Pada ke berapakah cinta benar-benar dinyatakan cinta ?

Selama ini orang-orang beranggapan, bahwa cinta harus satu tidak boleh bercabang menjadi dua, tiga atau bahkan delapan.

Sementara wanita yang masih bisa di katakan muda ini menangis sendu di hadapanku, remaja yang masih pusing dengan rangkaian rumus database di kelas pemograman, wanita itu melampiaskan derita yang dia alami kepadaku, memutuskan bercerita pada remaja putri yang juga terkadang labil.

“ Aku harus bagaimana , ketika dia mengatakan mau menikah lagi , wanita mana di dunia ini yang meneriman ? “ dia bertaya pada diriku yang menjaid pening sekali, urusan rumah tangga.

“Rasanya, aku tidak akan sanggup menjadi yang pertama tetapi di duakan.. Kau pasti mengerti kan ? “ dia semakin sendu

 

Aku masih terdiam lamat-lamat, aku tahu wanita itu pasti sedang menunggu jawaban apa yang akan hendak keluar dari bibirku. Sambil manatap jalanan yang basah terkena air hujan, aku mulai megeluarkan gemulan kata yang sejak tadi dipilih.

“ Saya percaya mbak, tidak ada wanita yang sempurna di dunia ini, oh tidak lebih tepatnya manusia yang sempurna di dunia ini. Apa yang mbak inginkan ntuk menjadi satu dan terakhir kalinya adalah keinginan setiap wanita di muka bumi ini, tapi mbak harus ingat , menikah adalah hubungan. Dan sebagaimana hubungan antara manusia, posisinya rentan berpisah dengan 1001 alasan klasik.. . “

 

Wanita itu terdiam takzim memperhatikan

 

“ Mungkin saya bisa jadi sama mbak, saya mungkin juga memilih pergi dan merapikan segalanya sendirian, pura-pura tegar akan banyak hal. Itu kalau saya memikirkan duniawi saja, tapi kalau saya melihatnya dari sudut pandang keimanan justru yang terjadi adalah hal yang menabjubkan. Tanda-tanda kiamat adalah wanita lebih banyak di banding pria, kalau begitu kemungkinan untuk seorang lelaki memilki satu istri sangatlah tidak mungkin atau minim terjadi, sekarang begini .. bagimana jika ternyata suami mbak itu telah di garisakn oleh Tuhan menjadi suami saya juga ? bagiamana ? jika suami mbak adalah jodoh saya ? atau yang lebih ektrem lagi, bagimana jika abang saya menikahi mbak ? menjadikan mbak istri ke dua  bukankah itu namanya jodoh ? “

Wanita itu terdiam , ekspresi mukanya mencair

 

“ Hubungan  mbak dan suami mbak itu sepertinya tidak sampai di tahap kadarluarsa, tetapi kalau memnang mbak tidak siap menajadi pertama yang di duakan, dan memilih pergi, ya monggo.. itu pilihan mbak, tapi kalau mbak memutuskan mau menerima ya itu juga pilihan mbak, anggap saja cobaan dunia, mbak jangan berfokus pada suami mbak yang memiliki istri muda, fokus saja menjadi istri yang shalihah. insyaAllah biar Tuhan yang menilai “

 

Di antara kesenduan yang tercipta, ingin rasanya aku tertawa terbahak-bahak aku merasa seperti konsultan pernikahan syariah,  aku berusaha tetap tenang aku tahu ini bukan saatnya melawak.

 

Dan hari itupun, berubah menjadi dua bulan sejak curhat akbar itu di gelar, sekarang wanita yang dulu memangis sendu di depanku justru sedang akrab berberlanja bersama istri kedua suaminya. Dia memilih bertahan dan mencari Ridho Tuhan. . .

 ***

“ Aku punya kenalan adik kelasku dulu, dia top banget cocok kalau buat kamu, “ kata wanita itu suatu hari yag ingin menjodoh-jodohkanku.

“Oh ya ?, simpen dulu deh mbak calonnya, saya mau memperbaiki diri dulu hehehe “ kata sayaberusaha menahan tawa yang ingin meledak

“Loh memang usia kamu sekarang berapa sih ? “ katanya menyelidik

“Enam belas, “

“………… “

“Eeee….. “

“Saya mendadak mau ketawa guling-guling “ katanya di susul dengan tawa dan rasa malu mengingat curhat masalah hati ke anak usia enam belas tahun, saya pun juga menertawakan diri saya sendiri. Dunia ini sangat aneh.

 

 

 *ini hanya fiktif belaka