Kamu enggak lupa, ulang tahun ku kan ?

Saya bukan seseorang yang memaksa perayaan ulang tahun, atau memaksa seseorag kawan atau siapapun orang terdekat saya untuk merayakan ulang tahun dan mengundang saya. Hari ini saya ulang tahun, tadinya hampir lupa. Setelah melihat ponsel saya yang ternyata tertinggal di ruang tamu , pagi-pagi sekali ada 4 pesan masuk, dan dua diantaranya adalah ucapan ulang tahun,

“Liana, selamat ulang tahun ya semoga panjang umur dan sehat selalu , aamiin “

“Barakallah ya de “

“Liana, sahabat ku yang baik , selamat ulang tahun ya semoga hatinya tambah cantik, semoga sehat selalu “

Ada versi gombal dari cowo-cowo Alay di facebook,

“Hyy, slammat UlTah yyA MoGGa PanjANG ummUrr “

“HaPPy BrtHdY , MogGa Qmu TmBH Cntk “

Dan saya yang membacanya pun merinding, memutuskan untuk hening beberapa menit

Lupakan ke Alay-yan seseorang,

Ada doa yang panjang sekali, seakan-akan mengertiknya saja  di penuhi kesungguhan, bagi saya ucapan ulang tahun adalah P-E-N-T-I-N-G  itu adalah salah satu bentuk bahwa “saya ada” .  Tapi dalam beberapa hal saya gak maksa-maksa orang buat ngucapin ulang tahun ke saya, sekalipun saya menganggap itu penting ketika saya ulang tahun, tapi ya gimana ya ? kadang orang itu lupa, bukan berarti “tidak penting”

Tapi tetap saja ketika seseorang mengucapkan ulang tahun bagi siapapun yang bahkan tidak merasa penting mengenai ucapan ulang tahun, tetap saja membaca pesan-pesan “selamat” itu adalah sebuah anugrah ada perasaan mengertarkan setiap kali membaca doa-doa indah itu.

Hari ini mau tak mau, saya sudah hampir menjadi dewasa, usia saya sekarang 1# tahun, dan tahun depan ternyata 1# tahun. Tidak terasa, padahal baru saja kemarin saya menjadi anak yang manja tidur dipangkuan mama, malak kakak-kakak saya memninta uang jajan banyak, padahal baru kemarin saya jadi alay eh salah deng padahal baru kemarin saya bisa main sepuasnya. Sekarang ? tidak seperti dulu, beberapa hal sangat berubah , pemahaman saya akan hakikat kehidupan, tulisan-tulisan saya juga mulai berubah seiring berjalannya waktu dan dosa-dosa saya semakain banyak yang harus saya tanggung, diusia yang ke 16 ini InsyaAllah dengan niat yang terus saya berusaha istiqomahkan, saya kan memulai hafalan al-Qur’an dan belajar bahasa arab dan bahasa inggris dengan baik, pokoknya di usia yang ke 16 ini novel saya harus jadi dan terbit. Itu perencanaan dan target saya di usia yang ke 16 ini.

Waktu memang obat terbaik, lihatlah kejadian yang sempat membuat saya terluka dalam kini hanya tinggal kenangan saja, saya tetap berlari bersama waktu, sebab waktu mengobati banyak hal, dan semoga di usia yang ke 16 ini yang tidak kalah penting saya menjadi pribadi yang bersyukur dan kuat melawan penyakit yang sedang mendiami tubuh saya …

“ Liana,

Selamat ulang tahun, semoga yang baik-baik ada di kamu “

Salam perjalanan rasa…