan saya dan kamu beda gedung, karen beda gedung dan keran abeda semester saya dan kamu akhirnya hanya bertemu sesekeali saja, berpapasan seseakli saja. Dan kamu tahu ? setiap kali kamu shalat menjadi imam, aku merasa itu sudah jauh lebih dari cukup.

 

……… Tulisan ini terhenti karena yang menulis rapat dadakan …

*Beberapa target Mimpi Hidup saya..

Siapa yang hari ini belum juga bermimpi ?

Aku diam, karena aku setiap hari mengulang mimpi-mimpi itu, menjadikannya semacam film yang tidak boleh aku bosan untuk memutarnya lagi dan lagi di kepalaku. Aku menulis mimpi-mimi itu dimana-mana dan secara nyata mimpi-mimpi itu tertulis dan tertempel di dingding kamarku yang bahkan cicakpun akan membacanya penuh dengan keresahan. Kalau aku boleh bercerita, berikut ini adalah mimpi-mimpiku….

  1. Masuk UI-FIB jurusan Sastra Indonesia

Kenapa harus UI ? Lebih tepatnya karena kota depok tdak jauh dari kota Jakarta, karena UI akan mengajarkanku kerja keras agar masuk ke jurusan yang aku inginkan, kenapa harus sastra ? mau jadi apa saya ? itu adalah pertanyaan kolot dan bodoh, aku fikir buat apa memaksakan sesuatu yang tidak pernah kita sukai yang memasuki kelasnya saja tidak pernah membuat semanggat ? jadi dari pada buang uang dan menjadi mahasiswa pengeluh, aku lebih memilih masuk dan mencintai duniaku , dunia baca membaca dan tulis menulis, dunia yang kita merasa untuk mendapat jawabannya, dunia yang membuatmu berfikir bebas tampa terbeban rumus-rumus rumit yang memenjarakan otak kananmu

 

  1. Lulus dengan IPK  diatas 3,5

Aku setiap hari berkhayal  bahwa abang, kakakku dan ayah-mama akan naik ke atas meja karena atahu aku lulus dengan nila memuaskan. Semoga,

 

  1. Menjadi Relawan Pengajar

Ya Tuhan, aku tidak kuat setiap kali melihat tayangan di tv mengenai para relawan muda yang mengajar di pelosok-pelosok nusantara, aku ingin menuliskan dan bercerita dan berbagi banyak hal pada anak-anak luar biasa itu, membacakan puisi, mengenalkan unsur-unsur alam, membuat banyak hal yang bermafaat bersama mereka dan yang lebih aku suka membuatkan dongen-dongeng untuk mereka. Keinginan itu mengkuat dan mengakar setiap hari, membayangkan wajah-wajah semangat mereka yang berkisah tentang cita-cita.

 

  1. Keluar dari kota Jakarta

Apa yang salah dengan ibu kota Indonesia ini ? Tidak ada yang salah,  namun aku hanya jenuh dan muak mendegar bising kendaraan dan suara klason yang bersahut-sahutan, melihat wajah supir yang selalu masam dan marah melihat uang setoran selalu kurang, aku lelah melihat gedung-gedung  tinggi yang mnghalagi gunung di seberang sana, aku muak pada polusi yang membuat semua kesehatan menjadi memburuk, aku hanya ingin tinggal menjauh dai Jakarta, entah kemana… aku akan pergi dari kota ini.

 

 

 

  1. Berdakwah ,

Allah akan menolong orang-orang yang menolong agama-Nya, dan aku selalu takjub akan banyak hal, jalan dakwah mengajarkanku banyak hal. Mengajarkan bagaimana ukhuwah islamiyah harus terus terjaga dan aku mencintai aktivitas ini.

 

  1. Membrangkatkan kedua orang tua pergi haji

Semua orang ingin ke tanah sucinya, termasuk mama dan ayah jadi semoga aku bisa mengambulkan keinginan mereka,

 

  1. Hafal juz 30 dan 29

Menjadi penghafal al-Qur’an adalah cita-cita yang mulia saya ingin sekali ada sesuatu yang terus dijaga dalam hidup ini, yaitu ayat-ayatNya, smeoga keinginan ini terus termotivasi dan dilaksanakan dengan baik oleh saya.

 

  1. Membuat seuatu karya :Novel

Yang ini sedang dalam proses, insayaAllah terus termotivasi untuk menulis

 

  1. Mendaki Gunung.

Yang ini tidak akan pernah saya kubur sekalipun saya tahu apa yang terjadi pada sel-sel darah saya, “Jangan pernah meremehkan kekuatan seseorang , sebab Tuhanpun tidak pernah “

 

  1. Memiliki rumah baca untuk anak-anak

 Menularkan cinta membaca dan menulis agar generasi Indonesia cinta membaca dan menulis

  1. Memiliki Toko yang menjual khimar dan baju musimah yang syar’i

Ini merupakan bentuk menegakan syari’at islam..

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑