Hari ini saya sangat beruntung sekali, beruntung karena menjadi remaja masjid adalah sebuah anugrah tersendiri bagi saya, Allah memberikan saya banyak jalan dan banyak anugrah melalui jalan dakwah ini. Hari ini saya dan teman-teman mengadakan acara di masjid tercinta kami, acara bedah buku “UDAH PUTUSIN AJA ! ” yang mengundang mbak Ameralda noor achni sebagai visualisasi d buku tersebut, ustad felix sibuk heheh

Terlepas dari itu semua, selesai membawakan materi dan menjawab pertanyaan-pertanyaan para peserta, saya dan beberapa teman mengerubungi mbak ameralda bertanya banyak hal, tetapi paling banyak menyangkut hal-al ta’aruf

Sehingga lahirlah pertanyaan dari diri saya ,

“Ka, bagaimana jika kita menyukai seorang ikhwan setelah cukup lama mememdam perasaan lantas dipertemuka kembali dengan ikhwan tersebut, lantas kita ingin dia menikahi kita, apakah perasaan saya ini harus melalui perantara atau saya menyatakan langsung kepada ikhwan ? bahwa saya telah memendam perasaan cukup lama ”

Entahlah, perasaan itu apakah curahan hati ? apakah curahan hati  ? ah sepertinya iya, hehehe …

dan jawaban mbak ameralda adalah..

“Lebih baik melalui perantara , sebab kalau kita langsung itu terkesan blak-blakan dan takutnya si ikhwan itu nolak kita, dan lebih baik jangan bicarakan ke dia bahwa kita memendam perasaaan sedalam dan selama itu ”

Jleb, sebenarnya saya mau ketawa guling-guling persis seperti tulisan -tulisan saya ke ikwan itu bahwa semua tulisan ini hanya isyarat yang tidak mungkin dia baca, dan aku hanya bisa menikmati bayangannya saja.

Orang-orang yang menyimpan perasaannya, menjaga kehormatan hatinya, dan menjadikan perasaan tersebut sebagai energi memperbaiki diri, maka cinta menjelma menjadi banyak kebaikan     (tere liye )