Kisah ini kembali tertulis dan membenai lidah, aku sampaikan kesedihanku kemarin pada angin yang berhembus, sungguh aku sangat ketakutan. Dimanakah kamu ? lihatlah, sekarang aku terlihat sangat menyedihkan dan kamu ada di sampingku

****

Deburan ombak seakan menamani hati yang sedang nelangsa ini, Matahari sore yang brsinar lembut menemani tangisku dan ceritaku tentangmu,

“Saat aku tahu aku sakit, aku memutuskan pindah ke luar kota “ aku membuka percakapan yang akan menyedihkan ini. Pria di sampingku masih menatap lurus senja di pantai

“Aku ketakutan, aku stress dlam waktu lama “ aku masih menjelaskan, sementara lelaki di sampingku masih terus terdiam.

“aku takut akan banyak hal, aku takut kamu gak bisa nerima keadaan aku ! “

Pria di sampingku menoleh dan mentapku dengan tatapa tajam

“Bicara apa kamu ? “ dia membuka suara, bertanya sinis

“Aku membicarakn hal-hal bodoh yang seharusnya tidak ada di fikiran aku, tapi kau harus sadar aku ini penyakitan dan gak bisa ngasih kamu seorang anak ! “

Air mata itu tertahan di sudut mata, rahangku mengeras menahan emosi dan air mata

“Kita akan tetap melanjutkan pernikahan !’’

Aku terdiam cukup lama, air mata itu tumpah dan senja di pantai ini benar-benar terasa menyedihkan

“Aku setiap hari mencintai kamu , kalau kamu gak ada gimana bisa aku hidup ? “ Pria di sampingku berujar

Aku menoleh, tersenyum dan menitihkan air mata lagi

“Di dunia ini, gak semua orang bisa jadi seperti bidadari , aku tahu hamil dan melahirkan adalah impian semua wanita d muka bumi ini. Tapi dalam beberapa kasus , Tuhan memberikan kamu cobaan seperti ini bukan untuk diratapi, tapi itu adalah ladang pahala untuk kamu, Kta bisa mengadopsi anak yatim di panti asuhan “

Aku tertunduk, meremas sapu tangan dan ucapan pria si sampingku benar,

“Aku ngerti, kalau orang yang dinyatakan sakit fikiran dia akan bilang dia sakit dan dia akan sakit, itu berlakukan buat kamu ? kamu dinyatakan sakit dan fikiran kamu terus bilang bahwa kamu ini penyakitan ! “

Pejaman mataku lelah lagi, tidak menyadari bahwa aku mengangukan kepalaku sendiri, ribuan butir penat hinggp penat hinggap saat itu juga mengeras di benakku

“Aku memang gak pernah sakit separah kamu, makanya Tuhan menjodohkan kita agar aku terus jadi orang yang bersyukur , “

Langit-langit senja semakin indah dan hatiku bahagia setengah mati mendegar peryataan itu

“Kesempatan untuk sembuh selalu ada, percaya sama saya , kita buat pernikahan kita bahagia “

Lelaki di sampingku tiba-tiba berdiri dari duduknya, meninggalkan aku seorang diri di pantai ini.

******

Maafkan aku sayang senja kala itu, lihatlah aku sekarang bisa melihat wajah ramahmu setiap membuka mata dan aku merasakan sel-selku yang rusak membaik

Sayang , maaf jika aku sering membuat masakan dengan rasa yang aneh, tapi kau tetap menghabiskanya, apa kau ini rakus ?

Sayang, lihatlah anak yang kita adopsi di panti asuhan ini aku beri nama Senja, persis seperti percakapan kita sebelum pernikahan.

Kamu adalah imam terbaik yang dipilhakn lagsung oleh Tuhan, dan aku ingin terus sembuh dan merangkai mimpi bersama kamu, karena hanya bersama kamu segala sesuatunya ada dan dekat,

Sayang, kisahmu benar dan aku mengerti akan satu hal “Anak kandung lahir dari rahim tapi anak angkat lahir dari hati  “

Terimakasih sayang, sepertinya aku mau pingsan lagi

Aku mencintaimu setiap hari..

******

Istriku, aku ini tampan

Itu sudah pasti, tapi aku baru sadar setelah menikah denganmu, ternyata beberapa kawanku menyampaikan kabar patah hati dari para wanita yang mengatakan aku tampan.

Dan pria yang baru sadar bahwa dirinya tampan ini ternyata sangat beruntung mempunyai istri sepertimu,

Masakananmu memang tak selalu lezat, bahkan abstrak

Wajahmu memang tidak selalu cantik , tapi sejuk untuk aku pandangi

Dan bacaan al-Qur’anmu juga tak semerdu guru ngajiku, tapi menarik

Dan saat kamu benar-benar mengabdikan hidupnya untuk menjadi istriku, aku merasa kado itu adalah kado indah dari Tuhan,

Terimakasih istriku, karena kamu memperlihatkan mata yang paling indah setiap aku membuka mata

Karena kamu, memperlihatkan senyum yang tulus di dapur saat masakanmu berkai-kali gagal,

Karena kamu, melawan sakit kamu dengan luar biasa.

Dan karena kamu sudah mau menemani hari-hariku

Terimakasih  bidadariku….

*CATATAN : Pas nulis ini cerpen , tadinya mau dibikin sad ending biar ngalahin endelss love, tapi koq jadi romantis gitu yak ? Ah sudahlah, terkadang penulis itu keren juga ya bisa membuat imajinasi yang terlampau jauh, eh saya kan masih alay eh salah maksudnya remaja gitu kenapa nulis cerita emak-emak ama bapak-bapak gini ? mana di wp kebanyakan lagi pada menggalau eh nambah-nambahin nulis begini bisa bikin merekagak move-on2 deh, oke padaintinya ini Cuma iseng aja sih, terinspirasi dari Mbak Diana dan suaminya yang luar biasaaaaaaaaa…..