Di pertemukan  lagi dengan kesempatan yang pernah aku dongengkan dengan

 gemintang di langit sana.

Aku bilang selamat datang dan bertemu lagi dengan wanita eneh yang acap kali kau temui sebagai panitia acara di tempat keberapa kau berada

Atau aku adalah wanita yang luar biasa anehnya mengapa bisa begitu akrab dengan kakak perempuan dan adikmu, lengkap sudah keluargamu sudah aku kenal, bahkan aku mencium tangan ibumu yang beberapa waktu lalu aku temui.

Ini terkesan bahwa aku adalah balada panitia seribu acara dan kau adalah pengisi di setiap acara yang begitu membuat degup jantungku tak beraturan.

 

Dan beberapa hari lagi, kita akan berdiri di satu podium menjadi seseorang yang menentang argumen mengenai beberapa topik sejarah bangsa ini, kau anak fakultas kedokteran dan aku anak fakultas sastra di hadapkan pada sejarah yang sempat membuat kita terkantung-kantuk saat menghadari pengarahan.

Kita akan berdebat, memakai almamater, satu podium membela Universitas kebanggan kita.

 

Wahai lelaki

Bagaimana bisa aku berdebat mengenai sejarah yang di persoalkan di remaja , semetara hatiku lebih berdebat saat berhadapan denganmu, aku akan lebih dekat hanya berjarak beberapa senti dan dengarkah kau ? aku bersorak senang tetapi separuh hatiku juga gamang luar biasa,

Aku tidak takut melawan orang-orang , yang justru membuat aku gemetar adalah kenyataan bahwa kau sedang berbicara fasih di sampingku, di sampingku..

 

Belum pernah dekat seperti itu sebelumnya

Cinta bekerja dengan pertemuannya yang ajaib