Namanya Nada, kalau ditanya siapa perempuan yang paling rajin ? jawabanya Nada, kalau ditanya siapa yang paling pinter ngitung dan rumus jawabanya Nada, kalau ditanya siapa yang paling ribet ngatur kebutuhan anak-anak kelas gue, jawabanya Nada. Nada bagi gue dan teman-teman persis emak-emak kita yang di bawa ke sekolah. Gue yakin, pada paragraf ini dia bakal nimpuk gue di kampus.

Namanya Bai, dia temen satu jurusan dan sekelas juga sama gue dan Nada, Bai ini spesies jenis apa ya ? gak tahu lah, yang jelas dia emang rada pendiem mungkin karena gue duduk gak deket dia  kalau gue perhatiin tapi kalau udah ngerumpi sama cowok di kelas , eet dah ketawa mele.  Bai juga pinter banget soal rumus-rumus, cepet nangkep menurut gue. Bagi gue Bai adalah teman aneh yang selalu tepuk tangan duluan sebelum gue presentasi di depan, aneh kan ?

Nada dan Bai adalah dua orang yang saling bertolak belakang, yang satu ajaib yang satu ajaib bin aneh. Gue gak tahu kenapa Nada bisa naksir sampai detik ini hampir mau dua tahun, naksir loh ya.. naksir. Belum ditembak. Wacana inilah yang selalu menjadi bully-an anak-anak yang semuanya emang gak bakat ngecomblangin tapi bakat ngebully.

Gue akan paparkan beberapa bully-an anak-anak ke Nada dan Bai:

Di suatu kelas di siang yang terik, kita semua lagi ngerjain tugas

Nada : “ Eh Bai, udah belum bukunya ?”

Anak-anak : “Cieeeeeee giliran Bai dipenjemin “

Nada : “*nutup muka* iiiihhh apaaaan sih”

Adegan dua :

Bai presentasi di depan , Nada ngoreksi ada yang salah , maka anak-anak akan langsung

Ciyeeeeeeeeee di koreksi tuh Bai, sama Nada.

Pokonya prinsip anak-anak “ Nada dan Bai tidak pernah benar, kalau mereka membela diri tandanya IYA “ Sampai detik ini anak-anak belum mencari profesi yang baru untuk berhenti ngebully Nada dan Bai,

Menurut sejarahnya, Nada dan Bai itu kayak sinetron alay di teve apa tuh judulnya ? diam diam suka. Huh ! mereka berdua emang udah kelihatan banget punya rasa dan karena gue udah nyangsang di tempat lain gue gak tahu kelanjutan kisah mereka berdua gimana. Tapi waktu gue sempet ketemu sama Nada di mushola, dia bilang berkembang. Gue juga nggak ngerti berkembang kayak gimana, apa kayak gidung kita yang lagi ngalamin pilek ? *diamuk Nada*

Well, gue Cuma berharap Bai layaknya lelaki yang baik serius dan lamar #eaaaaaa karena gue tahun Nada ngerepin itu, mungkin Bai gak tahu kalau Nada barangkali dalam doa-doanya terselip nama tuh anak, ciyeee ngapa jadi romantis religi gini ? Udahlah, gue mendoakan yang terbaik buat Nada dan Bai, gue tunggu undangannya J

 

p.s : Buat angkatan gue yang baca ini, gue bukan tukang gosip kok gue