Rembulan, katakan padaku apakah jenis keriduan yang sedang mendekap erat dekup jantungku

 

Menjadikan setiap detak melodi kerinduan dan kepatah hati atas segala luka yang tidak sengaja terbuat

 

Rembulan, dapatkah kau menepuk pundaku dan membisikan bahwa aku pasti akan pulang menemuinya

 

Manakala takdir berkata dan mengajak ke jalan yang gelap tak beraura

Dan hati akan menjadi haus akan siksa

 

Hujan

Bukankah kau yang telah melukai kepalanya, meneteskan dan membocorkan segala kepiluan yang semestinya ia pendam, bukan menjadi pendendam

Dapatkah dia berbicara kala isi kebencianya meledak mencekik orang-orang suci yang merengek tak mengerti

 

Malam,

Bukankah seharusnya kau culik rembulan dan bintang agar singgah ke rumahmu, lantas mengapa mereka membuat hatiku menjadi tersayat merana begini

Memaksaku bermain kata menyebutkan kefasihan rindu si setiap bait yang menjadi abstrak ini..