Dia memberi judul tulisan-nya “Alina, gadis pengeja rasa “

 

Yang kalau aku berkenan untuk GR, maka nama Liana jika dilbalik-balik sedemikian rupa adalah Alina, saya berani jamin dia mungkin tidak tahu bahwa saya benar-benar kepo alias stalker sama dunia maya-nya, atau tahun-tahun sebelum kita bertemanan, keinginan tahu-an saya akan seseorang, bagaimana sikap dan pemahaman-nya mudah saja, lihat tulisan-nya, maka Dunia Facebook adalah jawabannya,

Saya menemukan sahabat penulis yang saya panggil dengan sebutan paling romantis , yaitu ‘Uda’ bahkan terkadang ‘Om’ tidak dapat saya pungkiri, usia kami berbeda jauh, cukup katakan saya muda dia tua..

 

Semua percakapan kami , berawal dari kegilaan saya mengirimkan pesan kepada seseorang bernama ‘Arif Budiman’ yang sering lewat di beranda facebook saya, menuliskan berbagai sajak dan kalimat puitis, saya iseng kepo- saya lihat informasi profil-nya, uda Arif, mencantumkan bahwa dia ‘musafir’ karena saya saat itu rada-rada gila, maka saya inbox lah dia

 

“Kakak perantau ? “

“Bukan “

“Oh kirain “

“Emang kenapa ? “

“Mau minta doa, kan doa musafir pasti dikabulin “

“Enggak bukan, “

 

Dengan polos-nya saya inbox seperti itu, dan selang beberapa minggu entah bagaimana akhirnya kami bisa kenal, saya adalah orang yang mudah bergaul dengan siapa saja, asalkan seseorang itu masih nyambung untuk saya ajak komunikasi, selama ini pertemanan kami di dunia maya hanya sebatas itu-itu saja, hanya sebatas puisi-puisi galau kami yag sering bertengger di beranda sebagai pengungapan kerinduan yang masing-masing kami miliki kisahnya, uda dan saya sama-sama jauh hati pada seseorang tapi hanya sanggup menuliskan nama-nya pada puisi, sebab mereka adalah bintang-bintang, kami adalah penganggum rahasia.

 

Uda, begitu dia saya panggil, setiap kali saya memanggilnya saya merasa lapar sekali dan mendadak ingin makan nasi padang,  bulan ini tampaknya istimewa untuknya sebab, ini adalah bulan dimana dia dilahirkan di muka bumi, bulan dimana Ayah-nya merapalkan azan penuh dengan kedamaian di telinga yang dulu suci dan bersih.

Saya memang tidak pernah bertemu, hanya melihat photo profil uda, yang menurut saya wajah-nya lumayan, ya lumayan ngeselin maksudnya.. hehehe

Yang saya tanggap sebatas melihat photo-nya saja, bahwa dia berwajah serius, saya pernah memintanya untuk berfoto pose alay, dia malah bertanya bailk , ‘’foto alay itu kayak gimana ?”

 

Sejak kami berteman baik, kami lebih mirip teman satu fakultas sastra, sebab puisi-puisi dan tulis menulis lebih sering kami bahas, pernah saya mengajak uda untuk berekerja sama dan duet menulis novel, tapi maaf sekali keinginan itu belum tercapai sampai sekarang dikarenakan beberapa kendala.

Belakangan saya menarik kesimpulan secara garis besar, bahwa selama kami berteman. Uda adalah sosok laki-laki yang menurut saya pendiam, dalam berbagai hal dia jarang bertanya, sementara saya adalah orang yang dipenuhi pertanyaan, pernah suatu ketika saya kesal sekali, dengan jawaban chatting kami, yang paling sering membuat saya kesal adalah jawaban chatingnya yang hanya dengan ekspresi emotikon, dan jarang ada tulisan bagi saya itu sangat mengesalkan, sebab bagi saya menunggunakan handpohone layar sentuh bukan perkara yang mudah untuk menulis, belakangan saya paham dan mula mengurangi pertanyaan2 gila saya, …

 

Tapi saya lebih sering dibuatnya terpana dengan tulis menulis puis yang ia buat, bagi saya indah sekali. Dan secara garis besar puisi-puisi nya bercerita tentang kerinduan dan penantian, uda juga orang yang menurut saya ramah dan sedikit frontal, belakangan ini dia menulis nama seseorang yang ia suka di depan puisi-nya, saya tidak tahu apa jadinya jika wanita yang ia suka mengetahui hal itu, tidak penting , itu urusan uda.

 

Dia sekarang masih sibuk dengan puisi-puisinya, dan dia adalah orang yang pertama kali mengirimkan saya paket berupa sebuah buku yang luar biasa bagusnya, dan dia adalah seseorang yang pertama kali menerima kiriman paket dari saya, sebuah buku yang galau sekali.

 

Dia mencintai Tanah Minang, mencintai kebaikan yang ia temukan pada kehidupannya, dan saya tahu betapa dia adalah sosok lelaki yang mencintai Ibu-nya,

Uda, ini adalah tulisan sederhana yang dibuat dengan kegilaan, saya hanya ingin berucap :

 

“Selamat ulang tahun…. om selalu jadi yang terbaik di dunia maya,  semoga ujian CPNS om berhasil, .. “

 

Salam puisi dari adikmu : ….

 

                                                                                                                                Padang, 22 Agustus 2013