Search

Pengeja rasa

Perempuan gila yang melakukan perjalanan menemukan bentuk

Month

July 2013

*Mencintai kelas, mencintai matematika (ah, jalani saja .. )

*Mencintai Kelas, mencintai IPA..
Rasa-rasanya tulisan ini agak berat untuk diceritakan, tapi entah mengapa saya sedang berfilisofi mengenai Kelas –kelas kita. Ruangan itu bernama “Kelas” nama yang amat sederhana bukan, sederhana sekali. Tapi ruangan itu terkadang membuat tidak nyaman, atau nyaman sekali. Entah, tergantung kita berada pada posisi mana. Berkali-kali saya harus menikam hati saya, memahami semua takdir, bahwa saya benar-benar duduk di kelas IPA.
Bicara IPA , bagi saya adalah bicara belajar mencintai. Saya selalu mengibaratkan bahwa hidup sperti sedang membawa kendaraan, dan untuk kali ini saya banting stir ke kelas IPA, gelap…. hampa…. sedih rasannya. Ketika memulai berjalan di kelas ini.
Pada awalnya, saya sudah yakin sekali bahwa saya akan masuk IPS, niat itu sudah bulat sekali. Tapi, Tuhan berkehendak lain, menakdirkan lain. Saya sempat sesak melihat jam-jam pelajaran berhitung dan logika. Seperti sedang berada di negeri orang lantas mencicipi makanan khas yang sama sekali tidak cocok dengan lidah saya. Pada waktu itu, saya benar-benar merasa saya tidak mampu!.
Barangkali, ini adalah trauma yang sudah menikam pemahaman saya, selama bertahun-tahun. Saya ingat sekali, seorang guru SD telah membuat semangat dan harapan saya patah sekali, amat patah. Dan itu berberkas ke 3 tahun selanjutnya. Saya tidak pernah percaya pada kemampuan matematis saya. Bagi saya , saya masih murid yang Guru saya anggap adalah “Tidak mampu “.
Tapi perlahan kemudian, saya terus berusaha mencintai pelajaran yang berbau hitung menghitung, saya pernah merasa,  saya dan IPA adalah suami istri yang dinikahkan secara terpaksa, tapi pada akhirnya saya meyakini ini bahwa, IPA mungkin bisa mengantarkan saya kesuatu tempat, atau apapun yang bermanfaat bagi orang lan. Saya jadi teringat Ayah saya yang meninggal karena sakit, pada masa itu dokter jarang sekali. Tapi bukan berarti saya lantas ingin menjadi dokter. Tidak, saya tetap mencintai diri saya, mencintai apa yang telah menjadi darah saya. Saya mencintai murid-murid di sekolah, saya mencintai agama saya, saya mencintai dunia tulis menulis. Maka saya tetap ingin menjadi Guru dan berdakwah salah satunya dengan menulis.
Bagaimanapun, IPA adalah salah satu teman menapaki hidup,  saya rasa tidak ada ilmu yang tidak berguna di dunia ini, mungkin saya memang harus berlelah-lelah di kelas ini, belajar mencintai semua yang ada si IPA, terutama Pengaris, saya tidak suka memakai pengaris. Tapi pada akhirnya pengaris memang menjad barang yang penting. Semoga, dengan terus berusaha belajar dan belajar dengan berproses mencintai IPA, suatu hari nanti kelak… saya ingin benar-benar menjadi orang yang berguna di masa depan.
Setiap kali tidak sengaja bertemu guru-guru yang dulu meremehkan kemampuan saya, lantas mereka bertanya saya sekolah di mana ? dan saya akan ditanya mau ngambil IPA atau IPS ? Saya menjawab dengan tersenyum, “Saya sudah di IPA “ lantas mereka akan  tersenyum “Bagus, hebat kamu nak … “
Saya tidak bisa menyebutnya hebat atau tidak, sepanjang saya di kelas itu hanya menjadi supu-supu (Sekolah pulang-sekolah pulang) tidak ada ilmu yang di pahami, Suatu malam saya pernah menangis melihat 11 target hidup saya, salah satunya adalah IPK saya harus  diatas 3,2. Saya membenak, benar-benar harus bekerja keras, berkali-kali saya dimarahi, diremehkan, semua mengangap saya anak yang pandai bukan ? Tidak, sejatinya saya tidak panadai dan saya lebih menyukai   kecerdasan.
Barangkali,belajar mencintai IPA membawa saya pada satu titik kebahagian, Tuhan mempunyai cara yang amat indah untuk mengajarkan sesuatu kepada saya, apa itu kerja keras, kerja cerdas, kesabaran dan doa. Apapun hasilnya, saya adalah tipe orang yang menerima. Semoga keikhlasan itu tetap bersemayam di diri saya, menerima semua apapun kehendaknya. Karena yang terpenting adalah proses bukan tujuan..
Sedikit banyak, kita harus memahami. Bahwa saya rasa kadang untuk menjadi A kita harus melewati jalan B, karena hidup bukan sekedar pilihan. Sebab, jika hidup hanya sebuah pilihan. Bagaimana jika kita ternyata mendapat pilihan ke sekian kalinya. ? Sudahlah, kita tutup catatan ini dengan damai
*Catatan ini untuk kita yang Gak bisa nyerah, karena gak ada kesempatan untuk nyerah..
 
Mataram, 09-05-13
 
 
Itu catatan saya sudah lama sekali dan kenyataannya apa yang sedang saya rasakan, barusan saya toss sama mbak zie mengenai pelajaran matematika dan pelajaran fisika yang aneh bin ajaib, jujur saya dominan otak kanan, otak kiri saya loading sekali tapi saya heran, kenapa seringnya orang2 bangga dengan kecerdasan otak kiri mereka, saya bukan hendak memaki ciptaanNya, tidak yang saya sesalkan adalah sifat orang-orang di dunia ini dalam menilai kecerdasan berdasarkan angka-angka…
 
Saya kehilangan kepercayaan besar terhadap nilai-nilai di ijasah dan rapot, apalagi yang saya tau persis anaknya males bener dan jarang masuk tapi nilainya di atas saya ? setelah saya selidiki ternyata woooooooooo setiap ulangan nyontek ke teman saya yang pinter!!!
 
Oke baiklah saya tidak sedang membadingkan kanan dan kiri, tapi kalau boleh jujur saya muakkkkkkkk dengan orang-orang yang punya kecerdasaan otak kiri yang selalu ngatain orang2 yang kecerdasan otak kanan bodoh !!!
 
Saya juga berfikir buat apa sih NEGARA INI memaksa anak-anaknya pilih jurusan yang tidak disukai hasilnya apa ? TIDAK MAKSIMAL. sekalipun itu penting kalau yang namanya pemaksaan pasti ada dampaknya, jujur ya saya tertekan banget di jurusan ipa, apalagi tahu dosen nya bu arlis , yang kalau marah begini
 
” Kamu maju nmor satu “
“Kamu nomor dua “
“Kamu nomor tiga “
“Saya hitung sampai lima gak maju, KELUAR “
 
 
dan akhirnya banyak yang keluar karena gak bisa, saya bagaimana ? saya ini udah lola matematikanya kalau ketemu guru seperti itu jadi ketakutak, sakit saya kambuh..
seperti yang dilansir di :
Mathgoodies, Senin (15/3/2010) ada beberapa hal yang membuat anak-anak takut dengan pelajaran matematika, yaitu:

  1. Tidak suka dengan guru yang mengajarnya.
  2. Misal, gurunya suka marah-marah, galak atau memiliki wajah seram sehingga membuat anak-anak menjadi takut dan mengakibatkan dirinya sulit menerima pelajaran tersebut.
  3. Lebih banyak menggunakan angka-angka yang abstrak atau tidak nyata.
  4. Anak-anak belum sepenuhnya memahami untuk apa ia mempelajari angka-angka tersebut. Terlalu banyak menggunakan rumus sehingga terkadang membuat anak menjadi bingung.
  5. Anak-anak sudah sering mendengar bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit, hal ini akan membuat anak-anak menjadi takut dan tidak tertarik dengan pelajaran tersebut.

Selain itu ketakutan yang sebenarnya dari pelajaran matematika adalah anak takut jika jawaban yang didapatkannya salah, karena jawaban yang salah berarti kegagalan sehingga anak dituntut untuk selalu bisa memberikan jawaban yang benar.

 
nah bener banget dah tuh,,,,, dan yang lebih pentignya lagi orang2 mah bangga kalau anak-anak mereka jago matematika,.. ah sudahah, sabar tinggal beberapa 3 semester lagi, terus keluar masuk UI jurusan sastra Indonesia, keren kan gak ada matematikanya..
 
“Ya Allah, hilangkanlah segala kebencian dan kecemasan apapun, yakinkan aku bahwa ini sudah takdir dan yakinkan aku bahwa aku bisa melakukan yang terbaik dan jujur . tidak seperti orang2 di luar sana yang sibuk mencontek, ya Allah aku rindu sistem pendidikan zaman Khilafah, yang hanya mampu aku baca sejarahnya saja. yang membuat hati ini bergetar bahwa aturanMU jauh lebih indah dan lebih baik dari pada sistem kapitalis di negara ku ini… Ya Allah, luluskan lah aku dan mudahkan aku … ” Aamiin

*Surat Kinanthi untuk Ajuj

Sudahlah..

Aku sudah tidak punya doa untukmu.

Selesai Tuhan sudah terlalu baik. Tidak pantas aku merepotkan Dia terus-menerus . Bukankah sudah hampir 20 tahun kau sibukan aku dengan doa-doa sebelum tidur ?

Lanjutkan hidupmu. Tetapi, aku tidak akan meminta izin jika sewaktu-waktu ingin menggambar wajahmu. Aku harap bukan dengan air mata. Aku bosan. Penyiksaan itu sudah menua. Ketika setiap ingatan tentang engkau mengubah keceriaan.

Aku tak menjanjikan apa pun. Tidak, bahwa aku akan melupakanmu atau malah mengabadikan tawamu. Bukankah sejak namamu ada di kepalamu, hampir dua puluh tahun lalu, aku pun tidak pernah berkata apa-apa?

Langit adalah arenamu, terbanglah. Aku tidak akan berkata apa-apa. Ini bukan sebuah pengorbanan , sebab aku memang tak pernah merasa brhak atasmu. Egkau akan selalu menjadi keajaiban bagiku. Bahkan diammu, dulu.

Terimakasih, karena engkau pernah menangis untukku. Aku tidak pernah pernah bertanya, dna engkau pun membiarkannya sebagai misteri. Mengapa harus berkaca-kaca ?Hnaya sekali, itu sudha cukup untuk membangun surga di mimpiku. Engkau tak harus tahu, penjaraku membuat setiap jeda napasku adalah kebuntuan.

Apa di masa depan, biarkan

Bahkan engkau akan tetap remaja, meski usia kita kelak telah menua. Aku yang berdosa . Bahkan mengingatmu mungkin.. adalah dosa. Tetapi , bukankah kau tahu, aku terlahir dengan jubah dosa ?

Ah, aku ingin berbagi mimpiku dulu. Aku hanya butuh sepotong sore yang tenang, angin sepoi pda pucuk-pucuk ilalang. Kita menikmati matahari dan sinarnya yang kelelahan. Tetapi mimpi itu tidak pernah menyata meski aku memiliki surga

:*Surat Kinanthi untuk Ajuj dari novel Kinanthi karya tasaro GK

Tidak memiliki rahim tidak masalah sayang,,

Kisah ini kembali tertulis dan membenai lidah, aku sampaikan kesedihanku kemarin pada angin yang berhembus, sungguh aku sangat ketakutan. Dimanakah kamu ? lihatlah, sekarang aku terlihat sangat menyedihkan dan kamu ada di sampingku

****

Deburan ombak seakan menamani hati yang sedang nelangsa ini, Matahari sore yang brsinar lembut menemani tangisku dan ceritaku tentangmu,

“Saat aku tahu aku sakit, aku memutuskan pindah ke luar kota “ aku membuka percakapan yang akan menyedihkan ini. Pria di sampingku masih menatap lurus senja di pantai

“Aku ketakutan, aku stress dlam waktu lama “ aku masih menjelaskan, sementara lelaki di sampingku masih terus terdiam.

“aku takut akan banyak hal, aku takut kamu gak bisa nerima keadaan aku ! “

Pria di sampingku menoleh dan mentapku dengan tatapa tajam

“Bicara apa kamu ? “ dia membuka suara, bertanya sinis

“Aku membicarakn hal-hal bodoh yang seharusnya tidak ada di fikiran aku, tapi kau harus sadar aku ini penyakitan dan gak bisa ngasih kamu seorang anak ! “

Air mata itu tertahan di sudut mata, rahangku mengeras menahan emosi dan air mata

“Kita akan tetap melanjutkan pernikahan !’’

Aku terdiam cukup lama, air mata itu tumpah dan senja di pantai ini benar-benar terasa menyedihkan

“Aku setiap hari mencintai kamu , kalau kamu gak ada gimana bisa aku hidup ? “ Pria di sampingku berujar

Aku menoleh, tersenyum dan menitihkan air mata lagi

“Di dunia ini, gak semua orang bisa jadi seperti bidadari , aku tahu hamil dan melahirkan adalah impian semua wanita d muka bumi ini. Tapi dalam beberapa kasus , Tuhan memberikan kamu cobaan seperti ini bukan untuk diratapi, tapi itu adalah ladang pahala untuk kamu, Kta bisa mengadopsi anak yatim di panti asuhan “

Aku tertunduk, meremas sapu tangan dan ucapan pria si sampingku benar,

“Aku ngerti, kalau orang yang dinyatakan sakit fikiran dia akan bilang dia sakit dan dia akan sakit, itu berlakukan buat kamu ? kamu dinyatakan sakit dan fikiran kamu terus bilang bahwa kamu ini penyakitan ! “

Pejaman mataku lelah lagi, tidak menyadari bahwa aku mengangukan kepalaku sendiri, ribuan butir penat hinggp penat hinggap saat itu juga mengeras di benakku

“Aku memang gak pernah sakit separah kamu, makanya Tuhan menjodohkan kita agar aku terus jadi orang yang bersyukur , “

Langit-langit senja semakin indah dan hatiku bahagia setengah mati mendegar peryataan itu

“Kesempatan untuk sembuh selalu ada, percaya sama saya , kita buat pernikahan kita bahagia “

Lelaki di sampingku tiba-tiba berdiri dari duduknya, meninggalkan aku seorang diri di pantai ini.

******

Maafkan aku sayang senja kala itu, lihatlah aku sekarang bisa melihat wajah ramahmu setiap membuka mata dan aku merasakan sel-selku yang rusak membaik

Sayang , maaf jika aku sering membuat masakan dengan rasa yang aneh, tapi kau tetap menghabiskanya, apa kau ini rakus ?

Sayang, lihatlah anak yang kita adopsi di panti asuhan ini aku beri nama Senja, persis seperti percakapan kita sebelum pernikahan.

Kamu adalah imam terbaik yang dipilhakn lagsung oleh Tuhan, dan aku ingin terus sembuh dan merangkai mimpi bersama kamu, karena hanya bersama kamu segala sesuatunya ada dan dekat,

Sayang, kisahmu benar dan aku mengerti akan satu hal “Anak kandung lahir dari rahim tapi anak angkat lahir dari hati  “

Terimakasih sayang, sepertinya aku mau pingsan lagi

Aku mencintaimu setiap hari..

******

Istriku, aku ini tampan

Itu sudah pasti, tapi aku baru sadar setelah menikah denganmu, ternyata beberapa kawanku menyampaikan kabar patah hati dari para wanita yang mengatakan aku tampan.

Dan pria yang baru sadar bahwa dirinya tampan ini ternyata sangat beruntung mempunyai istri sepertimu,

Masakananmu memang tak selalu lezat, bahkan abstrak

Wajahmu memang tidak selalu cantik , tapi sejuk untuk aku pandangi

Dan bacaan al-Qur’anmu juga tak semerdu guru ngajiku, tapi menarik

Dan saat kamu benar-benar mengabdikan hidupnya untuk menjadi istriku, aku merasa kado itu adalah kado indah dari Tuhan,

Terimakasih istriku, karena kamu memperlihatkan mata yang paling indah setiap aku membuka mata

Karena kamu, memperlihatkan senyum yang tulus di dapur saat masakanmu berkai-kali gagal,

Karena kamu, melawan sakit kamu dengan luar biasa.

Dan karena kamu sudah mau menemani hari-hariku

Terimakasih  bidadariku….

*CATATAN : Pas nulis ini cerpen , tadinya mau dibikin sad ending biar ngalahin endelss love, tapi koq jadi romantis gitu yak ? Ah sudahlah, terkadang penulis itu keren juga ya bisa membuat imajinasi yang terlampau jauh, eh saya kan masih alay eh salah maksudnya remaja gitu kenapa nulis cerita emak-emak ama bapak-bapak gini ? mana di wp kebanyakan lagi pada menggalau eh nambah-nambahin nulis begini bisa bikin merekagak move-on2 deh, oke padaintinya ini Cuma iseng aja sih, terinspirasi dari Mbak Diana dan suaminya yang luar biasaaaaaaaaa…..

Kamu gak lupa kan sama ulang tahun aku ?

Kamu enggak lupa, ulang tahun ku kan ?

Saya bukan seseorang yang memaksa perayaan ulang tahun, atau memaksa seseorag kawan atau siapapun orang terdekat saya untuk merayakan ulang tahun dan mengundang saya. Hari ini saya ulang tahun, tadinya hampir lupa. Setelah melihat ponsel saya yang ternyata tertinggal di ruang tamu , pagi-pagi sekali ada 4 pesan masuk, dan dua diantaranya adalah ucapan ulang tahun,

“Liana, selamat ulang tahun ya semoga panjang umur dan sehat selalu , aamiin “

“Barakallah ya de “

“Liana, sahabat ku yang baik , selamat ulang tahun ya semoga hatinya tambah cantik, semoga sehat selalu “

Ada versi gombal dari cowo-cowo Alay di facebook,

“Hyy, slammat UlTah yyA MoGGa PanjANG ummUrr “

“HaPPy BrtHdY , MogGa Qmu TmBH Cntk “

Dan saya yang membacanya pun merinding, memutuskan untuk hening beberapa menit

Lupakan ke Alay-yan seseorang,

Ada doa yang panjang sekali, seakan-akan mengertiknya saja  di penuhi kesungguhan, bagi saya ucapan ulang tahun adalah P-E-N-T-I-N-G  itu adalah salah satu bentuk bahwa “saya ada” .  Tapi dalam beberapa hal saya gak maksa-maksa orang buat ngucapin ulang tahun ke saya, sekalipun saya menganggap itu penting ketika saya ulang tahun, tapi ya gimana ya ? kadang orang itu lupa, bukan berarti “tidak penting”

Tapi tetap saja ketika seseorang mengucapkan ulang tahun bagi siapapun yang bahkan tidak merasa penting mengenai ucapan ulang tahun, tetap saja membaca pesan-pesan “selamat” itu adalah sebuah anugrah ada perasaan mengertarkan setiap kali membaca doa-doa indah itu.

Hari ini mau tak mau, saya sudah hampir menjadi dewasa, usia saya sekarang 1# tahun, dan tahun depan ternyata 1# tahun. Tidak terasa, padahal baru saja kemarin saya menjadi anak yang manja tidur dipangkuan mama, malak kakak-kakak saya memninta uang jajan banyak, padahal baru kemarin saya jadi alay eh salah deng padahal baru kemarin saya bisa main sepuasnya. Sekarang ? tidak seperti dulu, beberapa hal sangat berubah , pemahaman saya akan hakikat kehidupan, tulisan-tulisan saya juga mulai berubah seiring berjalannya waktu dan dosa-dosa saya semakain banyak yang harus saya tanggung, diusia yang ke 16 ini InsyaAllah dengan niat yang terus saya berusaha istiqomahkan, saya kan memulai hafalan al-Qur’an dan belajar bahasa arab dan bahasa inggris dengan baik, pokoknya di usia yang ke 16 ini novel saya harus jadi dan terbit. Itu perencanaan dan target saya di usia yang ke 16 ini.

Waktu memang obat terbaik, lihatlah kejadian yang sempat membuat saya terluka dalam kini hanya tinggal kenangan saja, saya tetap berlari bersama waktu, sebab waktu mengobati banyak hal, dan semoga di usia yang ke 16 ini yang tidak kalah penting saya menjadi pribadi yang bersyukur dan kuat melawan penyakit yang sedang mendiami tubuh saya …

“ Liana,

Selamat ulang tahun, semoga yang baik-baik ada di kamu “

Salam perjalanan rasa…

Ini curhat

Entah kenapa , suka mau nyakar layar komputer kalau gak sengaja lihat status ikhwan yang sampai sekarang masih saya hindari dan membuat ilfiel,

Tapi pada sisi lain saya juga merasa marah sama diri saya sendiri, kenapa saya bisa ya jadi korban Gombalan gitu, ternyata bang tere benar “kita tidak akan jatuh ke lubang jika kita bisa mengendalikan harapan ”

Tidak saya pungkiri, dia memang baik sekali pada saya, mungkin saya (suka) dan ternyata perasaan itu hanyalah perasaan bodoh yang sementara, selebihnya tahu dia gombalers jadi males dan ilfiel sendiri

Setelah negara api menyerang, eh salah deng saya gak pernah sms bahkan untuk hal yang penting, dan berubah jadi orang amnesia kalau liat dia, kejam ya ? Iya, saya memang begitu

Saya adalah tipe melankolis yang susah sekali untuk melupakan, sehingga peluang memaafkan sedikt, ini snagat ironis padahal nama saya artinya “pemaaf ”

Bagi saya untuk urusan perasaan jangan main-main ,

sebab wanita  itu walaupun cuma ikhwan bilang

“aku akan nunggu kamu ”

dia sanggup menunggu sampai bertahun-tahun , padahal kenyataanya yang ditunggu hilang entah kemana ,

kalau saya cerita kronologisnya , kalian pasti gak bakal nyalahin saya , pasti nyalahin tuh orang. Ah, sudahlah aku pernah membuat puisi-puisi yang sendu untuknya dan sekarang puisi-puisi itu terdiam berlumut di salah satu file,

Toh pada akhirnya saya benar-benar tahu karakter ikhwan seperti apa yang harus dijauhi dan diwaspadai , dan pelajaran buat saya untuk jadi akhwat tangguh.

surat untuk ikhwan moduser: dari blog http://www.warnanisa.blogspot.com

Kalian yang dulu mematahkan hati, lelaki ..

Itu hitam kenapa berubah putih, mungkin dusta yang kau bungkus warna warni, berapa detik kau racik janji janji, semacam prosa yang manis dari bibir tapi mengalir yang asin di pipi serupa air, kau dapati warna lain pada mataku yang nyinyir, mungkin saja itu warna jantungku yang retak ke dalam butir butir, serupa kering biji kopi dari bukit jatuh bergulir. Tinggalkan aku di sini, aku akan menelan puisi kau tak perlu khawatir. Kau tak perlu khawatir.

 

Isyarat dan isyarat

*********************************

Pada akhirnya , aku tahu aku harus pergi jauh . Dan subuh tadi bis yang membawa rombongan teman-teman pengajar ini sudah mulai melaju, aku hanya memandang kosong jalanan dan sinar rembulan yang masih sanggup bersinar, subuh yang indah.

“Lalu , bagaimana nanti jika kau bertemu dengan lali-laki itu ? “ pertanyaan teman sebelahku mengancurkan kehingan, aku lantas mulai memperbaiki posisi duduk, melihat wajah teman disampingku yang terlihat amat penasaran.

Aku menarik nafas resah “ Tidak tahu, toh selama bertahun-tahun dia hanya melewatiku “

“Terlihat menyedihkan “ taggapnya

“Sepertinya.. “

“Apa kau tidak mau berpindah kelain hati ? “ tanyanya polos,

Aku tersenyum, “Bagiamana caranya ? bahkan setiap hari aku selalu mencintainya ! “

Teman sebangkuku tertunduk kemudian menatapku lamat-lamat, aku hanya tersenyum memaksa.

“Cinta yang menggagumkan, aku suka jalan ceritamu “ katanya sambul tersenyum

**********************

“Alina.. “ kata kakaku,

Aku terdiam mencoba mengingat siapa saja orang-orang yang bernama Alina, dan aku menemnukan satu sosok ya, sosok yang sering aku temui setiap selesai shalat di mushola universitas, dia adik kelas SMA ku dulu, dia sering berpergian dengan adikku Shafa dan tentu saja da mengenal ka Maziy yang sedang menjelaskan padaku.

“Dia.. “

“Iya dia dia orangnya, kemarin malam dia menemui aku dan menjelaskan betapa dia tidak harus menggungapkan pada siapa lagi, dia tahu kau jatuh hati pada seseorang “

***********************

Dimanapun kamu, setelah kamu menheratuhi pesan itu sampai, meski tampa aku di belakang mu lagi,meski tampa aku yang sudah tidak sanggup menikmati bayangan punggunngumu lagi, semoga kamu tetep baik-baik saja, doaku dalam hati

Aku menghela nafas perlahan, di desa ini malam sudah menjemput, dan lihatlah malam pertama di desa ini, aku memutuskan untuk menulis buku harianku lagi, sementara teman-temanku yang lain sedang merapikan barang-barang mereka, sebagian lagi ada yang membuat masakan.

“Apa kau baik-baik saja ? “ aku mengangkat kepalaku bertanya pada hatiku sendiri, berharap kau menjawabnya. Tapi aku sedang berkhayal.

“Eh, nulis apa sih ? “ temanku Neta mengejutkanku, dia membawa sekotak kue dan menaruhnya di hadapanku, berharap aku akan mengambilnya.

“Biasa,catatan harian “ kataku simple lalu menutup buku harianku

********************

 

“Kakak, ada perlu apa ? “ seorang adik kelas yang sekarang menjabat ketua dakwah kampus bertanya natusias, melihat kehadiranku di kampus.

“Ini kakak butuh informasi ! “

“Informasi apa ka ? saya siap membantu “

“Bisa kakak lihat data-data seorang wanita yang baru saja lulus tahun ini, namanya Alina dia ikut dakwah di fakultas ilmu budaya, apa kau mengenalnya ? setahuku dia aktiv “

“Oh, ka Alina yang sempat menjabat menjadi ketua keputrian itu, iya saya kenal . Alhamdulilah masih ada ka, data-data almuni di sini “ Adik keals laki-laki ku bergegas mengambil berkas-berkas yang lumayan tebal, aku tidak sabaran membukanya. Dan aku terdiam lama, memutuskan mengambil segala biodata Alina dan berpamitan lantas bergegas pergi menuju fakultas ilmu budaya.

************

Sudah tiga hari aku dan teman-teman relawan di desa ini, suasana desa ini aku sangat suka , tenang sejuk dan aku menyukainya kerena letaknya tidak jauh dari pantai, membuat soreku selalu dihabisakan di sana, menikmati senja dan menuliskan apa saja tentang dia. Aku tidak mengkabarkan apapaun kepada ka Maziy yang berkali-kali bertanya kabarku. Aku belum sanggup membicarakn apa-apa lagi setelah malam itu.

“Apa yang kau rasakan saat tahu dia mencinta wanita lain ? “ tanya teman sebnagkuku menyelidik, sama seperti di bis dia begitu antusias mendegar semua cerita-ceritaku.

“Tidak ada, Hampa. Dan hampa seharusnya tidak apa-apa dan tidak apa-apa harusnya tidak ada masalah, termasuk sakit hati ? “

“Itu terllihat rumit “

Hening sejenak, aku memantung memandangi pantai di sore hari

“Apakah kau menyesal ? “

Aku menyeka ujung mataku. Mengeleng lemah , “Kau tahu, saat itu akhirnya aku menyadari bahwa aku sepertinya tidak bisa melanjutkan hidup dengan aura seseorang yang terus melekat selama bertahun-tahun “

************************

“Kamu terlambat , nak “ kata wanita yang nyatanya adalah ibu dari Alina,

Aku menggigit bibir, bernafas resah.

“Maukah, aku tunjukan sesuatu ? “ Ibu Alina membawa aku ke sebuah kamar yang spertinya tak lain itu adalah kamar Alina, aku tahu karena tulisan tu jelas tertempel di puntu kamar.

Kamar Alina penuh dengan buku-buku dan aku sempat heran kenapa da stiker klub Arsenal tertempel di sebuah lemari, apakah Alina menyukai Arsenal ?

“Dia tidak pernah berbicara apapaun mengenai perasaannya, tapi aku ibunya, aku tahu dia memendam perasaan pada seorang pria dan itu kamu “

 

Ibu Alina menydorkan tujuh buku harian yang tebal-tebal sekali, “Baca semua itu ! “

Setelah perjumpaaan singakt dengan ibu Alina, sambil mengendarai mobil dan melihat resah setumpuk buku harian yang berada persisi di sampingku, aku mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, mencari temapt terbaik untuk membacanaya. Urusan ini tidak mudah.

*****************

“Dulu, waktu aku masih satu sekolah dengannya dan masih satu kampus dengannya, aku tidak pernah berharap dia akan menoleh ke arahku setiap kali aku hanya sanggup menikmati bagian punggungnya dari kejauhan, berusaha mendegarkan suaranya yang hilang ditiup angin “

“Bagaimana jika sekarang dia sedang berusaha mencarimu ? “

Aku terdiam, mengusap wajah kebas

Ombak semkain kencang menghantam bebeatuan pantai,

 *************************************

TIGA  BULAN KEMUDIAN

 

 

 

 ***********************************

Memeluk mama, semua anggota keluarga menyambutku pulang, tugas menjadi relawan sudah selesai dan aku sanagt behagia bisa bertemu dnegan keluaragaku lagi.

Malam ini, mama datang ke kamarku berusaha membantu merapikan. Lantas ketika sudah rapi mama terdiam emnatapku

“Dia datang mencarimu , nak “

Aku hanya diam, Lihatlah, barusan aku mendengar mama bahwa dia mencariku ? ini pasti ilusi

“Dia datang mencarimu, nak sungguh “

Aku menatap mata mama kosong, air mataku tumpah seketika kemudian memeuk mama dengan erat,

“Ini surat darinya ,beberapa hari yang lalu “

Aku gemetar  menerimanaya dan lihatlah sungguh aku tidka sanggup membaca nya, mama memeutuskan keluar dari kamar membiarkan putrinya membaca surat dari laki-laki yang dia cintai.

 

 

Kepada : Alina Hasna

 

Aku datang menjemput buku-buku harianmu, dan aku tidak tahu harus meneuliskan apa setelah membaca semuanya, Alina aku tidak tahu bahwa selama bertahun-tahun ada doa-doa indah yang dikirim ke langit melindungiku, dan aku sekarang tahu doa-doa itu adalah doamu.

Alina, maafkan aku , bahkan aku tidak bisa membaca isyaarat yang kau berikan sehalus mungkin. Aku sering menyadarimu berjalan di belakangku lantas kau akan menbuang wajahmu setipa kali aku tidak sadar meilhat dirimu.

Alina, aku tidak menyangka bahwa memendam perasaan sesakit itu ? kesedihanmu kau ubah menjadi ambisi untuk memaksakan diri masuk ke Universitas yang ada aku , dan kau terus berusaha mengapai bayanganku tampa pernah aku sadari selama bertahun-tahun.

Terimakasih atas doa-doa tulus itu, dan aku berjanji akan datang melamarmu,

Akan aku jadikan kau bidadari-bidadari surgaku,

 

Tertanda : muhammad Sauqi

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

hanya bisa menatap punggungnya saja.

Hanya Isyarat

Aku mencintainya, namun aku hanya bisa menatap punggungnya saja. Mengenalnya lewat isyarat gerak meski waktu begitu dekat mempertemukan tubuhku dengan tubuhnya. Berkeliaran semenjak perjalanan panjang di tepian pantai menjadi isyarat untuk mengembara pulang pada satu hati yang setia. Disini, cinta baru memulai cara kerjanya yang sederhana, ajaib dan kita tak pernah tahu pada hati siapa cinta akan bertegur sapa dan mempertemukan perjalanan-perjalanan sunyi ini di ujung perjalanan tanpa kabar nantinya.

Aku mencintaimu, namun aku hanya bisa menebak-nebak warna matanya. Mencoba merasakan setiap getar di tubuhku. Menjalar hingga aku baru mengerti bahwa cinta masih mengirimku sejumlah isyarat untuk tidak merasa kagum pada apapun yang menjadi indah di ujung jalan ceritanya. Kita akan menepi, membaca sebagian luka atau lupa tentang pertemuan-pertemuan sederhana kita. Saling berkirim isyarat semenjak perjalanan kita mendadak dekat dan tak lagi jauh. Kini, aku tahu warna mata lelaki pengirim isyarat itu. Lelaki yang membuat cinta di sekujur tubuhku bekerja dengan begitu indah dan sederhana seperti biasa. Warna mata lelaki itu cokelat, dan kau tahu itu sudah membuat perjalananku cukup. Bahwa aku mencintai lelaki pengirim isyarat itu. Lelaki bermata cokelat yang pernah berkisah tentang perjalanan hidupnya di dunia yang baru.

Lelaki yang sampai kapan pun akan terus menggetarkan usia langit nan tua atau bumi yang semakin pikun. Lelaki yang isyarat-isyaratnya begitu sederhana dan lembut sesederhana bisikan angin, ombak, laut, langit serta bumi. Dan di sini, aku bisa merasakannya begitu dekat. Meski, hanya lewat matanya yang cokelat aku membaca sejumlah isyarat indah tentang perjalanan pendek ini.

Ah, lelaki bermata cokelat yang sejumlah isyaratnya adalah cara kerja cinta paling ajaib telah membawa satu per satu kepingan perjalanan ini terlalu indah untuk dipahami dan dimengerti. Meski kita tak pernah tahu, sampai kapan Tuhan mengajak kita bicara lewat isyarat cinta di tepi mata cokelatnya, atau kita akan mencari tahu sendiri bahwa cinta pemilik mata cokelat itu selalu utuh dan hanya akan diberikan pada perempuan yang sedari tadi memandang wajah teduhnya, sambil sesekali menyesap sisa bir di depan meja para tamu.

Mungkin, ini hanya isyarat yang harus kupahami segera. Isyarat yang telah membawa lebih banyak perjalanan terkenang di sepanjang jejak perjalanan kita. Atau kita akan menenun sepi, membiarkan isyarat-isyarat ini berkumpul dan menjelma menjadi satu rasa, yang sampai kapan pun kita takkan pernah tahu tentang rasa yang terkumpul dari sejumlah isyarat-isyarat sepi.

Disini, kita masih mengeja isyarat itu. Lalu membacanya dan mengulangnya beberapa kali. Ini hanya isyarat saja. Duduklah sebentar, dan percayalah !

dari: huruftakterbatas.wordpress.com

Urusan perasaan, perasaan dan perasaan

Urusan perasaan, perasaan dan perasaan

13 September 2012 pukul 20:51 oleh : Darwis tere liye

Saya akhirnya menulis tentang ini, sebenarnya akan lebih baik jika kalian berproses menemukan pemahaman ini, proses yg kelok-kelok, terjaga, penuh kehormatan, selamat tiba di ujungnya. Itu akan lebih spesial, membekas, lantas mengenang semuanya sambil tertawa, ah, dulu ternyata semua itu lucu ya. 

 

Tapi baiklah, karena page sy ini persentase anggota remaja hingga usia 22-nya tinggi sekali, dan jika sy tdk hati2, malah bisa salah paham, ada yg seolah2 mendapatkan pembenaran, maka akan sy rangkum beberapa poin penting urusan perasaan menurut versi tere liye (yg akan kalian jumpai paralel konsepnya dgn di novel, buku2).

 

1. Jatuh cinta itu manusiawi. Urusan perasaan, urusan membolak-balik hati itu adalah milik Allah. Boleh jatuh cinta? Ya boleh, tidak ada ulama dari mazhab manapun yg melarang jatuh cinta lawan jenis, mengharamkannya. Apalagi, duhai, seperti terjatuh, kita tdk pernah tahu kapan jatuh cinta itu terjadi. Tiba2 perasaan itu sudah mekar tak berbilang. 

 

2. Lantas, kalau kalian jatuh cinta, so what? Nah, ini bagian yg menariknya. Kalian mau menyatakan perasaan itu? Lantas so what? Kalian mau dekat2 dgn seseorang itu? Kalian mau telpon2an, tahu dia sedang apa, apakah bisulnya sudah sembuh, apakah panunya tidak melebar, apakah konstipasinya sudah hilang, sudah bisa ke belakang? Kebanyakan di usia remaja, hingga 20-an something, lantas kemudiannya ini yg tidak jelas. Pacaran? Tidak pacaran? Langsung menikah?

 

3. Ketahuilah, kita hidup dalam norma2, nilai2, batasan2 yg harus dihormati. Kecuali kalau kalian menolak norma2, nilai2, batasan2 tersebut, silahkan (dan berhenti sudah meneruskan membaca notes ini, karena kalian sudah tdk se-zona waktu lg dgn tulisan ini). Itu benar, memiliki perasaan itu kadang serba salah, makan tak enak, tidur tak enak. Itu benar, ada keinginan utk tahu apakah seseorang itu balik menyukai, keinginan utk bilang, cemas nanti dia digaet orang. Tapi kalau hanya ini argumen kalian, oh dear, orang2 sakau, ngobat, lebih tersiksa lagi saat dipisahkan dr hobinya tersebut. Mereka bisa mencakar2, bahkan melukai diri sendiri hingga begitu mengenaskan dan (maaf) is dead. Sy rasa, seingin apapun kalian jumpa dia, paling cuma nangis, tidak akan mati. Itulah kenapa hidup kita ini punya peraturan, agar semua orang bisa punya pegangan, selamat dr merusak dirinya sendiri. Sy tdk akan menggunakan dalil2 agama dalam notes ini–karena orang2 yg pacaran, kadang risih mendengarnya. Jadi kita sama2 kuat, sy pakai logika kalian sj.

 

4. Tapi saya harus bilang agar lega, bagaimana dong? Ya silahkan saja kalau mau bilang. Tapi camkan ini baik2, cinta sejati adalah melepaskan. Catat itu baik2, tanyakan pd pujangga kelas dunia, hingga pujangga amatiran narsis tere liye, semua bersepakat, cinta sejati adalah melepaskan, lepaskan dia jauh2, maka kalau memang berjodoh, skenario menakjubkan akan terjadi. Jadi? Kalau kalian belum jelas so what-nya, lantas kemudian mau apa setelah bilang, maka mending ditahan, disimpan dalam hati. Tuhan itu mendengar, bahkan desah tersembunyi anak manusia di pojok kamar paling gelap, paling sudut, di salah-satu kampung paling terpencil, paling jauh dari peradaban, paling tdk ada aksesnya. Jodoh itu misteri. Kalau nggak pakai usaha, nanti nggak dapat, gimana dong? Tentu saja usaha, tapi bukan dengan pacaran. Usaha terbaik mencari jodoh adalah: dgn terus memperbaiki diri. Nggak paham, kok malah aneh, malah disuruh memperbaiki diri. Ya itulah, dalam banyak hal, kalau kita nggak nyambung, memang nggak ngerti. Misalnya, banyak orang yg mikir kalau mau dapat ikan itu harus mancing di sungai. Padahal sebenarnya sih, kalau mau ikan, ya tinggal pergi ke pasar ikan. Lebih tinggi kemungkinan dapat ikannya–asumsinya punya uang.

 

5. Tapi apa salahnya pacaran? Boleh2 saja dong? Saya justeru merasa lebih semangat, lebih kreatif, lebih apa gitu setelah pacaran? Nah itu dia, kalian benar2 menyimpan bom waktu jika meyakini pacaran itu memberikan energi positif. Pacaran itu bentuk hubungan, dan sebagaimana sebuah bentuk hubungan antar manusia, posisinya rentan rusak, gagal, dan binasa. Boleh jadi betul, riset canggih akademik membuktikan orang2 pacaran bisa memperoleh motivasi baik, tapi saya, tidak akan memilih menggunakan ‘pacaran’ sbg sumber energi, mengingat sifatnya yg temporer sekali. Mending sy milih kekuatan bulan, jelas2 bulan itu sudah ada milyaran tahun, pacaran paling mentok hitungan jari tangan bertahannya. 

 

6. Baik, baik, lantas kalau tidak boleh pacaran, gimana dong? Kongkretnya apa yg harus sy lakukan? jawabannya mudah: Tidak ada yg perlu dilakukan. jatuh cinta, alhamdulillah, itu berarti tanda kita normal. lantas? Biarkan saja. Sibukkan diri sendiri dgn hal2 positif, isi waktu bersama teman2, keluarga. Belajar banyak hal, mempersiapkan banyak hal. Hanya itu. Nggak seru, dong? Lah, memangnya kalau pacaran seru? Paling juga cuma nonton ke manalah, pergi kemanalah. Pacaran itu seolah seru, karena dunia telah menjadi etalase industri entertainment. Pesohor2 menjadi teladan–padahal akal sehat siapapun tahu itu bahkan rendah sekali nilainya. Dari jaman batu, hingga kelak dunia ini game over, pegang kata2 saya: menghabiskan waktu bersama orang tua, kakak, adik, teman2 terbaik selalu paling seru. Apalagi jika ditambah dgn terus belajar, produktif, dsbgnya.

 

7. Lantas bagaimana sy melewati masa2 galau ini? Lewati seperti kebanyakan remaja lainnya. Lurus. Boleh kalau kalian mau menulis diary tentang perasaan2 kalian. Boleh galau menatap langit2 kamar. Boleh cerita2 curhat sama teman dekat dan orang tua. Boleh, tapi ingatlah selalu perasaan itu punya kehormatan. Kalian pasti sebal kan lihat teman sekelas yg tiba2 datang ke sebuah pesta ultah (padahal dia tidak diundang), sudah tdk diundang, makannya paling banyak, teriakannya paling kencang, paling gaya, norak, tidak tahu malu. Nah, ada loh–bahkan banyak– orang2 yg tdk sadar kalau dia sebenarnya juga norak dan tidak tahu malu dalam urusan perasaan. Ya, kita sih kadang tdk merasa kalau sudah genit, ganjen, lebay. Sy tahu, istilah menjaga kehormatan perasaan ini boleh jd susah dipahami, tapi itu nyata, orang2 yg bisa menjaga perasaannya, maka se galau apapun dia, sesengsara apapun dia menanggung semua perasaan, besok lusa, kemungkinan untuk tiba di ujungnya dgn selamat akan lebih besar. Jangan coba2 berdua2an, jangan coba2 pergi kemanalah hanya berdua, bergandengan tangan, dsbgnya. Itu benar2 menghabisi kehormatan kalian. 

 

8. Nah, bersabarlah. Tunggu hingga kalian memang telah siap. Jika sudah yakin, silahkan kirim sinyal2, menyatakan perasaan, lantas silahkan libatkan orang tua.  Btw (masih ngeyel), tapi banyak juga orang2 yg menikah tanpa pacaran bercerai, kok. Dan sebaliknya, orang2 yg pacaran malah langgeng? Itu benar. Sama benarnya dgn banyak orang2 yg mabuk2an, ngobat, tetap saja umurnya panjang. Eh, ada tetangga, alimnya ampun2an, malah meninggal lebih dulu. Harusnya kan kalau mereka melanggar peraturan, langsung ada petir menyambar. Menikah, membina keluarga, langgeng atau tdk, bahagia atau tidak, boleh jadi tdk ada korelasinya dgn pacaran atau tidak. Kita mungkin tdk pernah tahu misteri ini, tapi dengan menjalani prosesnya dgn baik, mengakhirinya dgn baik, semoga fase berikutnya berjalan dgn baik.

 

Sy konsen sekali masalah pacaran ini, karena sy tdk ingin kalian menghabiskan masa2 penting kalian utk urusan perasaan yg sebenarnya di usia kalian tdk penting2 amat. Dan sy harus bilang, orang2 yg paham, mengerti benar bahwa pacaran adalah pintu gerbang pergaulan bebas. Itu mengerikan. Masa’ kalian mau dekat2 dengan pintu yg ada tandanya ‘pergaulan bebas’. Saya bisa menjaga diri kok, tenang saja. Well, rasa2nya tidak ada orang di muka bumi ini, di zaman sekarang, yg bisa bilang dia sempurna bisa menjaga dirinya. Kalau bisa, maka setan akan gigit jari.

 

Sy membuat beberapa novel tentang perasaan, semoga itu bisa menjadi salah-satu alternatif kalian memahami beberapa poin di atas, hidup ini memiliki batasan2 yg tdk bisa dilanggar, bahkan sekuat apapun cinta tsb. Selalu ambil sisi positif dlm cerita2 tsb, lihat dr sudut pandang berbeda, maka boleh jd kalian akan menemukan pemahaman baru yg baik. Bukan sebaliknya, mengambil yg bisa memberikan argumen buat kalian–karena namanya novel, tentu sj sy harus memasukkan tokoh2 buruk, jahat. Sy juga menumpahkan banyak postingan soal ini, konsen saya.

 

Sy benar2 tdk bisa melakukan hal yg lebih kongkret dalam urusan ini, selain dgn tulisan2. Tapi itu hanya tulisan2. Itulah kenapa sy sangat menghormati guru2, orang2 dewasa, orang tua di sekitar remaja yg lebih kongkret, secara terus menerus menanamkan pemahaman itu ke remaja2 mereka. Dan di atas segalanya, yg akan membuat itu berhasil atau tidak, adalah kalian sendiri. 

 

Mari kita janjian, yuks, hari ini, , pada tahun 2032, kalau umur kita panjang, dan kalian masih ingat postingan ini, kenanglah kembali masa remaja, masa usia 20-an something kalian. Rasa2nya sy bisa menebak, kalian akan nyengir mengingatnya. Boleh, nanti tiba2 mengirimkan email ke saya, Bang tere, sy masih ingat postingan 20 tahun lalu itu–asumsi sy masih ber narsis ria di mana2. Dan Bang tere ternyata salah. Boleh. Atau kalau sebaliknya, tentu saja boleh, kirim email, bilang, ternyata Bang tere benar.

 

Night, night.

Kau anak laki-laki

 

Kau anak laki-laki,

 

Abang, kau anak laki-laki dan agama kita menjunjung anak laki-laki sebagai  pemimpin, sebagai orang yang berdiri di garda terdepan keluarga , sebagai orang yang meihat jalan menuju Ridho-nya.

Bang, apakah kau tahu isi hatiku ?

Aku selalu membalikan badan setiap kali usai bertengkar denganmu, kau tak kunjung paham juga bang, aku iniadikmu , adikmu Bang .

Rasa-rasnaya aku sangat pantas minta kau menyekolakanku, bukan berarti aku menjeratmu untuk membuatmu sudah dan tidak bisa tidur dengan biaya pendidikan yang semakin hari semakin mencekik saja.

Abang,

Aku tahu kau lelah bang, aku tahu gajimu yang juta-an itu habis membiayai sekolah wanita yang katanya “mencintai” mu itu,

 

Seandainya abang tahu, setiap malam aku selalu ingin pergi dari kota ini aku selalu ingin ke kota lain yang hening, dan lihatlah bang bahkan saat menulisakn surat ini saja air mataku tumpah di mana-mana

 

Bang, ini adalah surat pertama yang aku tulis tentangmu, aku tidak pernah menulis apa-apa tentangmu, tidak selama bertahun-tahun, teryata kekecawaanku pada Abang sudah mengendap dan meledak di surat ini

Bang , aku tahu kau sayang padaku bang, sayang sekali seandainya hatimu tidak mendilema begini ,

Tentu mamak dan ka putri juga aku yag semuanya perumpuan tidak akan sesakit ini,

 

Kau tahu bang ?

Setiap kalian mamandang rumah sederhana kita, aku selalu marapalkan sumpah bahwa aku akan lulus sarjana di perguruan tinggi negeri terbaik , bahwa aku akan menghafalkan al –qur;an bahwa aku anak yang akan membawa mamak dan ayah pergi haji.

 

Kau tidak perlu bang,

Kau istrahat saja dirumah, sebagai anak terakhir aku adalah anak yang paling diandalkan mamak dalam masa depan,

 

Bang, terimakasih sudah mengajarkan banyak hal, mengajarkan bagaimana caranya bekeja keras, mengajarkan bagiamana menjadi seseorang pekerja yang gigih sekalipun dari nol, mengajarkanku bahwa harus tepat waktu. Tapi jangan ajarkan aku untuk mengucapkan harapan palsu, sebab ketika kata-kata sudah terucap dan itu hanya omong-kosong maka yang mendengar adalah yang paling tersakiti.

 

Bang, menahan ini aku lelah dan aku memutuskan menuliskannya lantas menempelkannya di jejajring sosial,ini semacam pelepasan pada beban yang tidak pernah terungkap,

Terimakasih bang, aku amat menghormatimu

“Aku berjanji akan menajdi adik yang paling bisa di andakan “ sementara kamu tidak perlu lagi berjajanji atau sekedar berkata “ Aku akan menjadi kakak yang bisa di andalkan “

 

“anak laki laki yang baik, tidak akan pernah meneriaki seorang wanita apalagi sampai membuatnya menangis “_tere liye

Blog at WordPress.com.

Up ↑