Buka puasa lagi di sekretriat  remaja masjid, sabtu 27 Juli kami baru saja mengadakan acara yang berlangsung sampai sore hari, kawan yang lain banyak yang sudah pulang mereka bilang ada urusan. Dan di sekreatariat hanya menyisahkan tujuh orang yang masih bertahan, tiga orang wanita termasuk saya dan empat orang laki-laki.

Sebenarnya kalau saya fikir-fikir organisasi yang saya pijaki ini memang tidak selalu teguh dalam menjaga interaksi dengan lawan jenis , tetapi kami tidak berlebihan, sejak awal masuk pengajaran ‘kekeluargaan’ dan ukhuwah terasa kental sekali. Beberapa organisasi berlebel dakwah yang saya pijaki sangat teguh sekali dan untuk orang-orang sosialis seperti saya itu sangat mengalaukan, bukan bermaksud menjalankan perintah Islam secara setengah-setengah, yang saya maksud di sini adalah organisasi islam yang ‘terlalu’ dan berlebihan dalam menjauhi lawan jenis jika berbicara, dan dalam kerjasama saya belum terbiasa.

Di remaja masjid secara keseluruhan anggota ikhwan hanya berjumlah kurang lebih delapan orang sementara sekitar 20 orang adalah akhwat.  Dan kalau tidak berkordnasi secara baik jomplang-lah semua acara kami, tapi komunikasi kami terbilang hanya sebatas keperluan saja, contoh kami tidak pernah smsn yang aneh-aneh selain  membahas masalah acara. Bahkan kami semua antara ikhwan dan akhwat jarang smsn. Kami semua terbukti menghindari menjungjung prinsip ‘ tidak ada kedekatan berebihan’

Baiklah, terlepas dalam berbagai hal saya ingin menuliskan sebuah kisah , ini adalah tulisan hutang karena saya sudah lama tidak mempost tulisan di wordpress ini , dan bagi saya itu tidak baik. Hehehe

****

Kalau tidak salah nama lengkapnya ada kata Jundu, sebut saya Hafiz Jundu eh siapa lagi ya lengkapnya ? *mikir keras* lupakan, kami mengenalnya dan memanggilnya Hafiz, dan aku memanggilnya dengan embel-embel “Ka Hafiz” sebab dia sudah tua eh salah deng, sebab dia satu tahun lebih berpengalaman dari saya (baca : lebih tua ).

Jangan membayangkan seseorang yang berkarisma dan beribawa atau tampan macam Afgan , karena saya sendiri tidak pernah membayangkan. Hehehe…

Ka Hafiz adalah orang yang mempunyai selera humor yang baik (baca: tukang ngelawak) dan saya rasa itu adalah sebuah hiburan di antara kepeningan mengurusi banyak acara.

Dia anak jurusan Ipa di sebuah SMA di Jakarta Selatan, dan terkadang saya medskusikan pelajaran yang menurut pandangan kita adaalah aneh,

“Saya bingung sama fisika, ngeselin banget sih ! “ katanya protes

“Masa Apel jatoh aja di itung-itung , “

Saya terawa, menganggukan kepala dan itu benar sekali

“Iya ka, emang kurang kerjaan deh kayaknya fisika “ Timpalku

“Kakaka kenapa masuk IPA ? “ tanyaku mengintrograsi

“Jujur ya, bukan-nya sombong kakak eang mau IPA karena sebelumnya kakak pintar, dan keluarga saya semuanya anak IPA jadi malu kalau masuk IPS “ Katanya menjawab

“Oh gitu, enak ya “

“Saya mah, terpaksa dari awal udah milih IPS tapi karena nilai-nya ‘katanya’ bagus ya udah masuk IPA “ Curhat salah jurusan mulai keluar lagi

“Kakak mau kuliah di mana ? “

“Gak tahu belum kepikiran “

“Tapi sih pengennya di STIS ( SEKOLAH TINGGI ILMU STASTISTIK ) “

“Emang kenapa mau masuk situ ? “

“Soalnya biar dapet gaji dan Ayah juga dulu di situ , mau nerusin “

“Aku mah simple mau masuk Sastra “

“loh kan IPA ? “

“Emang kenapa ? orang dunia saya emang di situ “

“Aneh juga sih dari Alam ke Sosial “

“Kamu kuliah mau plih kampus atau jurusan-nya ? “

“Dua-duanya “

“Yeee, pilih salah satu kata guru saya kalau mau pilih kampus ya terima apa aja jurusannya tapi kalau mau piih jurusan yan dimanapun kampusnya terima aja “

“Ohh begitu “

Kira-kira begitulah percakan absurd saya dengan ka Hafiz, pada awalnya saya tidak tahu ternyata salah sat peserta lomba yang berlangsung tadi yaitu lomba Pildasis yang langsung di MC kan dan di PJ kan ka Hafiz ada peserta yang ternyata adalah orang yang dia taksir , wohoho betapa tersandung eh salah deh tersanjung nya ka Hafiz, apalagi mengetahui orang yang dia suka Juara Satu. Bahkan ka Hafiz sempat protes ketika Ka Erlisa sempat salah menulisakn nama orang yang dia suka , ( Cuma kurang satu huruf juga )

Sampai sini dulu, sebenaranya tulisan ini untuk memotivasi ka Hafiz agar ‘mau’ nulis.

“Ka gak suka nulis apa ?”

“Bukannya ga suka, saya orang –nya malesan banget “

“Lah kalau ada PR ? “

“Ya , kerjain tapi kalau susah yan tinggalin “

“Hahah , sama kaya aku “

“Emang  kamu lagi nulis apa sih ? “

“Baca aja di wordpress, ya palingan keseharian aja mungkin disebut blogger “

“Oh gitu “

“Ka , makanyya nulis deh satu kali aja coba nanti kakak ketagihan deh kalau ada yang suka dan ngebaca tulisan kakak “

“Cieee elahh,, “

Dan saat pulang aku  berjanji “Ka, nanti liat wordpress ya aku nanti nulis pemicaraan ini “ Ka Hafiz menganggukan kepala mantap.