Alif,

Saya merasa lelah sekali belakangan ini, tugas-tugas  seperti mengejar dan minta dikerjakan, tapi setiap lelah itu mengukung kepalaku, saya ingat sesuatu Lif, ingat betapa remuk nya jantung saya ketika dosen pembimbing saya , menyerahkan kertas laporan hasil belajar, nilai saya tertinggal beberapa koma , memang lebih baik Lif, rapot semester kemarin lebih baik, setidaknya diatas rata-rata. Tapi Lif, entah kenapa saya merasa ada yang salah, ada Lif ada yang salah , dan setelah saya pikir-pikir penyebabnya adalah :

 

1.      Saya malas mungkin Lif, malas mengulang pelajaran ketika sudah menjelang sore, padahal mengulang pelajaran yang hari itu diajarkan adalah sebuah kesaharusan yang seharusnya dilakukan Lif

2.      Kosakata bahasa Arab dan bahasa Jepang juga hanya sedikit Lif, saya bisa jadi malas menghafal kosakata baru, jadinya kosakata saya hanya segitu-segitu saja, saya ini anak sastra Lif kenapa jadi malas belajar sastra ?

 

Apa lagi lif ? beberapa hari yang lalu, saya mengkaji Al-Qur’an dan hadist tentang nikmat-nikmat Allah, dan Guruku bilang, jika kita tidak mau belajar maka kita termasyk kufur nikmat Lif, menyedihkan dan merasa berdosa mendengar kalimat tersebut.

Lif, saya teringat seseuatu; tentang  semanggat kamu yang pernah belajar di tengah kegelapan malam, kamu yang merasa pemahaman kamu pas-pas san sehingga harus belajar lebih ekstra lagi di tengah malam, gelapnya asrama Gontor.

Kamu yang ketakutan dengan bahasa arabmu yang pas-pas san, sehingga membuat mu pasrah-sepasrah nya menjawab ujian praktek bahasa arab.

 

Ah, lif

Aku berjanji pada diriku sendiri bahwa kau kana melawan rasa malas itu lagi, hidupku sudah sedemikian susahnya lif, kalau saya tak pandai maka saya merasa sia-sia lah hidupku ini, lagi pula saya lebih mencintai proses belajar ketimbang hasil yang bisa dimanupulasi, tapi saya sadar Lif, kita akan sendiri ujian pun akan sendiri, ..

 

Terimakasih Alif, yang sudah menyemanggati saya