Sabtu, 16 Februari 2013

Mukhayyamat Taajul Waqaar

 

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Dengan segala kuasa-Nya, Dengan segala rasa syukur dan rasa bahagia, saya sangat gembira, sangat beruntung bisa ikut berpartisipasi, bisa menjadi salah satu duta dari duta-duta indonesia untuk rakyat palestina, duta indonesia untuk rakyat palestina adalah duta indonesia yang dipersiapkan untuk mengikuti mukhayyamat-taajul waqaar, yang dibina oleh Daarul Qur’an Al-kareem wa sunnah, kami dikirim untuk belajar Al-qur’an sembari mengirim bantuan, dan berbaur dengan rakyat palestina, untuk mengetahui segala hal yang bisa diketahui tentang palestina, contohnya tentang bagaimana cara rakyat palestina hidup dengan Al-qur’an, dan banyak hal lainnya.

Mukhayyamaat Taajul Waqaar.

Perkemahan untuk menghafal qur’an, Perkemahan Mahkota kemuliaan.

Ketika semua orang di dunia sibuk liburan, sibuk ke tempat yang ramai, menyibukkan diri dengan hal-hal duniawi, orang-orang palestina juga menyiapkan liburannya, sibuk beramai-ramai, sungguh sibuk sekali. bedanya, orang-orang lain sibuk dengan hal-hal duniawi, orang-orang pelestina sibuk sekali dengan akhiratnya bahkan mencakup duniawi-nya juga, mereka selalu rajin menghafal qur’an, memperbanyak waktunya dengan Al-qur’an, menyibukkan diri di masjid, maka benar-benar ramailah semua masjid, dan mukhayyamat taajul waqoor adalah program yang diusung oleh Daarul Qur’an Al-kareem wa sunnah, Program yang mewadahi kegiatan menghafal Al-qur’an di palestina.

Perkemahan Mahkota kemenangan , program yang diadakan setahun sekali, dilaksanakan saat musim panas tiba, berdurasi tiga bulan, Perkemahan ini dilakukan di masjid-masjid, maka tak mengukir besar-kecil masjid, semuanya benar-benar ramai oleh Al-Qur’an, dengan ustadz-utadz nya yang kebanyakan juga dari pemuda-pemuda nya, kualitas nya sangat tak diragukan.

Maka, program ini dalam setahun-nya mencetak belasan ribu generasi Al-qur’an , subhanallah sekali, ini saja baru yang konkret dihitung, belum lagi yang tak sempat dihitung, dugaan saya, sangat tidak menutup kemungkinan pertahun nya Palestina mencetak puluhan ribu penghafal qur’an. Ini generasi yang sangat diharapkan, dan bagusnya, di program ini mereka tak di ajarkan tentang Al-Qur’an saja, mereka diajarkan hadits, tarikh (sejarah), dll. Ketika hari libur tiba, hari Jum’at yang selalu mulia, di adakanlah acara rihlah, yang fungsinya me-refresh kembali semangat para calon Huffazh.

Hari Rabu Tanggal 04/07/2012, saya dan rombongan sampai di palestina, ini semua dalam kuasa-Nya, kami berhasil melewati perbatasan mesir yang terbilang tak mudah, kemudahan ini didapat setelah perubahan politik, pemerintahan di mesir, Dr.Mursi sudah mulai memimpin, yang semoga Allah memudahkan jalan-nya dalam mengemban amanah, menjadikan Mesir jauh lebih baik dari sebelumnya, Allah benar-benar membuka jalan kepada rombongan kami untuk masuk ke dalam palestina.

Apa yang kau bayangkan tentang palestina? Negara yang benar-benar terjajah, tak ada bangunan besar, tak ada makanan enak, tak ada tempat bermain, sangat sulit untuk hidup, itukah? Dan itu memang yang saya bayangkan, tapi itu semua benar-benar pengetahuan saya yang salah, Palestina negara yang benar-benar memperjuangkan tanahnya, membangun kembali bangunan yang runtuh, menghijaukan kembali alam, menanam segala jenis tumbuhan, menternak hewan ternaknya dengan baik, membangun kembali tempat bermain untuk anaknya, dan be ramai-ramai membuat kehidupan mereka menjadi mudah, saling tolong-menolong, dan masih banyak lainnya yang tidak saya ketahui.

kami sampai ke tempat yang akan kami tempati, tepat ketika adzan Ashar, sampailah kami ke masjid yang besar, empat tingkat sederhana, luas dan ramai benar jamaah nya, Masjid Al-Abrar namanya, di daerah Rafah, dan di tingkat empat itulah kami akan menetap sebulan ke depan.

Esoknya, kami diundang oleh kepala kampungnya, disuguhkan makanan, hanya bisa bilang subhanallah lagi, karena yang disuguhkan itu banyak sekali, pertama kami makan nasi-daging, satu nampan besar, itu porsi enam orang tapi itu diperuntukkan tiga orang saja,kenyang sekali, tapi suguhannya belum selesai, mereka memberikan halawah, semacam kue-kue manis khas timur tengah, dengan macam-macam bentuknya, enak sekali, dan suguhannya benar-benar belum selesai, mereka memberikan buah-buahan, bermacam-macam buahnya ada anggur, santaroza, khukh,apel, pir, dan masih ada beberapa macam lainnya. Ini benar-benar di luar dugaan, suguhan ini lebih dari cukup, istimewa sekali, dan dalam sebulan kedepanpun kami terus diundang ke rumah-rumah, ke masjid-masjid, tak pernah bolos sehari pun, suguhannya pun tak kalah hebat, macam nya pun tak kalah banyak, ini semua benar-benar keberkahan Al-qur’an ditanah yang diberkahi.

Satu senja di masjid Al-Abrar, ketika warna oren lekat sekali dilangit, kami yang hampir selesai menyelesaikan tahfidz yang memang jadwalnya pagi dan sore, pagi dari jam sembilan hingga jam satu lewat (dzuhur) dan sore, setelah sholat ashar hingga maghrib, Darul Quran Al-Kareem Wa Sunnah Rafah, mengumpulkan anak-anak disekitar situ yang juga berpasrtisipasi dalam program mukhayyamat taajul waqaar, dibuatlah lingkaran besar, semacam halaqah lalu di mulailah acara menjelang maghrib, dimulai dari sambutan ketua Daarul Quran Al-Kareem Wa Sunnah, Ustadz Shalah Al-Ghuul yang biasa dipanggil dengan Abu Mu’min, Kunniah/panggilan yang memang sudah menjadi tradisi orang Arab. Lalu sedikit kalimat dari ketua duta qur’an Indonesia, Ustadz Agus Sudjatmiko, yang biasa dipanggil Abu Ussaid Al-Ghazzawi, setelahnya, bacaan Al-Qur’an dan Nasheed dari para duta qur’an Indonesia, dan tahukah? Alahmdulillah, Suara kami disenangi oleh mereka (Bangsa Palestina) dan dengan keberkahan Al-Qur’an yang dengan membacanya, satu bulan penuh kedepan kami sibuk diundang dari segala penjuru Palestina, Ghaza, Khonyunis, Rafah dominan nya, menghadiri Acara, seperti perayaan Anak yatim, buka puasa bersama, menjadi Imam Isya dan Tarawih Di Masjid-masjid dan banyak lagi macam-macam acaranya, dan puncaknya, kegiatan para duta indonesia disiarkan di TV Al-Aqsa dan dua TV lainnya, serta dimuat di Koran Harian Palestine dan beberapa koran lainnya.

Melanjutkan acara tak resmi sore itu, setelah kami melantunkan ayat suci Al-Qur’an dan menyanyikan beberapa Nasheed, Abu Mu’min mempersilahkan anak-anak palestina bagi yang mau menampilkan sesuatu, dan inilah yang membuat saya takjub, anak-anak dan remaja mereka begitu berani, semangatnya luar biasa, ketika suruh mengangkatkan tangan, maka serentak sedetik setelah perintah itu semua tangan terangkat, dan tak ada yang setengah-setengah terangkatnya, semua terangkat dengan sempurna bahkan hingga berebut, mereka tak pernah berpikir, akan memalukankah dirinya, tak pernah, mereka tak malu sehingga tidak memalukan, yang mereka pikir, bagaimana dia berkontribusi dalam sesuatu, memberikan yang terbaik yang mereka punya, maka penampilan-penampilan itu berlanjut menarik, benar-benar apa adanya, berkualitas sekali, walau ada yang melantunkan surat Al-Ikhlas saja, ada juga yang menyanyi, berpuisi, melantunkan syair, banyak sekali macam-macam tampilannya, kreatif sekali, sepadan dengan jumlah anak-anak dan remaja.

Palestina, bumi Ghaza, tanah yang dijanjikan, tanah perjuangan, bumi yang di dalamnya terjadi peristiwa Al-Isra’ wa Al-Mi’raj, tanah yang di dalamnya terdapat Masjid Al-Aqsha, yang pertama kali menjadi arah (qiblat) ketika menghadap Allah, tanah yang benar-benar diberkahi, maka bumi Ghaza ini benar-benar mebuat kita belajar tentang banyak hal, membuat kita mengerti tentang pemahaman-pemahaman yang baik, benar-benar mengambil hati orang yang masuk ke dalamnya.

Orang-orang Palestina sangat baik dalam menyambut tamu, maka kunjungan adalah aktifitas sehari-hari kami, setiap kunjungan selalu membuat kami belajar, belajar apa arti sabar, apa arti ikhlas, apa arti pengorbanan, apa arti kematian, dan apa arti kehidupan yang sebenarnya, satu dua kunjungan benar-benar membuat saya kagum, heran, menyentuh, semua rasa menjadi satu.

Hari demi hari berlalu, Rafah semakin panas, tapi hati kami makin sejuk, senang sekali tinggal dengan mereka, murah senyum, selalu menyapa, selalu mengajak ngobrol walau itu waktu tahfidz, sampai-sampai kesal sedikit dibuatnya (sama anak-anak), tapi kesal itu terbuat karena kita sendiri yang tidak terbiasa, apa pun juga, niat mereka selalu baik. Satu watu kami diundang untuk menghadiri pengambilan magister Abu Al-baraa, Ustadz yang berdomisili di Rafah, ustadz yang mengajari bagaimana membaca Al-Qur’an seperti Rasulullah membaca, dia yang memberikan sanad kepada pemuda- pemuda hafal-qur’an, dan dia adalah gurunya ustadz kami, oh-iya, yang mengajari kami di mukhayyamat taajul waqaar, ialah Ustadz Abdullah Sharafandi, ia masih muda sekali, umurnya baru sembilan belas tahun, baik sekali dalam mengajar, ia menjelaskan kesalahan sampai kami mengerti, memperbaikinya dengan apik, itu cukup sulit, mengingat bahasa arab kami yang masih lemah sekali, dan hebatnya ia akan melanjutkan studinya di bidang kedokteran.

Acara pengambilan magister itu dilaksanakan di Universitas Islam di Ghaza, berangkatlah kami kesana, maka bayangan tentang ghaza yang sebelumnya benar-benar salah, Kalian tahu, fakta-nya: Universitas ini besar sangat, luas pula, bangunan-bangunan tinggi menjulang, ada lapangan bola bersama tribunnya, kantin yang besar, taman yang hijau, tempat duduk yang panjang, bunga yang mekar, semuanya tertata rapi, terlihat juga beberapa bangunan yang hampir jadi, ini semua lebih dari hebat bagi tempat yang kau bilang terjajah, dan sayangnya saya tak pandai berdeskripsi tempat, hanya kata luar biasa yang mungkin bisa mewakili nya. Saya kira, sangat memungkinkan, kalau kau mengunjungi nya maka kau akan sangat tertarik untuk melanjutkan pendidikan di sana.

Bulan puasa telah datang, maka bangsa palestina memang sangat baik benar dalam menyambut, termasuk dalam menyambut bulan Ramadhan, menghiasi masjid, meramaikan masjid sebulan penuh, maka kalau ditanya bangunan apa yang paling sibuk,ramai,banyak kegiatan, masjidlah jawabannya, ramai benar dan waktunya bukan waktu sholat tarawih saja, semua waktu, lantunan ayat suci Al-Qur’an selalu terdengar, yang membedakan kita dan mereka apa, mereka konsisten, mereka istiqamah dalam meramaikan masjid, maka dari hari pertama dan seterusnya, masjid selalu ramai, masjid benar-benar hidup, masjid benar-benar menjadi pusat kehidupan di Palestina.

Palestina, negara yang indah, ketika yahudi dengan pengecutnya selalu mengirim roket untuk menghancurkan bangunan mereka maka tanpa segan mereka bangun kembali, Masjid Al-Abrar, masjid yang kami tempati, masjid itu pernah dibom ditahun 2009-an, sekarang sudah berdiri tegak walau terlihat lebih sederhana, Bangunan pusat TV Al-Aqsha, sudah beberapa kali dibom, ketika kami mengunjunginya sudah rapi tertata seperti tak pernah ada bom yang menghancurkan bangunannya. Dan tak terhitung beberapa bangunan lagi yang sudah dibom dan dibangun kembali, kalau bangunannya seperti itu, bagaimana dengan staff,peliput berita, wartawannya? Mereka semua sudah sangat siap memenerima resiko, nyawa mereka adalah jaminannya, untuk memberi kabar kesesama, untuk menghidupkan aktifitas negara, mereka tahu betul apa itu pengorbanan, maka ketakutan mereka hanyalah untuk Allah Azza Wajalla.

Palestina, janganlah kau anggap negara kecil, kumuh, berdoalah selalu agar negeri ini cepat dimerdekakan, nyatanya, palestina dengan keterbatasan hubungan luar, mereka tetap berusaha membangun negara mereka, di Khanyunis (salah satu propinsi) ada kota Al-Ashda, di dalamnya ada beraneka macam tempat bermain, kolam renang, tempat makan, hamparan rumput hijau luas membentang, hamparan pasir pun luas, beberapa panggung buat acara, seperti ancol di indonesia walaupun permainan dan tempatnya sangat jauh berbanding.

Palestina, benar-benar membuat saya jatuh cinta, benar-benar membuat saya belajar , semua keindahan yang saya dapat di sini, tak akan pernah berhasil saya tulis, tak pernah berhasil saya ucap, dan tak akan pernah berhasil saya lukis, karena sejatinya memang hati saja yang benar-benar mengerti dan paham, walau tak semuanya sekarang, yang semoga kedepannya saya akan mengerti pemahaman yang baik seperti yang mereka miliki, yang tahu betul apa arti kehidupan di jalan Allah.

Palestina, tanah yang di berkahi, hari berlalu dengan cepat, rasanya baru kemarin datang, tanah ini benar-benar memberikan perbedaan, mungkin perpisahan adalah hal yang paling menyakitkan, tapi sebulan sudah, waktu tak pernah bisa dibantah. Palestina, kemerdekaan sudahlah menjadi hak, kebenaran selalu tepat, tak akan pernah ada kesalahan dalam rotasi kebaikan, semua sudah sempurna tertulis di law-mahfuzh sana, Entah-lah apa yang benar-benar diartikan tepat dalam hal ini, terlalu banyak, menjadi relatif, tapi yang jelas, yang pasti, Allah sungguh maha bijaksana, Allah selalu tahu cara yang terbaik buat hamba-hambanya, sungguh, kekuasaan Allah lebih kuasa dari apa yang ada, Janji Allah lebih pasti dari bumi berotasi, Janji Allah sungguh lebih pasti dari terbitnya matahari esok hari di waktu pagi.