Search

Pengeja rasa

Perempuan gila yang melakukan perjalanan menemukan bentuk

Month

November 2013

klasik : kau ini bagaimana ?

Untukmu yang katanya mencintai Tuhan dan ingin mengenal Tuhan,

Kau ini bagaimana ?

Kau bilang jangan suka mengkafikan orang, tapi kau menulis seakan-akan aku telah menulis mengkafirkanmu,

Kau ini bagaimana ?

Kau bilang jangan fanatik terhadap suatu golongan dan ajaran tertentu, tapi kau banyak mengambil paham yang kau sukai dan memilih pemahaman mereka lantas menggunakannnya untuk menyerang, aku yang katamu Fanatik..

Kau ini bagaimana ?

Kau tulis bahwa menutup aurat terkesan sangat ekstrim, apalagi yang memakai cadar dan burqa,

Kau tulis bahwa itu akan menyebabkan identitas wanita menjadi kabur, kebebasan menjadi sangat terbatasi, wanita menjadi sangat susah untuk berinteraksi secara sosial..

Kau ini bagaimana ?

Bukankah, menutup aurat itu hukumnya wajib, aku tidak akan menambah dalil kau sudah pasti akan menolaknya, bukankah kau lebih memilih akal mu yang terbatas ?

Kau ini bagaimana ?

Kau bilang menutup aurat hanya budaya orang arab ? tidak adil sekali rasanya Tuhan menyayangi wanita arab, tak taukah kau fakta kedasyatan menutup aurat

 

 

Terlindung dari efek sinar UV
Sinar UV dinilai berbahaya apabila mengenai kulit dalam waktu tertentu. Masalah kesehatan yang sering di akibatkan oleh sinar UV antara lain kulit keriput, flek hitam, kulit kering, kerusakan mata, hingga kanker kulit. Para ahli kesehatan menyarankan orang untuk memakai sunblock demi melindungi kulit mereka, namun saran yang terbaik sebenarnya adalah memakai pakaian yang menutupi seluruh tubuh.
Terlindung dari udara panas dan dingin 
Udara panas dapat merusak kesehatan khususnya pada otak. Ketika udara sedang panas dan harus keluar rumah, ahli kesehatan menyarankan untuk memakai pakaian yang bisa melindungi diri, terutama pada bagian kepala, mata, dan leher untuk mengurangi resiko kesehatan yang membahayakan otak. tubuh yang terkena udara dingin terlalu lama akan membuat seseorang menderita demam, flu, rasa ngilu, dan gemetar. pada suhu dingin di sarankan untuk menutup kepala dan tubuh dengan pakaian tebal demi menjaga panas tubuh. tes kesehatan membuktikan bahwa 40 % – 60% panas tubuh menurun akibat udara yang terlalu dingin.
Lebih tahan terhadap penyakit 
kebiasaan menggunakan jilbab akan membuat kita menjadi pribadi yang lebih telaten dan bersih. hal ini secara tidak langsung menjaga imunitas tubuh kita sendiri. Karena kebiasaan menjaga kebersihan dan tubuh dan terlindungi dari kontak fisik secara langsung membuat kita jauh dari kotoran, baketeri, dan virus penyebab penyakit.

 

Menjaga kesehatan rambut
Rambut akan terlindung dari debu, sinar UV, dan polusi, sehingga batang rambut lebih terjaga kesehatan dan kebersihanya. Interaksi langsung antara rambut dan dunia luar dapat membuat warna dan kemilau rambut jadi kusam. Walau rambut cukup terlindungi dengan menggunakan jilbab, namun perlu diimbangi dengan perawatan yang baik.

 

 

 

 

Kau ini bagaimana ?

Saat disodorkan penjelasan panjang lebar, dan kau berusaha menyangkalnya justruparagraf terakhir tulisanmu adalah :

“meski demikian , Islam mewajibkan seseorang untuk menutup aurat , sementara batas aurat wanita adalah wajah dan telapak tangan. Walhasil, wanita muslimah tidak wajib berjilbab tetapi wajib menutup aurat “

Kau ini bagaimana ?

Bukankah yang aku jelaskan dan aku pahami adalah menutup aurat bukan definisijilbab,

Kau ini bagaiamana ?

Kau bilang “Islam memberikan kebebasan untuk memakai jenis model pakaian selama mampu untuk mnutupi aurat “

Kebebasan  ?

Padahal segala sesuatunya telah di atur berdasarkan syariat islam, mengapa bnayak muslimah yang berjuang menyerukan “Hijab Syar’i” itu karena hijab yang selama ini di pakai para wanita belum sesuai dengan ajaran Islam, di suruh menutupi dada, malah di bentuk semenarik mungkin, di suruh yang tidak transaparan, malah menggunakan celana jeans super ketat di tambah hijab yang belum sempurna. Itulah mengapa ATURAN tidak boleh di berikan kepada manusia..

 

***

Tidak ada yang salah dalam pencariaan Tuhan denegan proses berfikir itu merupakan sebuah keharusan, tetapi akal kita terbatas, amat terbatas. Usaha manusia untuk memahami adanya Allah merupakan hakekat yang mustahil untuk dicapai, sebab , Zat Allah berada di luar unsur alam semesta, manusia, dan hidup. Dengan kata lain berada di luar jangkauan akal.

Apabila iman kita kepada Allah telah dicapai melalui proses berfikir , maka kesadaran kita terhadap adanya Allah menjadi sempurna. Begitu pula perasaan hati kita mengsiyaratkan adanya Allah, lalu dikaitkan dengan akal , tentu perasaan tersebut akan mencapai suatu tingkat yang meyakinkan terhadap sifat-sifat ketuhanan.

Kau yang sempat protes mengenai aku yang sedikit-sedikit membahas masalah syariat Islam, pahamilah ini..

 

Ada seseorang bernama Arif dia merupakan ketua kelas 1a, ada seseorang bernama Wahyu dia merupakan ketua kelas 1b, maka ketika saya menjadi Guru dan berkata kedapa kalian, untuk mendekor kelas dengan bebas, maka sudah sangat di pastikan kelas 1a dan 1b berbeda dekorannya, mengapa ? kau Arif dengan watak dan kesukaan warna yang berbeda , bisa saja kau lebih menyukai tema alam. Dan wahyu dengan watak dan kesukaan warna yang berbeda , bisa saja dia lebih memilih animasi. Itulah analoginya ketika aturan yang buat Manusia yang bersifat lemah dan berbeda-beda.

Maka harus ada aturan dari zat Yang diatas Segala-galanya, siapa dia ? Allah.

Allah sudah memberi aturan hidup kepada umatnya sedemikian rupa dan jika aturan itu dilanggar maka tentu ada mudorotnya,

Coba saja , kau makan Babi, dalam kesehatan menjelaskan bahwa Babi tidak baik di komsumsi karena banyak mengandung cacing pita, Coba saja, lebih banyak mana wanita yang dilecehkan dan di perkosa serta wanita “nakal” yang membuka aurat atau yang menutup aurat ?

Apakau pernah dengar wanita yang menutup aurat terkena kanker kulit ?

 

Kau ini bagiamana, bukankah bang tere liye sudah berkali-kali bilang jangan asal komentar , lebih baik di pikirkan di baca berkali-kali agar tidak salah paham, rasa-rasanya sangat aneh jika dalam konteks agama kau atau aku salah menangkap maksud percapakan. Itu akan menimbukan salah paham besar-besaran…

 

 

 

keluar Jakarta, satu tahun lagi..

 

Beberapa teman saya , meninginkan kuliah di luar kota Jakarta, saya pun begitu, lebih memilih kuliah keluar kota dari pada harus di kota ini, alasan klasiknya karena Jakarta menjenuhkan, saya tidak ingin berangkat kuliah dengan hati yang sensitiv karena harus melawan kemacetan dan pulang kuliah harus sensitiv karena melawan kemacetan. Saya tidak bisa, bertahan di kondisi sedemikian rupa seumur hidup saya. Oleh karena itulah saya memasukan keluar dari kota Jakarta sebagai salah satu target hidup saya.

            Terlepas, dari mampu atau tidaknya kondisi finansial keluarga saya, saya tidak banyak memikirkannya, yang jelas bagaimana caranya saya bisa kuliah dan bertahan di luar kota, lagi pula. Saya selalu percaya , Tuhan telah menetapkan rezeki kepada saya. Kuliah di luar kota, mungkin banyak resikonya diantaranya kelaparan . Ya, jauh dari orang tua tentu akan menuntut seseorang mandiri, mengolah masakan yang murah agar lezat atau membeli masakan dengan harga yang murah, tapi setelah dipikir-pikir saya saja makan sehari sekali , masakan mama. Jadi sama sajalah.

Yang paling membuat saya ingin jauh dari orang tua adalah keinginan saya untuk tidak lagi membuat repot orang tua, lagi pula saya kebanyakan menghabiskan tenaga di luar rumah, sesampainya di rumah saya tidak bisa berkontibusi banyak dalam hal pekerjaan rumah tangga, dari pada mama saya lelah. Lebih baik pisah bukan ?

            Lagi pula, saya lelah sekali berada di kota Jakarta, macet , panas, dan tidak ada pemandangan alam yang cukup baik untuk di lihat ataupun di nikmati, di dinding kamar saya sudah tertempel tujuan dan target hidup saya, dan saya sedang bersiap-siap serta merapikan segala kejoplangan dan kegamangan saya. Saya barangkali akan memilih Bandung , semoga saja Allah berkenan membawa saya ke kota itu, kota yang dulunya saya sangat jauhi sekarang begitu saya rindukan.

Bandung, saya kangen kamu. . .

 

Aku memiliki memori

 

Waktu tidak mau berhenti untuk membuat otakku berhenti diracuni segala tentangmu, cinta  jenis apakah yang sedang mengerak di otakku, mengendap sekian ratusan waktu, sebentar lagi lima bulan. Setiap hari, aku menyiapkan dan sibuk menerka-nerka hari perpisahan kita, atau sibuk mempersiapkan diri bagaimanakah peran yang akan aku ekspresikan jika kelak Tuhan akan mempertemukan aku kembali denganmu.

 

Kemudian, lima bulan itu ternyata tepat hari ini

 

“Dia, pergi.” Kata salah satu sahabatku

“Iya.” Aku tersenyum tipis, “Dia memang saatnya harus pergi.”

 

Mataku memandang siluet tubuhnya yang sedang berpelukan dengan beberapa kawan, wisuda angkatannya. Hatiku lemas.

Sekarang aku berdiri dari kejauhan, pandanganku tidak mau terlepas dari tubuhnya.

Satu langkah, dua langkah, tiga..

Dia menoleh berbalik kearahku, tersenyum tipis menemukan aku yang seperti patung membisu

 

Aku mundur dan berbalik arah. Air mataku jatuh tak tertahankan.

 

Waktu tak mau berhenti, dia tetap harus pergi meninggalkan Univeritas yang mempertemukan aku dengannya. Aku menyalakan mobil, aku tidak sanggup lagi menikmati detik kepergiannya di pesta perpisahan ini.

Sambil menangis tertahan, untuk pertama kalinya dalam hidupku, aku menangisi lelaki sambil menyetir mobil. Aku masih bertahan sendiri, mencintaimu sendirian.

 

Untuk pertama kali, bisakah waktu berhenti  ?

 

Berpisah denganmu

T’lah membuatku semakin mengerti

Betapa indah saat bersama

Yang masih selalu ku kenang
Selamat jalan kekasih

Kaulah cinta dalam hidupkuAku kehilanganmuUntuk selama-lamanya

Sialpula, saatku coba mendengarkan radio di lampu merah, justru lagu super mellow era 90-an yang berkumandang sama nelangsanya. Di lampu merah itu, aku juga menangis. Bodoh!

 

Aku membanting mobilku menepi di pantai, sendirian. Aku hadapkan wajahku yang di tampar angin laut, pagi itu hatiku nelangsa sekali, menangis dalam kesendirian.

Memori mencinatimu , setiap detik gerakan tubuhmu yang melintas tamapa rasa di hadapanku tentu saja sudah terfile rapi di hidupku, dan sekarang kamu justru sedang menikmati kepergian dari Universitas kita, aku harus berapa tahun lagi , menunggumu dalam diam seperti ini ? Maafkan aku, jika ini terlalu di dramatasir, tetapi aku memiliki memori

 

Aku memiliki memori.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bye, selamat berpisah lagi

 

Hai lelaki

Selamat bertemu lagi

Inikah, pertemuan yang sudah aku terka satu tahun silam

Pertemuan yang hanya bisa di hitung dengan tangan berapa lama kita bertatap

Dan saling berbicara..

Kaukah, cinta dalam hidupku ?

Yang tidak pernah kau tahu,

Rasa itu terpendam dalam di ruang dada yang menjadi istimewa

Hai Lelaki,

Bila hujan adalah jutaan rinai

Maka, pada keberapakah dia membentuk rupamu ?

Membisikan segala kerinduanku selama berratus waktu

Hai lelaki,

Bila awan adalah gumpalan rasa

Maka para gumpalan ke berapakah

awan mengambarkan rasaku padamu yang terbang terpendam

 

 

 

Universitas Indonesia, FIB , 151613, hujan November.

 

(ibu) Trini kusmiah, begitulah nama singkatnya

 

Saya benar- benar tidak tahu harus memulai tulisan ini dari mana, tulisan yang sebenarnya sudah saya rencanakan untuk meledak di blog tercinta ini, bukan..

Ingin meledakan amarah, tetapi justru rasa cinta saya , rasa haru dan terimakasih saya pada salah satu seseorang wanita yang memberikan pengaruh besar dalam peradaban hidup saya.

 

Trini Kusmiah

 

Begitulah, nama singkatnya yang sempat memenuhi jam-jam pelajaran bahasa Indonesia semasa SMP dahulu, betapa ingatan saya masih teramat baik, ketika itu pertama kali untuk pertama kalinya saya menulis cerpen , saat itu saya masih duduk di bangku kelas satu, judul cerpennya adalah “Sinar Dalam Kehidupan “ mengisahkan mengenai seorang gadis yang terlahir buta, kondisi kebutaan yang dia alami ternyata tidak di terima oleh sang Ayah, hingga pada saat shalat malam, dengan penuh keajaiban shalat tahajjud, tubuhnya terpelanting jatuh dari tangga. Gadis itu di berikan hadiah dapat melihat lagi.

 

“Kamu , beneran yang nulis ini ? “ tanya bu Trini kala itu,

“Iya, bu.. “ jawab saya singkat

 

Tidak menyangka, dari pertemuan di tim mading, Tuhan berkenaan mengenalkan saya dengan guru yang luar biasa, bu Trini bagi saya bukan hanya sekedar guru yang mengajarkan banyak hal, tapi sekaligus teman bagi saya, atau bahkan bisa juga di anggap kakak perempuan yang baik.

Beliau terus menerus memotivasi saya dalam dunia kepenulisan dan pembacaan puisi serta pidato, saya bersyukur terlahir berani tetapi saya tidak menyadari bahwa mempunyai kecerdasan linguistik, dan bu Trini beliau yang menemukan itu semua, tidak hanya sekedar menemukan tetapi mengembangkan apa yang dia sudah temukan.

 

Setelah beberapa waktu berlalu, kesibukan pendidikan dan organisasi saya, ternyata semua yang telah di tanamkan oleh bu Trini terpakai, terpakai semua.

Oh iya, yang paling membuat saya begitu haru adalah ketika saya terbaring sakit dan harus menjalani operasi di rumah sakit selama seminggu, bu Trini datang menghibur saya bahkan membawakan novel agar saya tidak bosan, dia tahu hobi saya yang suka membaca.

 

Seandainya bu Trini tahu, betapa saya kangen sekali masa-masa belajar bahasa Indonsia bersama beliau, sekarang masa-masa ini justru saya kuat dalam praktik bukan pada hamparan soal di lembaran kertas, saya kangen rumus-rumus bahasa Indonesia.

 

Saya tentu juga masih ingat, ketika pada saat SMA saya masuk ke jurusan yang tidak saya inginkan (IPA) padahal saya mencintai kelas sosial, saya yang sempat tidak sanggup dan memutuskan curhat ke bu Trini di rumahnya, tampa bu Trini tahu, sebenarnya saya menahan tangis saat bercerita mengenai , jurusan yang tidak seradar dengan saya, tapi semua kesedihan itu di hancurkan dengan sebuah kalimat bijak yang meluncur di bibirnya,

 

“Pada akhirnya, Allah akan mengantarkan kita menjadi diri kita sendiri, menjadi apa yang selalu kita impikan dari kecil, dari dulu ibu selalu ingin menjadi guru, dan akhirnya ibu menjadi guru,walaupun mesti dengan jalan yang berliku-liku, Allah pasti mendengar doa hambanya sekecil apapun itu ..”

 

Kalimat itulah yang membuat gemintang di luar sana jadi terlihat indah lagi, bu Trini juga mulai berkisah bahwa apa yang saya alami saya dengan beliau, ketika bu Trini di paksa masuk SMK oleh kedua orangtuanya dan harus masuk jurusan kuliah yang dia tidak minati yaitu : pendidikan bahasa Indonesia.

 

Belakangan ini saya tahu, ada insiden besar yang sedang menimpa bu Trini , entah itu apa sepertinya masalah lingkungan pekerjaan yang membuat usikan di hatinya, saya tahu status panjang yang sempat ia curahkan di dunia maya, sekiranya mewakili perasan yang sedang beliau rasakan. Tapi saya selalu berdoa agar Bu Trini di berikan hati yang lapang.

 

“Bu, saya mengucapkan terimakasih yang banyak, saya ini bukan apa-apa bu kalau ibu ndak motivasi dari awal, saya berdiri di manapun yang tetap akan terkenang adalah jasa ibu yang terlah menemukan emas di dalam diri saya. Saya mohon maaf bu , apalabila selama menjadi anak didik ibu atau teman diskusi ibu, atau apa ya ? saya menyebalkan.. hehehhe .. yang jelas kalau nanti saya di tanya saya bisa seperti ini karena siapa  ? saya pasti akan jawab Ibu Trini .. doakan saya ya bu, saya sedang meneguhkan tekad agar novel saya bisa rampung dan terbit, .. “

 

Bu , sungguh tulisan ini dibuat (karena) rasa sayang saya dan terimakasih kepadamu..

 

 

 

 

kesempatan yang pernah aku dongengkan

 

Di pertemukan  lagi dengan kesempatan yang pernah aku dongengkan dengan

 gemintang di langit sana.

Aku bilang selamat datang dan bertemu lagi dengan wanita eneh yang acap kali kau temui sebagai panitia acara di tempat keberapa kau berada

Atau aku adalah wanita yang luar biasa anehnya mengapa bisa begitu akrab dengan kakak perempuan dan adikmu, lengkap sudah keluargamu sudah aku kenal, bahkan aku mencium tangan ibumu yang beberapa waktu lalu aku temui.

Ini terkesan bahwa aku adalah balada panitia seribu acara dan kau adalah pengisi di setiap acara yang begitu membuat degup jantungku tak beraturan.

 

Dan beberapa hari lagi, kita akan berdiri di satu podium menjadi seseorang yang menentang argumen mengenai beberapa topik sejarah bangsa ini, kau anak fakultas kedokteran dan aku anak fakultas sastra di hadapkan pada sejarah yang sempat membuat kita terkantung-kantuk saat menghadari pengarahan.

Kita akan berdebat, memakai almamater, satu podium membela Universitas kebanggan kita.

 

Wahai lelaki

Bagaimana bisa aku berdebat mengenai sejarah yang di persoalkan di remaja , semetara hatiku lebih berdebat saat berhadapan denganmu, aku akan lebih dekat hanya berjarak beberapa senti dan dengarkah kau ? aku bersorak senang tetapi separuh hatiku juga gamang luar biasa,

Aku tidak takut melawan orang-orang , yang justru membuat aku gemetar adalah kenyataan bahwa kau sedang berbicara fasih di sampingku, di sampingku..

 

Belum pernah dekat seperti itu sebelumnya

Cinta bekerja dengan pertemuannya yang ajaib

dalam ribamu, dalam sepimu

Pangrango

Dalam ribamu

Dalam sepimu

Dengarkah kau desahan kerinduan dari kota ini ?

Aku ingin berjalan sunyi di hutanmu yang menjadi suram

Merasakan angin malam yang menusuk tulang paling dalam

 

Pangrango

Dalam heningmu

Dalam kasihmu

Aku ingin bersandar di pohonmu yang sejuk

Merasakan kasih yang tak terjamah di ruang dadaku

 menciptakan ruang nostalgia di bukit terjal pendakianmu

 

Pangrango

Dalam sinarmu

Dalam hangatmu

Aku ingin tiduran di gumapalan awan puncakmu

Merasakan tidak ingin pulang ke kota

Perasaanku ingin aku bangun satu rumah untuk orang-orang yang selalu mencintai pesonamu..

Pangranggo..

tadinya mau Bijak malah ketawa ngakak

 

Pada ke berapakah cinta benar-benar dinyatakan cinta ?

Selama ini orang-orang beranggapan, bahwa cinta harus satu tidak boleh bercabang menjadi dua, tiga atau bahkan delapan.

Sementara wanita yang masih bisa di katakan muda ini menangis sendu di hadapanku, remaja yang masih pusing dengan rangkaian rumus database di kelas pemograman, wanita itu melampiaskan derita yang dia alami kepadaku, memutuskan bercerita pada remaja putri yang juga terkadang labil.

“ Aku harus bagaimana , ketika dia mengatakan mau menikah lagi , wanita mana di dunia ini yang meneriman ? “ dia bertaya pada diriku yang menjaid pening sekali, urusan rumah tangga.

“Rasanya, aku tidak akan sanggup menjadi yang pertama tetapi di duakan.. Kau pasti mengerti kan ? “ dia semakin sendu

 

Aku masih terdiam lamat-lamat, aku tahu wanita itu pasti sedang menunggu jawaban apa yang akan hendak keluar dari bibirku. Sambil manatap jalanan yang basah terkena air hujan, aku mulai megeluarkan gemulan kata yang sejak tadi dipilih.

“ Saya percaya mbak, tidak ada wanita yang sempurna di dunia ini, oh tidak lebih tepatnya manusia yang sempurna di dunia ini. Apa yang mbak inginkan ntuk menjadi satu dan terakhir kalinya adalah keinginan setiap wanita di muka bumi ini, tapi mbak harus ingat , menikah adalah hubungan. Dan sebagaimana hubungan antara manusia, posisinya rentan berpisah dengan 1001 alasan klasik.. . “

 

Wanita itu terdiam takzim memperhatikan

 

“ Mungkin saya bisa jadi sama mbak, saya mungkin juga memilih pergi dan merapikan segalanya sendirian, pura-pura tegar akan banyak hal. Itu kalau saya memikirkan duniawi saja, tapi kalau saya melihatnya dari sudut pandang keimanan justru yang terjadi adalah hal yang menabjubkan. Tanda-tanda kiamat adalah wanita lebih banyak di banding pria, kalau begitu kemungkinan untuk seorang lelaki memilki satu istri sangatlah tidak mungkin atau minim terjadi, sekarang begini .. bagimana jika ternyata suami mbak itu telah di garisakn oleh Tuhan menjadi suami saya juga ? bagiamana ? jika suami mbak adalah jodoh saya ? atau yang lebih ektrem lagi, bagimana jika abang saya menikahi mbak ? menjadikan mbak istri ke dua  bukankah itu namanya jodoh ? “

Wanita itu terdiam , ekspresi mukanya mencair

 

“ Hubungan  mbak dan suami mbak itu sepertinya tidak sampai di tahap kadarluarsa, tetapi kalau memnang mbak tidak siap menajadi pertama yang di duakan, dan memilih pergi, ya monggo.. itu pilihan mbak, tapi kalau mbak memutuskan mau menerima ya itu juga pilihan mbak, anggap saja cobaan dunia, mbak jangan berfokus pada suami mbak yang memiliki istri muda, fokus saja menjadi istri yang shalihah. insyaAllah biar Tuhan yang menilai “

 

Di antara kesenduan yang tercipta, ingin rasanya aku tertawa terbahak-bahak aku merasa seperti konsultan pernikahan syariah,  aku berusaha tetap tenang aku tahu ini bukan saatnya melawak.

 

Dan hari itupun, berubah menjadi dua bulan sejak curhat akbar itu di gelar, sekarang wanita yang dulu memangis sendu di depanku justru sedang akrab berberlanja bersama istri kedua suaminya. Dia memilih bertahan dan mencari Ridho Tuhan. . .

 ***

“ Aku punya kenalan adik kelasku dulu, dia top banget cocok kalau buat kamu, “ kata wanita itu suatu hari yag ingin menjodoh-jodohkanku.

“Oh ya ?, simpen dulu deh mbak calonnya, saya mau memperbaiki diri dulu hehehe “ kata sayaberusaha menahan tawa yang ingin meledak

“Loh memang usia kamu sekarang berapa sih ? “ katanya menyelidik

“Enam belas, “

“………… “

“Eeee….. “

“Saya mendadak mau ketawa guling-guling “ katanya di susul dengan tawa dan rasa malu mengingat curhat masalah hati ke anak usia enam belas tahun, saya pun juga menertawakan diri saya sendiri. Dunia ini sangat aneh.

 

 

 *ini hanya fiktif belaka

 

 

 

 

 

Mereka menangis sendu di meja saya

 

Kalau banyak yang mengatakan guru-guru SMA itu menyenangkan, saya rasa saya juga setuju dengan pendapat demikian, memang tidak keseluruhanya menyenangkan. Tapi setidaknya ada beberapa yang membuat kita akan merasa terkagum-kagum.

Sebenarnya, ini kembali mengenai urusan hati sahabat saya yang sedang nelangsa sekali, sayang saat prosesi kegalauan itu meledak di kelas, saya tidak hadir di sekolah ,saya sedang terbaring sakit di rumah.

 

Sahabat saya itu mulai berkisah dengan mata yang berkaca-kaca sekaligus tertawa aneh, dia mulai berkisah tentang lelaki pujaan dalam diam nya tiba-tiba saja menangis saat melihat sahabat saya menangis sendu membaca pesan singkat dari lelaki pujaannya. Patah hati, mereka berdua sama-sama  tersakiti sendiri.

Saya bilang ini rumit, coba kalian bayangkan..

Ada dua orang yang sama-sama saling jatuh hati, tapi keduanya berusaha memakai topeng, berusaha mengalahkan perasaan itu sendiri, bilang kalau satu di antara yang lain tidak ada rasa. Dan saya tahu, getar-getar itu ada. Mereka memendam perasaan, tapi salah paham.

 

Yang satu sang pria cemburu dengan kedekatan sahabat saya dengan teman pria di kelas bernama “X” yang padahal hanya mendiskusikan hal-hal sempele, tetapi ternyata api cemburu itu meledak pada hari ini (kamis 8-11-2013)  sebuah pesan singkat masuk ke dalam ponsel teman saya , curhat mengatakan bahwa dia sakit hati.

Sementara sang wanita yaitu sahabat saya sendiri tidak tahu bahwa  pujaan hatinya memilki perasaan padanya, dia tidak tahu. Sebabnya dia sadar tidak ada harapan yang akan tertuang untuk wanita sepertinya, sang pujaan hatinya terlalu perfect, sahabat saya itu sudah berusaha mundur dengan baik-baik. Dan moment-moment mundur menjauh itulah yang membuat pujaan hatinya sakit hati.

 

Saya sebenarnya sedang hafalan mekanisme gerak pada manusia, tetapi entah kenapa ingin menulis ini, karena disisi lain terlihat rumit tetapi juga lucu, guru IT saya yang melihat mata sahabta saya berubah menjadi sembab menitogasinya secara guru dan murid oh tidak, secara teman lebih tepatnya.

 

Guru saya mulai berkisah mengenai cinta pertamanya dari SMP sampai detik ini, yang tidak berhasil menyatu, Tuhan tidak berkehendak menjodohkan mereka berdua, guru saya itu memendam perasaan selama bertahun-tahun , klimaks sang wanita duluan menikah, yang ternyata sampai saat ini juga wanita itu memendam perasaan pada guru saya. Intinya : cinta tak tersampaikan.

 

Saya berharap tidak ada lagi yang menangis sendu di meja saya, mereka berdua sahabat saya akhir nya berbaikan dengan indah

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑