Saya menulis ini dengan perasaan sedih, wahai ikhwan modus sadarlah..

Dan pada akhirnya, semua ini terbongkar dengan sendirinya. Ternyata beberapa akhwat yang termasuk teman-teman saya setelah saya lakukan pedekatan dan interview mereka mengaku  pernah di modusin oleh ikhwan yang ternyata pernah modusin saya juga.  Dan ternyata jauh sebelum saya datang ke tempat ini, akhwat-akhwat senior di tempat ini pernah mengadakan curhat akbar bahwa ikwan modus itu benar-benar membuat jengkel dan sakit hati.

Kasusnya, ada seorang ikwan berinisial D dia adalah ketua di salah satu  organisasi berlebelkan dakhwah ( afwan saya tidak bisa menyebutkan nama organisasi aslinya ) . Jadi rupanya setiap ada anggota baru yang masuk apalagi akhwat dia akan modusin si akhwat anak baru tersebut. Dan  saya waktu itu dimodusin saya ikhwan itu dalam posisi saya anak baru di organisasi tersebut.

Karena pada waktu itu saya belum tahu sejauh mana batasan hubungan dan interaksi antara ikwan dan akwat yang sebenar-benarnya. Jadi setiap ikhwan itu sms ya saya bales, karena saya menganggap smsnya masih biasa saja berupa masalah organisasi dan tentang dakwah. Hingga tiba saatnya akupun melihat cintaku berkhianat, cintaku berkhianat dia mulai menanyakan hal lain, mula dari hal-hal remeh, dan karena pada msala itu saya benar-benar polos ya saya jawab aja dengan santai toh saya memang tidak memiliki ketertarikan lebih dalam pada ikwan modus ini.

Sampai negara api menyerang, eh salah deng.

 

Begini cara kerja dan  kalimat modus yang digunakan oleh ikhwan tersebut:

  1. Pertama dekati akwat anak baru
  2. Mulai berntanya hal-hal kecil
  3. Mulai sok perhatian, contoh : (kamu jangan lupa makan ya nanti kamu sakit, aku sedih kalau kamu sakit ) dan selalu mengucapkan selamat pagi kepada si akhwat.
  4. Fase Modus berlebihan dan keterlaluan ( aku siap koq nungguin kamu sampai kamu siap ) atau (kapan ya aku bisa jadi imam shalat kamu  )

 

Dan ketika korban sudah jatuh dalam kemodusan ikhwan ini, secara kejam ikhwan ini akan menjauh secara perlahan dari akwat yang telah dia modusin, ikhwan ini mulai mencari mangsa yang baru.

 

Well, saat membaca ini apa yang kalian rasakan ? kalau saya mah ya jujur aja “sakit hati” dan “menyalahkan diri senidri “ tapi yasudahlah pada masa itu saya tidak tahu dan belum banyak belajar lagi mengenai kemodusan dalam dunia dakwah, jadi anggap saya sebagai pelajaran

Mohon maaf sebelumnya, tulisan ini bukan sedang memojokan suatu kaum tapi tulisan ini untuk intropeksi dan ajang pengingat kepada khalayak ramai agar berhati-hati dan menjaga sikap bagaimana menghadapi ikhwan-ikhwan yang mulai terlihat modus.

 

Dan berikut ini adalah curahan hati saya, semoga entah ada apa semoga ikwan modus tersebut sadar akan kesalahannya:

 

Hati, kita bicara tentang hati tak taukah kau apa hakikat dari perasaan lembut seorang wanita ? Hati, kita bicara hati, manakala hati atau perasaan seseorang tersakiti sanggupkah engakau mendengar sayatan yang memilu di hati yang engkau lukai ? Apak karena luka yang kau buat tidak terlihat di matamu ? Kau tahu, luka di dalam memang tidak terlihat tetapi membekas secara ironis,

Lelaki  jika saja kau tahu, malam kelam dengan harapan yang telah dipangkas habis olehmu, kau pendusta, kau munafik. Kau biarkan para hati menyukai dirimu lantas kau akan permainkan dan tinggalkan,

Bagiamana jika itu terjadi pada ibumu ? Bagaimana jika itu terjadi pada saudara perempuanmu ? Sanggupkah kau mndengar rintihan pilu hati yang kau dustai dengan janji warna-warni..?

Lelaki, kita bicara hati maka aku meraplkan doa sekhusyu-khusyunya agar ada yang mengetuk pintu hatimu , atau haruskah kau mendapatkan karma dari apa yang telah kau dustai , haruskah kau kehilangan wanita yang kau cintai ?

Lelaki, bila hati sudah nelangsa begini ajarkan hati yang kau rapuhkan untuk bangkit kembali, jangan pergi dengan meninggalkan bayangan janji warna-warni.

 

 

 

 

“IKWAN MODUS DAN PHP TIDAK PANTAS DIJADIKAN CALON SUAMI “