membacakan firman suci-nYa adalah sebuah energi yang tak terpatahkan untukku, kau tahu, di dunia ini ada banyak Qori tapi entah mengapa bacaanmu begitu aku senangi, apakah aku menyukai semua yang ada dalam dirimu ? termasuk suara merdumu yang menyusup ke ruang dada aling dalam, menyusup dengan lembut.

Kau tahu, saat menuliskan berlembar-lembar isi hati yang bahkan kau tidak akan pernah mengetahuinya, kau tidak akan pernah membacanya, oleh sebab itu aku memutuskan utnuk menuliskana buku imajinasi, berharap kamu adalah orang yang paling lembut membacanya. Kau tahu, kita amat berbeda jauh sekali dalam beberapa hal, kita amat berbeda aku bahkan tidak mampu mengapai dunia mu, dan aku tahu kamu mengapai semua imajiku.

Aku tadi membaca dan melihat gambar dan vidio yang memutar keindahan bukit tursina di Mesir, melihat beberapa orang bergetar takjub melihat matahari terbit dengan damainya, dan saat aku memejamkan mata nanti imajiku melayang mengantarkanku bahwa aku akan mendaki bukit tursina bersamamu , melihat matahari paling indah di dalam hidup kita. Tapi kau tidak perlu menjadi seseorang di dalam hidupku, barangkali Mendengarmu aku hanya ingin menatap bagian punggungmu saja, dan kembali pergi untuk menghapus senyummu yang menoleh biasa.

Dan kita akan tersenyum penuh syukur , matahari mendekap hangat sekujur jari yang sedari subuh mengigil , dan aku bertahun-tahun mendekap perasaan yang tak terucpkan, kemmapuan verbalku hilang di telan rasa untuk mengungkapkannya padamu, ini bukan masalah harga diri tapi ini adalah isyarat yag hanya sanggup aku kirimi melalui doa-doa panjang malam dan pagiku, untukkmu yang bahkan tidak akan menyadari itu. Tidak apa, mencintai dalam kebisuan sederhana adalah sebuah anugrah dan energi tak terpatahkan.

 

 

Dan bersama kamu, aku ingin melihat matahari dengan damai di bukit Tursina, tempat pertama Nabi Musa mlihat Rabb-Nya….