Namanya Pak Wayan, guru Bahasa Inggris di sekolah saya lebih akrab disapa seperti itu, masih ingat betul pertemuan dengan pak wayan yang pertama kali terjadi di Rohis, pada saat itu pak wayan berkesempatan menjadi pembicara di acara rohis.

 

Benar-benar ada yang unik yang terjadi di dalam hidup saya dan saya yakin pak wayan adalah sumber keanehan  tersebut, Pak Wayan berbeda dari guru-guru pada umumnya yang ketika bertemu sang murid akan salim tangan sebagai tanda hormat atau sopan. Tapi pak wayan tidak..

Pak wayan tidak mau, muridnya salim tangan ke beliau, alasanya cukup menampar diri saya sendiri, pak wayan bilang “ Saya gak mau, murid saya salim sama saya tapi ternyata di belakangan dia gak ngerjain pr, dia ngebohongin saya , dia gak suka sama saya. Itu sama aja bikin saya sakit hati, buat apa dia salim sama saya kalau seperti itu ? “ jelasnya tegas.

 

Setelah di fikir-fikir benar juga, yang pak Wayan ucapkan benar , itu merupakan koreksi besar buat saya. Kalau boleh jujur , pak wayan adalah guru laki-laki favorit saya, sebab sosok beliau sangat berbeda dari guru-guru pada umumnya. Pak wayan sangat lucu ketika mengajar , dan bahkan walaupun beliau adalah guru bahasa, uniknya bahasa yang dia gunakan ketika di kelas adalah bahasa betawi yang cukup kental.

Saya dan teman-teman sering dibuat tertawa riang dengan lawakan dan bahasa-bahasanya.

 

Ada yang lebih membuat saya kagum dengan sosok pak Wayan, kesederhanaan yang beliau terapkan dalam kehidupan sehari-hari, jika dia berangkat dia pasti mengunakan baju kaos biasa dan celana hitam, tas hitam yang juga sederhana. Kalau pak wayan berpenampilan seperti itu, siapapun pasti tidak akan menyangka bahwa profesi beliau adalah guru. Tetapi jika sudah sampai di sekolah, pak Wayan lekas menganti pakaian dengan pakaian yang lebih rapi lagi, dan ketika pulang dia kembali menggunakan kaos biasa dan sederhana.

Itu yang membuat saya kagum sekali, pak wayan sederhana . bahkan saya kerap melihat pak wayan memakai sendal jepit,

Beberapa hari yang lalu , pak wayan berkisah saat kelas bahasa inggris berlangusng, bahwa baginya prosese menulis adalah proses batin, baginya sesuatu tidak akan bisa terjadi tampa izin Allah, oleh sebab itu pak wayan membiasakan diri apapaun yang dia lakukan dengan izin Allah, sebab ketika Allah tidak mengizinkan ya apapun tidak akan terjadi,

 

Pak Wayan suka menulis, file komputernya terlihat penuh dnegan file-file tulisan yang dia buat, pak wayan bilang sebelum menulis apapun hendaknya kita berdoa kepada Tuhan “ Ya Allah, mudahkanlah saya dalam menuangkan fikiran “

Dan doa tersebut saya langsung praktekan , sehingga lahirlah tulisan sederhana ini mengenai sosok pak Wayan …

 

Terimakasih pak wayan, saya akan berusaha di ujian story telling menjadi siswa yang mendapat nilai terbaik, saya mau ikut lomba pak , biar bisa belajar sama bapak…

Hehehhehehhe..