Entah kenapa , suka mau nyakar layar komputer kalau gak sengaja lihat status ikhwan yang sampai sekarang masih saya hindari dan membuat ilfiel,

Tapi pada sisi lain saya juga merasa marah sama diri saya sendiri, kenapa saya bisa ya jadi korban Gombalan gitu, ternyata bang tere benar “kita tidak akan jatuh ke lubang jika kita bisa mengendalikan harapan ”

Tidak saya pungkiri, dia memang baik sekali pada saya, mungkin saya (suka) dan ternyata perasaan itu hanyalah perasaan bodoh yang sementara, selebihnya tahu dia gombalers jadi males dan ilfiel sendiri

Setelah negara api menyerang, eh salah deng saya gak pernah sms bahkan untuk hal yang penting, dan berubah jadi orang amnesia kalau liat dia, kejam ya ? Iya, saya memang begitu

Saya adalah tipe melankolis yang susah sekali untuk melupakan, sehingga peluang memaafkan sedikt, ini snagat ironis padahal nama saya artinya “pemaaf ”

Bagi saya untuk urusan perasaan jangan main-main ,

sebab wanitaย  itu walaupun cuma ikhwan bilang

“aku akan nunggu kamu ”

dia sanggup menunggu sampai bertahun-tahun , padahal kenyataanya yang ditunggu hilang entah kemana ,

kalau saya cerita kronologisnya , kalian pasti gak bakal nyalahin saya , pasti nyalahin tuh orang. Ah, sudahlah aku pernah membuat puisi-puisi yang sendu untuknya dan sekarang puisi-puisi itu terdiam berlumut di salah satu file,

Toh pada akhirnya saya benar-benar tahu karakter ikhwan seperti apa yang harus dijauhi dan diwaspadai , dan pelajaran buat saya untuk jadi akhwat tangguh.

surat untuk ikhwan moduser: dari blog http://www.warnanisa.blogspot.com

Kalian yang dulu mematahkan hati, lelaki ..

Itu hitam kenapa berubah putih, mungkin dusta yang kau bungkus warna warni, berapa detik kau racik janji janji, semacam prosa yang manis dari bibir tapi mengalir yang asin di pipi serupa air, kau dapati warna lain pada mataku yang nyinyir, mungkin saja itu warna jantungku yang retak ke dalam butir butir, serupa kering biji kopi dari bukit jatuh bergulir. Tinggalkan aku di sini, aku akan menelan puisi kau tak perlu khawatir. Kau tak perlu khawatir.