Entah mengapa aku harus mengangguk setuju bila pada akhirnya kebaikan di setiap dirimu  adalah aura yang menguatkan, Aku hanya ingin menulis nama kecilmu, sebagai seorang pengagum dari kejauhan aku masih membaca namamu, Lelaki yang biasa kutasbihkan sebagai sang penjaga ayat suci yang menemani segala hari dengan cinta dan kerinduan, Aku ingin ikut bersamamu, meneruskan segala jejak suci yang kau ajarkan tampa kau ketauhi, Barangkali, ini bisa kukabarkan sebagai surat yang tak pernah selesai kutulis , ….

Karena

betapa namamu selalu berfetak di salam hatiku, menyebar energi kebaikan yang selalu ingin bisa
didebarkan di setiap
dekup jantungku
bila tak sempat aku sampai cukuplah memandang sebatas punggungmu saja, melepaskan segala isyarat sederhana yang dibawa pulang angin yang menerpa wajahku,

 

* surat untuk ( perasaan yang belum selesai )

kepada lelaki penguat Hati.