Ada  rasa pada hari ini, yang ingin saya tuliskan pertama adalah rasa haru saya:

Hari ini saya seperti bermimpi, dia datang ke kelas program alam membuka pintu dengan lembut, kami sekelas bingung: Seorang senior ternama datang ke kelas , pasti ada sesuatu hal yang ingin di sampaikan.

Dia.

Saya gemetar , mendadak panas dingin.

Teman-teman kelas saya menghadapkan wajahnya kepada saya, bermaksud melihat ekspresi saya yang gugup. Saya tidak tahu, mengapa rahasia hati saya bisa terdengar di kelas ini. Saya salah tingkah, memutuskan menunduk saja, saat da mulai berbicara sesuatu.

“Saya berdiri di sini, bukan sebagai ketua kelas

Saya ingin menyampaikan sesuatu yang penting, saya sebagai umat muslim dan kalian sebagai umat muslim … “

Tampa dia teruskan pun saya tahu, neuron saya berhubungan cepat, saya tahu apa yang akan dia bicarakan kepada kami,

“Menurut saya, kampus kita cukup maju!!, bisa kita lihat di setiap ruang kelas ada LCD nya dan ada AC nya, gedung-gedung pun  mulai di rapikan di perbarui, tapi saya iri dengan gedung-gedung yang lain , kenapa gedung yang satu ini di abaikan “ dia berhenti di situ

Teman-teman saya menjawab serempak “ Musholla “

Ya benar, musholla kampus kami memang dikatakan sudah cukup tua, beberapa atap terlihat jelas bolong dan rapuh, cat-cat mushola juga mulai pudar, belum lagi tempat wudhu sekolah yang bersebelahan antara wanita dan laki-laki  tidak di batasi sebuah hijab, bagi saya dan teman-teman yang berusaha menutup aurat dengan baik tentu itu sangatlah mengganggu.

“Jadi saya sebelumnya udah mencoba mengajukan proposal dan memang mushola kita memang mau di rombak total di buat menjadi dua lantai, tapi saya rasa sambil menunggu itu kita gak bisa diam saja “  dia muali berkisah, kami sekelas diam menyimak.

“Contoh, ada seorang anak yang ikut pergi ibunya ke pasar, nah si ibu menyuruh sang anak untuk menunggu selama empat jam ke depan di depan sebuah toko, si anak tersebut menurut. Dalam waktu empat jam itu ada tiga plihan yang si anak bisa lakukan, pertama hanya diam bermalas-malasan yang ke dua ketika ada pedangang dia bertanya bagiamana proses pembuatan dan yang terakhir ketika sang anak melihat seseorang kerepotan membawa barang dagangan , maka sang anak menghabisakn waktunya untuk membantu , maka .. mana yang lebih baik ? “ tanyanya

“Yang ke tiga “

“Nah, oleh sebab itu sambil menungggu renovasi total kita bisa menyisihkan uang jajan kita dua ribu seminggu satu orang untuk perenovaisan keceil-kecilan, agar mushola terlihat lebih nyaman “

 Selanjutnya dia menjelaskan bagimana mekanisme pembayaran, dan terakhir aku mengusungkan diri menjadi panitia di program ini,  tidak bermaksud modus, hanya saja niat itu tulus.

Gemetar masih terus menjalar di tubuh saya, setelah dia berlalu dan menutup pintu, tiba-tiba saya menitihkan air mata bahagia, dalam hidup saya akhirya saya bisa mendengar dia berbicara langsung  di depan mata.  Selama satu tahun , saya menunggu suara itu, ya Tuhan..

                                                                                                                                Fajar, Jakarta 17 Oktaloviani