Tatapan kita bertemu.

Lima detik, dan disusul dengan senyum  maluku

Kau yang terbiasa ada di depanku

Dan aku yang terbiasa menikmati punggungmu

Taukah kau,

Kegugupan itu tidak pernah hilang

Apalagi jika aku dan kau hanya berjarak beberapa langkah

Kenapa auramu selalu berhasil membuatku kelu

Kaukah  lelaki yang memenuhi catatan hatiku ?

Yang kusebut namanya di ujung ibadahku ?

Dan tidak pernah aku berhenti menitipkan salam  pada rinai hujan yang menyapa.

 

Kau tidak pernah mmebuatku menangis

Sebab, mencintaimu adalah rumus sederhana

Aku melepaskanmu, membiarkanmu terbang di arenamu

Sementara , biarkan aku  menjadi wanita yang berstatus “kenalan” dan “adik kelas”

 

Soalnya, kau tak perlu tahu

Seberapa kagum diriku padamu,

Sebab aku  juga bingung apakah cinta ini hakiki atau  sementara ?

Aku pasrahkan saja pada Tuhan,

Sebab dia yang tahu kemana hatiku akan bertepi.