Kalau banyak yang mengatakan guru-guru SMA itu menyenangkan, saya rasa saya juga setuju dengan pendapat demikian, memang tidak keseluruhanya menyenangkan. Tapi setidaknya ada beberapa yang membuat kita akan merasa terkagum-kagum.

Sebenarnya, ini kembali mengenai urusan hati sahabat saya yang sedang nelangsa sekali, sayang saat prosesi kegalauan itu meledak di kelas, saya tidak hadir di sekolah ,saya sedang terbaring sakit di rumah.

 

Sahabat saya itu mulai berkisah dengan mata yang berkaca-kaca sekaligus tertawa aneh, dia mulai berkisah tentang lelaki pujaan dalam diam nya tiba-tiba saja menangis saat melihat sahabat saya menangis sendu membaca pesan singkat dari lelaki pujaannya. Patah hati, mereka berdua sama-sama  tersakiti sendiri.

Saya bilang ini rumit, coba kalian bayangkan..

Ada dua orang yang sama-sama saling jatuh hati, tapi keduanya berusaha memakai topeng, berusaha mengalahkan perasaan itu sendiri, bilang kalau satu di antara yang lain tidak ada rasa. Dan saya tahu, getar-getar itu ada. Mereka memendam perasaan, tapi salah paham.

 

Yang satu sang pria cemburu dengan kedekatan sahabat saya dengan teman pria di kelas bernama “X” yang padahal hanya mendiskusikan hal-hal sempele, tetapi ternyata api cemburu itu meledak pada hari ini (kamis 8-11-2013)  sebuah pesan singkat masuk ke dalam ponsel teman saya , curhat mengatakan bahwa dia sakit hati.

Sementara sang wanita yaitu sahabat saya sendiri tidak tahu bahwa  pujaan hatinya memilki perasaan padanya, dia tidak tahu. Sebabnya dia sadar tidak ada harapan yang akan tertuang untuk wanita sepertinya, sang pujaan hatinya terlalu perfect, sahabat saya itu sudah berusaha mundur dengan baik-baik. Dan moment-moment mundur menjauh itulah yang membuat pujaan hatinya sakit hati.

 

Saya sebenarnya sedang hafalan mekanisme gerak pada manusia, tetapi entah kenapa ingin menulis ini, karena disisi lain terlihat rumit tetapi juga lucu, guru IT saya yang melihat mata sahabta saya berubah menjadi sembab menitogasinya secara guru dan murid oh tidak, secara teman lebih tepatnya.

 

Guru saya mulai berkisah mengenai cinta pertamanya dari SMP sampai detik ini, yang tidak berhasil menyatu, Tuhan tidak berkehendak menjodohkan mereka berdua, guru saya itu memendam perasaan selama bertahun-tahun , klimaks sang wanita duluan menikah, yang ternyata sampai saat ini juga wanita itu memendam perasaan pada guru saya. Intinya : cinta tak tersampaikan.

 

Saya berharap tidak ada lagi yang menangis sendu di meja saya, mereka berdua sahabat saya akhir nya berbaikan dengan indah