Sebenarnya tidak bermaksud menunjukan betapa ‘menderita’ nya saya atau apakah, terserah anda mau menilai bagaimana , saya menyukai novel ini karena novel ini betul-betul berhasil menjawab pertanyaan saya tentang keadilan Tuhan yang sebenarnya,  Novel pertama yang akan saya bahas adalah novel karya Darwis Tere Liye atau yang kerap disapa Bang Tere.. kalau kalian belum kenal siapa penulis best seller ini silakan kunjungi fanpage facebooknya dengan akun ‘Darwis Tere Liye ‘ maka lihatlah postingannya yang super ajaib, mungkin setara dengan mario teguh.. mungkin.

 

Baiklah, saat itu saya mampir ke toko buku yang tidak jauh dari rumah saya, secara gitu rumah saya terletak di kawasan startegis, oke promosi lagi.

Saya saat itu duduk di kelas dua SMP , sedang labil- labil nya, saya menemukan buku dengan judul Rembulan Tenggelam Di Wajahmu, pertama kali saya iseng mengmbil buku ini dari etalase best seller, koq judulnya melankolis ya ? pas saya balik jreng jreng jreng…………

 

“Apakah hidup itu ? apakah cinta itu ? apakah makna kehilangan ? apakah keadilan itu ? “

 

Hanya sesingkat itu, berhasil membuat saya harus membeli novel itu, lantas membawa nya dengan perasaan bahagia, barangkali novel ini menjawab kegundahan hati saya.. ahai

 

Lalu, di rumah saya langsung mengunci diri di kamar , bersiap memakan novel ini dan dalam waktu semalaman saya berhasil menyelsakaikan, biasanya saya bisa selesai dlaam waktu dua jam dalam membaca novel yang cukup tebal, tapi karena membacanya sambil merenung dan menangis membuat menjadi lama sekali.

 

Novel ini berkisah tentang seorang anak manusia bernama Rehan Raujana, sebut saja Rai , sejak kecil Rai tinggal di panti asuhan yang sangat menyedihkan, pengurus panti asuhan tersebut yang disebutkan sebagai ‘penjaga panti sok suci ‘ ya Rai tumbuh menjadi pembeontak, Rai sangat membenci penjaga panti sok suci yang sellau menyuruh anak-anak panti asuhan untuk bekerja menjadi penyemir sepatu dan pengamen, yang uangnya disetor ke penjaga panti untuk pergi haji. Rai benci itu

 

Hingga Rai sudah tidak tahan lagi, Rai pergi meninggalkan panti terkutuk itu, dia menjadi pengamen dari gerbong ke gerbong , bahkan mencopet uang copetnya sering dia buat Judi. Rai tumbuh di Jalanan.

Hingga kehidupan Rai berubah saat mencuri berlian bersama teman-nya yaitu Pay, Pay ternyata mencuri untuk menyumbangkan ke panti-panti sebab ternyata Pay merasa bersalah karena beberapa tahun silam pernah membakar rratusan rumah untuk di bangun sebuah apartemen.

 

Naas, Pay tertangkap dan dihukum mati, smenetara Ray selamat, Ray memutuskan pergi meninggalkan kota, dan saat dia di kereta dia melihat ada wanita yang sangat cantik sekali, Ray mendadak menjadi slaah tingkah dia tidak berhenti mencuri padangn ke gadis tersebut, namun sayang gadis itu tetap diam membeku.

 

Ray melamar pekerjaan menjadi tukang bangunan, meski tidak sekolah Ray ternyata cerdas lama-kelamaan dia diangkat menajadi mandor dan mempunayi anak buah, dan tidak jauh dari proyeknya tersebut ada sebuah rumah sakit, dan Tuhan mempertemukan gadis di kereta dengan Ray, ray mencoba mendekati gadis itu, tapi gadis itu teteap diam tidak mennaggapi Ray, setiap jam satu gadis itu ke bangsal anak-anak untuk menghibur dan membagikan balon,

 

Ray merasa kesal, dia merasa gadis itu sombong, hingga suatu malam dia melihat sekelompok pemuda sedang berusaha menjambret tas milik gadis itu, Ray yang tumbuh di jalanan tentu sudah mahir betul bertengkar dia mengalahkan pemuda-pemuda itu, disitulah dia mulai berkenalan dengan gadis itu, gadis yang bernama Fitri.

 

Hingga waktu menjawab semuanya, Fitri ternyata adalah seorang pelacur dia merupakan istri simpanan penjabat kaya, hal tersebut terpaksa di lakukan, kenapa selama ini Fitri tidak mempedulikan Ray, karena dia tidka mau orang sebaik Ray kenal dengan wanita menjijikan seperti-nya, namun cinta mengubah segalanya. Ray dan Fitri resmi menikah.

 Karir Ray berangsur membaik, bahkan dia bisa dikatakan mengalahkan gaji seorang arsitektur, dia berjanji pada istrinya bahwa dia akan membuatkan gedung ang paling tinggi untuk istrinya, kemudian istrinya mengandung namun kehamilan pertama keguguran, selanjutnya kehamilan kedua pun keguguran, hingga saat kehamilan ketiga saat melahirkan anak pertama mereka sayang, nyawa istri Ray tidak dapat ditolong lagi, istri dan anak Ray meninggal.

Ray berduka atas kematian istrinya dan anaknya dia kehilangan belahan hatinya, selanjutnya ada kenalan kolega bisnisnya yang biasa di seut koh Ciew yang mempunyai seorang cucu perempuan bernama Vin, ternya Vin mencintai Ray, mereka akhirnya menjalin sebuah kedekatan, walaupun usia mereka terpaut cukup jauh.

Hingga Tuhan berkata lain, Vin kecelakaan dan meninggal, membuat Koh Ciew merasa bersalah, sebab koh Ciew pernah melakukan pembakaran rumah menyuruh anak buahnya untuk membakar kawasan pemukiman untuk dia jadikan apartemen, waktu itu warga banyak yang tewas akibat peristiwa kebakaran itu.

 

Ray merasa Tuhan tidak pernah adil padanya, setiap kebahagian yang dia miliki Tuhan selalu merebutnya, bahkan Ray jatuh bangkrut, Ray stress dan mengalami komplikasi Jantung juga gula, Ray terbaring lemah selama enam bulan di rumah sakit.

Disitulah muncul seorang malaikat yang berwujud manusia mengajak Ray utuk mendengar jawaban atas pertanyaan , disitulah mailakat itu menjawab semua pertnyaan hidup ray ? apakah cinta itu ? apakah tuhan adil ? apakah makna kehilangan itu ? dua lagi saya lupa…. hihhi

Pokoknya buku ini menjelaskan tentang takdir kehidupan kita deh, yang secara gak langsung saling berkaitan tampa kita ketahui

contoh petikan nasehat di Novel ini :

“Bagi manusia, hidup itu juga sebab-akibat, Ray. Bedanya, bagi manusia sebab-akibat itu membentuk peta dengan ukuran raksasa. Kehidupanmu menyebabkan perubahan garis kehidupan orang lain, kehidupan orang lain mengakibatkan perubahan garis kehidupan orang lainnya lagi, kemudian entah pada siklus yang keberapa, kembali lagi ke garis kehidupanmu…. Saling mempengaruhi, saling berinteraksi…. Sungguh kalau kulukiskan peta itu maka ia bagai bola raksasa dengan benang jutaan warna yang saling melilit, saling menjalin, lingkar-melingkar. Indah. Sungguh indah. Sama sekali tidak rumit.”
Tere Liye, Rembulan Tenggelam Di Wajahmu

“Andaikata semua kehidupan ini menyakitkan, maka di luar sana pasti masih ada sepotong bagian yang menyenangkan. Kemudian kau akan membenak pasti ada sesuatu yang jauh lebih indah dari menatap rembulan di langit. Kau tidak tahu apa itu, karna ilmumu terbatas. Kau hanya yakin , bila tidak di kehidupan ini suatu saat nanti pasti akan ada yang lebih mempesona dibanding menatap sepotong rembulan yang sedang bersinar indah.”
Tere Liye, Rembulan Tenggelam Di Wajahmu

Semua orang selalu diberikan kesempatan untuk kembali. Sebelum mau menjemput, sebelum semuanya benar-benar terlambat. Setiap manusia diberikan kesempatan mendapatkan penjelasan atas berbagai pertanyaan yang mengganjal hidupnya.”
Tere Liye, Rembulan Tenggelam Di Wajahmu

Begitulah kehidupan, Ada yang kita tahu, ada pula yang tidak kita tahu. Yakinlah, dengan ketidak-tahuan itu bukan berarti Tuhan berbuat jahat kepada kita. Mungkin saja Tuhan sengaja melindungi kita dari tahu itu sendiri.”
Tere Liye, Rembulan Tenggelam Di Wajahmu

 

Ya pada intinya, novel ini keren bangetttttttttttttttt sumpah!!!! Harga aslinya di toko buku 60 ribu, kalau sudah tidak ada di  toko buku silakan hubunggi www. Tbodelisa.blogspot.com ini punya nya bang tere… pesen aja langsung. Ke bang tere, nanti tinggal di tambah ongkos kirim.. tuh kan ujung-ujungnya saya promosi ?????

 

Yasuddah lah, yang penting selesai saya berhasil melawan malas saya.. hahai..

eh btw, ada yang mau di promosiin lagi gak ? #kabur