Search

Pengeja rasa

Perempuan gila yang melakukan perjalanan menemukan bentuk

Month

March 2014

Saya Hampir ingin MATI saja

Tahun 2009 sebuah peyakit tifus berhasil membuat tubuh saya ambruk selama seminggu lebih saat itu masih zaman-zaman sekolah, setelah tifus selesai diatasi lalu munculah penyakit usus buntu atau bahasa Latin disebut sebagai Appendix vermiformis, organ ini ditemukan pada manusiamamaliaburung, dan beberapa jenis reptil. Pada awalnya organ ini dianggap sebagai organ tambahan yang tidak mempunyai fungsi, tetapi saat ini diketahui bahwa fungsi apendiks adalah sebagai organ imunologik dan secara aktif berperan dalam sekresiimmunoglobulin (suatu kekebalan tubuh) yang memiliki/berisi kelenjar limfoid.(wikipedia),

Tapi justru memiliki sebuah penyakit lmalah membuat saya terus bergerak memberikan yang terbaik untuk apa saja. Sampai pada tahun 2011 dokter memutuskan saya untuk operasi hari itu juga saya di infus setelah melakukan serangkaian pemeriksaan. Pada saat itu uang delapan juta rupiah tidaklah gampang untuk di cari, apalagi kondisi ekonomi keluarga saya bisa dibilang pas-passan. Tapi entah dari mana, ada seseorang yang berbaik hati meminjamkan uang  padahal dia sebelumnya tidak mengenal keluarga kami. Tuhan, benar-benar tahu hambanya butuh pertolongan. 

Tidak selelai sampai situ, tahun 2012 saya memutuskan untuk menjadi atlet pencak silat daerah Jakarta, tetapi setiap kali latihan berat rasa sakit operasi itu tiba-tiba saja terasa dan membuat saya tidak maksimal dalam latihan. Saya waktu itu berfikir simple saja, kalau sakit ya berarti olahraga. Uring-uringan di rumah justru tidak dapat membantu banyak hal

Usia remaja mengantarkan saya ingin mencoba banyak hal, untungnya saja hal tersebut masih terbilng positif. Hampir satu Tahun di dunia pencak silat akhirnya membuat saya memutuskan untuk berhenti. Cukup, sampai sini. 

Dari 2009-2012 Disitulah fase terberat saya melawan sebuah guratan takdir, bayagkan berebgaai penyakit silih datang berganti kepala saya hampir pecah, orang tua saya marah-marah akan banyak hal, tidak terima jika saya terus-terusan berpenyakitan. keluarga saya merasa amat direpotkan akan banyak hal, mulai dari membeli obat , menelpon dokter dll. Maaf saya tidak bermaksud mengumbar aib keluarga saya, bukan itu. Saya hanya berharap para pembaca yang membaca tulisan ini tolong jangan jadi seseorang yang justru mematahkan semanggat hidup manusia yang sedang sakit. Coba anda berada di posisi dimana anada butuh dukungan setidaknya untuk bertahan. 

Saya harus meminum 98 kapsul dalam waktu lima belas hari

siapa yang tidak ingin muntah ? siapa yang tidak ingin merasa cepat-cepat MATI saja ? iman-seseorang tidak melulu naik, karena kalau orang yang dinyatakan sakit fikiran dia akan bilang dia sakit dan dia akan sakit. begitulah …. 

Maka sejak dari itu saya belajar, ya kalau sakit masih bisa diatasi saya sendiri saya memutuskan untuk tidak bilang ke keluarga saya, cukup saya rasakan sendiri dan obati sendiri. Kalau ditanya saya mengidap penyakit apa ? saya sendiri juga tidak tahu persis apa, 

Yang jelas dalam rentan waktu itu, saya mengalami sebuah masalah dimana saya cepat sekali jatuh sakit. Rasanya sangat menyedihkan , orang lain terus bertanya ” Kamu kuat gak ? ” “kalau capek bilang ya ? ” “kamu istirahat aja biar kita yang … ” 

Tapi, dari pada meratapi nasib yang menyedihkan, saya memutuskan untuk terus bertahan meski jujur saya pernahberkali-kali  menangis bertanyaa banyak hal pada Tuhan , kenapa terus-terusan terjadi pada saya. Saya mencari motivasi hidup sendiri, saya kumpulkan lagi segala impian-impian saya yang tadinya terlihat retak di mana-mana. Saya pasrahkan kepada Tuhan atas apa saja yang menimpa saya, justru sakit menjadi motivasi untuk terus lebih baik lagi. Sebab yang di kepala saya adalah betapa saya dekat dengan kematian. 

Sekarang saya alhamdullilah tidka perlu mengkomsumsi obat-obatan secara rutin lagi, tidak perlu bertemu dengan dokter sampai sang dokter ahafal nama saya, saya tidak bisa bilang saya sudah sembuh yang jelas setidaknya kondisi saya untuk saat ini memnag cukup juah lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Toh kalaupun saya kembali jatuh sakit, ada satu motivasi yang membuat saya setidaknya bertahan. 

“Seni adalah saat kamu merasa hidup kamu tidak baik-baik saja, merasa di banting sana-sini , menangis saban malam, dan untuk itulah Manusia di beri ujian, agar Tuhan tahu berapa nila untuk seni kehidupan. Pada akhirnya hidup tak melulu bicara soal kesenangan yang tabu, melainkan sebuah tanda tanya besar apakah kita akan menjadi manusia yang berguna utuk sekitar atau se-onggok daging mentah tak berguna. Persetan dengan putus asa .. “

 

Jakarta, 2014 mengenang rasa sakit

Kamu, bukan untuk dimiliki

Sejak pagi datang membawaku mendekati speker kampus kita, aku temukan suara hafalan rindu yang menyaring merdu disana. Tetapi, aku terlalu setan untuk mendekati sebuah jiwa yang begitu di jaga oleh Sang Maha Cinta maka dari itu aku hanya bisa mendengar detail nada yang kau lantunkan dengan syahdu. Maka sebab  itu, aku selalu jatuh cinta pada pagi sebelum embun jatuh dan menabuhkan rindu. Suara yang selalu aku cari siapa pemilik resminya. 

 

Dan itu kamu,

 

Pria yang sangat ingin memakai jas kedokteran di sebuah rumah sakit , menyembuhakan dan menumbuhkan harapan pada setiap pasien yang mungkin sedang merasa kehilangan separuh semanggat hidupnya. Pria yang amat ingin dimiliki beberapa wanita luar biasa disekeliling kampus kita. Dan aku yang retak daa cacat ini malu walau sekedar memanggil namamu yang dipinta sang dosen kesayanganmu.

Taukah kamu, aku tidak benar-benar ingin bersanding padamu, membawa carrier kita singgah melihat sunrise di puncak gunung. Bagiku menghabiskan beberapa tahun dan pagi mendengar lantunan suaramu, itu sudah cukup. Ya, mungkin rasanya munafik, apabila aku tidak mengingnkanmu begitu kuat untuk menjadi iman ibadahku. Tetapi aku sendiri tidak ingin terjebak pada sebuah perasaan memiliki berlebihan sebab, kau bukan untuk dimiliki tetapi untuk dicintai. Cinta dengan pengertian yang berbeda . . .

 

 

Untuk seseorang, yang sedang aku peluk dalam doa sederhana

Beberapa-puisi

Aku Lupa

19 Februari 2014 pukul 20:10

 

Aku lupa menaruhmu di tubuhku yang mana 
sementara jemariku tak dapat mengapai pundakmu yang berjalan sunyi tanpa arah. . 

Aku Lupa 
mencintaimu dari mana 
sementara Jantungku tak lagi utuh setelah jatuh di Subuh yang bisu. 

Aku lupa 
memelukmu dari mana 
sementara suaramu saja tak dapat aku ajak bicara 

Aku Lupa 
sangat lupa, 
menjadi lupa 
amat lupa 

Bahkan Lupa, untuk tidak mencintaimu lagi, 
sampai cincin melingkar manis dipinang senja. 

Maaf, 
aku lupa 

Jakarta, 2014

 

***

Pada ingatan-yang pergi

15 Februari 2014 pukul 5:23

 

Pada embun yang jatuh menemani dada yang bertabuh rindu. 
Tentang sebuah jarak yang tidak bisa kutepis. 
Hangat senyummu yang menjadi bisu di dadaku. 

Ingatkah engkau 
pada jantung-jantung yang patah lalu dimakan senja. 
Kekasih, ingatan mana yang harus aku pangkas 
sebelum purnama mencipta perih. 

Seirama langkah tapak yang ingin perih. 
Kuraba hati dan menemukan Tuhan dalam detak jantung merindu ini. 

-sebelum cahaya 2014-

 

***

Perjalanan Hati : Ketika Bandung Mempertemukan Aku Dengan Manusia Maya

Senin, 3 Maret 2014

Setelah jauh-jauh hari merencanakan perjalanan ke kota Bandung dan beberapa kali gagal karena kesibukan, akhirnya pada hari ini saya bisa melangkahkan kaki ke Bandung, setelah membereskan semua keperluan. Saya menuju tempat dimana Bus menuju Terminal Leuwipanjang akan berangkat. Sempat kaget dengan penumpang di dalam bus yang di dominasi oleh kaum adam, sampai akhirnya saya akhirnya menemukan kursi yang masih kosong duduklah saya di pojok yang merupakan tempat favorit saya, karena bisa melihat pemandangan. Di seberang kursi saya duduk seorang pria tampan berwajah boyband korea yang memasang headseat di telingga nya. Lumayan, dapat sambutan kece.

Beberapa menit kemudian datanglah seoang ibu-ibu dan duduk di sebelah saya, kami sempat bertegur sapa membicarakan hal-hal remeh, dan selang beberapa menit datang pula, seorang pria tampan yang juga duduk di sebelah pria bertampang boyband korea itu, dalam hati lumayan dapat hiburan ( langsung di colok mata saya )

Berangkatlah bus itu mulai meninggalkan Jakarta, saya cukup senang karena ini merupakan perjalanan pertama saya sendirian. Yeah, akhirnya saya sendirian.

Sepanjang perjalanan menuju Bandung , saya hanya menghabiskan waktu dengan membaca sebuah novel dan bersms-ria dengan Kak Welly, kakak yang saya temui di dunia maya dan akan menjadi tempat tebengan tidur saya di Bandung, sebetulnya saya berani ke Bandung karena ka Welly. Ya hitung-hitung kopdar.

Bus meninggalkan kota Jakarta, tiba di Jawa barat mendung memeluk langit dan mengirim jutaan pasukan rinai membasahi jalanan. Dengan cuaca yang melankolis ini, beberapa kali ingatan lama menghujam pikiran saya, betapa saya ingat bahwa Bandung pernah betul-betul saya hindari, bersumpah-sarapah tidak akan menginjakan kaki di kota itu, tetapi sepertinya saya kualat -.- seiring mengeringnya luka sakit-perih itu. Saya mulai mencintai Bandung, memutuskan benar-benar akan bertekad meninggalkan Jakarta yang sudah tidak nyaman dijadikan tempat tinggal.

Saya tahu, Bandung bukanlah perjalanan kaki, bukan sekedar melangkahkan kaki ke tempat menyenangkan. Bukan ! saya tahu itu.

Bandung adalah perjalanan hati, perjalanan merebut semua impian yang retak di mana-mana , percaya pada kekuatan impian, percaya bahwa tidak ada yang tidak mungkin selama kita mengantungkan kepada Tuhan.

Jam 05.30

Bus merapatkan diri di terminal Leuwipanjang, Bandung baru saja diguyur hujan terbukti dari aspal yang basah. Dan, semua berubah saat negara api menyerang  ponsel saya mendadak pingsan, saya mencari tempat duduk dulu sebab saya membawa buku yang lumayan berat. Saya optimis ponsel saya bisa menyala karena saya membawa powerbank, tetapi hingga azan maghrib berkumadang ponsel saya tak kunjung mau sadar, bingunglah saya. Sebab ka Welly juga pasti binggung mencari-cari dimana saya. Dengan sedih saya berusaha mencari wajah seseorang yang kiranya bisa diminta pertolongan, begini-begini saya bisa mendeteksi dengan radar neptunus mana orang baik dan mana orang jahat . Hahahah..

“Mas, boleh minta tolong pinjam hp-nya , hp saya mati total saya gak bisa telepon kakak saya “

“Silakan atuh “ katanya dalam logat sunda dan mencopot kartu di ponselnya.

Setelah menghubungi ka Welly, akhirnya berkat pertolongan akang itu saya bisa betemu dengan ka Welly. Hebohhhhh lah saya, menceritakan kejadian bahwa ponsel say pingsan. Ah ternyata berpergian bisa saja menghasilakn hal-hal tidak terduga seperti ini. Oh iya, saya dan ka Welly itu bekum pernah bertemu sebelumnya, kami hanya bersahabat di dunia maya.

Saat ini ka Welly sedang menempuh pendidikan pascasarjana di ITB saya sangat berterimakasih kepada Tuhan , sebab saya tahu ini akan menjadi cerita awal atas takdir luar biasa selanjutnya.

Sambil bercerita heboh di motor sepanjang perjalanan ke tempat kostan , kami mampir dulu di sebuah rumah makan yang mneyuguhkan view kota Bandung malam hari, sebenarnya makananya tidka terlalu enak, tetapi saya lapar x.x . Sambil makan, kami bercerita banyak hal tentang perjalanan hidup kami maisng-masing dan percayalah, di setiap luka akan ada setitik kebahagian yang tidak terbayarkan.

Karena sudah larut, kami pulang ke kost-an ka Welly yang sudah saya anggap rumah sendiri ( tamu gak tahu diri :p )

Selasa 4 Maret 2014

Kebetulan ka Welly libur kuliah, jadi bisa jalan-jalan keliling kota Bandung bersama saya, kali ini kami memutuskan ke curug Tilu , melalu perjalanan satu jam dan nyasar-nyasaran karena ka Welly lupa rute, akhirnya kami sampai. Kece sekali pemirsa, beginilah kami …

 

Yang manakah yang Liana ?

Ini dia ..

20140304_111928

 

 

hmm..

20140304_112048

Pose : Radar Neptunus

Pose tersebut tidak untuk ditiru kecuali oleh Agen resmi

 

Lalu puas menceburkan kaki di air yang dingin , kami bermain ayunan sambil bercerita banyak hal, ya kami memang sudah cukup dewasa untuk cekikikan sambil bermain ayunan di taman. Soalnya dulu waktu kecil main ayunan berebutan sama anak tetangga. Tidak lupa saya mengajak ka Welly melarungkan perahu kertas di sebuah mata air yang mengalir, sekali lagi saya berharap pesan kami sampai ke markas.

Setelah berkelana , saya dan kak Wel;y kembali lagi ke kost-an dan tidur siang , sebab nanti maghrib saya akan kopdar dengan salah satu manusia yang saya kagumi pemikirannya. Dia adalah —–

Kalian pasti tahu,

Cukup terkenal

Dan

Fenomenal

Kami janjian di Pusdai , dan ….

Dia

Dia

A-DA-LA-H

Pemilik blog : hasannote.worpress

ka has

( Foto diambil secara sembunyi-sembunyi )

“Beneran atuh ini ka Cecep yang di Blog ? “

“Iya, masa boongan “

Saya melirik ka Welly yang ikut menemani kami Kopdar,

“Koq beda ya sama yang di foto di blog ! “

“ya harus beda-lah “

Saya tertawa lagi, bingung harus bilang apa saya senang sekali bertemu dengan kak Cecep yang selama ini hanya bisa saya temui di dunia maya.  Kami berbincang tidak jelas, kesana kemari dan setelah azan Isya kami memutuskan untuk makan nasi goreng , kami bertiga lapar.

20140304_195945

Foto diambil secara diam-diam

Sepertinya ka Cecep lapar sekali atau lapar saja , yah ?

20140304_201246

Gak , makan berapa hari ka ? 😀

Kami bertiga pandang-padangan sebab porsi nasi goreng itu terlalu banyak untuk ukuran perut kami,

“Ini mah kayaknya porsi Liana “

“Oh , kakak gak tahu ? tanganku kalau di belek isinya usus semua hahahahaa”

Sambil makan, ka Cecep bercerita mengenai kuliah di Bandung dan percakapan yang bikin saya ngakak adalah :

“Kakak , bisa masak ? “

“Bisa, Cuma agak takut kompor !  “

“Loh gimana ceritanya ? “

“Iya, kan kalau di kampung pakai kayu jadi suka ngeri aja pakai kompor udah gitukan banyak berita meledak “

“Oh , berarti gak bisa masang gas ? “

“Enggak “

“Lah , kalau punya istri gimana ? “

“Pakai kayu “

*ketawa*

“Kalau aku takut goreng ayam sama ikan , soalnya minyak-nya “

“Oh, kalau kakak goreng pakai helm biar gak kena muka !! “

“HAH ? PAKAI HELM ? “

“iya.. “

helm

 

 

Foto diatas merupakan foto asli yang di berikan ka Cecep

 

Saya ketawa sambil menutupi wajah dengan telapak tangan, tidak percaya kalau ada orang seaneh itu.

Hujan rintih-rintih, kami bertiga tidak sanggup lagi menghabiskan nasi goreng, sambil menunggu hujan reda kami tebak-tebakkan film. Saya merasa , ka Cecep dan ka Welly adaalh sebuah keajaiban kami bertiga dari dunia maya dan bertemu lalu menjadi akrab seperti reuni kawan yang sudah lama tidak bertemu.

Saya senag sekali, banyak pelajaran yang saya ambil dari Kopdar seperti ini meski pembicraan kami ngawur. Jam 08.45 kami membubarkan diri, ka Cecep mengantarkan kami ke parkiran meskipun sudah kami tolak tidak usah. Malam itu, kami bertiga pamit dan semoga bisa bertemu kembali

*KOPDAR selanjutnya dengan pemilik blog Kebomandi.wordpress

Tentang kamu yang Diam

Saat itu azan isya baru saja berkumandang syahdu, aku mendengar ponsel berbunyi anggun. Dan pesan ingkatmu mendarat menghujam kecemasan

“Ini buruk, Li “

“Ada apa ?? “

Kau tak kunjung membalas dengan cepat, aku lantas bergerak cepat dan menghujami inbox di ponselmu juga facebookmu. Aku gugup, merasa ada yang tidak beres pada pesanmu kali ini. Setelah itu, mendekati menit kelima belas pesanmu sampai dan

Bagaimananakah, kabar penghianatan di jantungmu ?

sesuatu yang buruk telah mendiami jantungmu malam ini, kau menyembutnya penghiantan terindah. Dan pada malam itu, betapa aku tahu kau telah menjadi orang yang ditinggalkan. Sebagai seseorang yang merasa dekat denganmu tentulah aku merasa turut sedih dan merasakan hawa nestapa yang menjalar, walaupun dengan kadar kesedihan yang berbeda. Aku tetap saja merasakan sakit meski kau tak menitipkannya di jantungku.

Sejak malam itu, puisi-puisimu adalah gambaran perasaanmu  yang  sesungguhnya. Di berandaku aku hanya bisa menggigit bibir memandangimu yang memeluk kesedihan. Dalam keadaan seperti ini ,mana mau kau di ganggu makhluk panic sepertiku ?  Tapi taukah kamu, aku jadi memikirkan kesedihanmu, ikut tidak bisa tidur dengan nyenyak. Dan kamu disana ?aku yakin kepedihan yang baru saja singgah tidak mudah membuatmu memejamkan mata.

Hari ke tiga-setelah luka itu datang menyambanggimu,

Kau masih saja berdiam diri dan menarik diri jika diajak bicara, dan walau pun aku menyapamu dengan ribuan puisi, kau hanya bisa menatapnya dengan tatapan kosong. Sementara aku, sedihmenataplayarponsel, tidakadakamu di sana. Katakanlah !Bagiwanitasepertiku, apakah yang harusakulakukan ?ketika orang yang ia Sayang sedang merasakan luka. Aku sudah berusaha datang membawa segelas air putih, setidaknya bisa menghibur bibirmu yang meracau galau. Tetapi, tetap saja kau diam . .

Itulah mengapa, firasatku kuat sekali dari awal kau memperkenalkannya padaku, aku sudah tidak menyukainya tidak simpatik padanya dari sisi manapun. Dan firasatku benar, malam itu dia melukaimu,meninggalkanmu s-e-n-d-r-i-a-n

Lalu, apakah yang harus dilakukan wanita sepertiku ?

Benar, aku tidak dapat melakukanapa-apa selain menulis tentang mu berharap kamu membacanya dan merasa bahwa itu untukmu, aku hanya bisa menyemangatimu da merengkuhmu dalam doa, berharap sekali kau akan baik-baik saja ,tegar menghadapi segalanya. Termasuk luka-luka itu . . .

Bicara firasat apakah kau tahu itu ? Aku percaya pada firasatku setelah luka-luka baru saja selesai terjadi ,aku percaya tubuh memberikan respon yang meski kita sendiri sulit menerjemahkannya seperti apa. Apa kau merasa ?sebelum kejadian itu aku berubah , aku marah untuk hal-hal kecil kepadamu, bahkan pada suatu malam kita pernah bertengkar hebat hampir saja kita berpisah dan menghabisi semua tulisan-tulisan kita, dongeng-dongenku , mimpi-mimpiku hampir saja kita membantingnya pada malam itu, bukan ?

Kamu …

Apakah kamu pernah mencintai seseorang sedemikian tulus sehingga merasa malam-malammu akan nelangsa setengah mati, tanpa suara darinya, tanpa kehadiran darinnya. Senjamu seakaan erubah menjadi menyedihkan ? Sampai-sampai kamu rela memberikan jantungmu untuknya ?

T-a-p-i pernahkah kamu menyadari bahwa

Itu hanyalah kepura-puraan paling klasik

KAU TAHU ?

Sebetulnya kita tidak pernah benar-benar mencintai seseorang, kita hanya takut merasa sendirian. Maka, itulah mengapa aku bilang bahwa cinta adalah-kesendirian itu bukan soal memiliki apalagi bersama. Kita adalah makhluk tunggal yang bertangung jawab atas diri kita masing-masing, masyarakatlah yang membuat kita menjadi makhluksosial, maka aku pun juga belajar mencintai diriku sendiri sebelum mencintai orang lain.Kamu atau aku berhak bahagia sendiri ataupun dengan orang lain.

Maka semoga dengan datangnya tulisani ni, keadaan hatimu cepat membaik, tidak mengapa jika memang pada kenyataanya kau tidak bisa kembali kepadaku (bersikapsepertibiasa )tidak mengapa jika pada kenyataannya kau menganggap tulisan ini hanyasampah, atau aku hanya kurang kerjaan mengurusi perasaanmu. Pahamilah, akutahu rasa sesakitu, memeluk lutut sendirian tidak ada seseorang yang menemani rasanya sangat menyedihkan. Dan aku tidak mau itu terjadi padamu. . .

Aku ingin tertidur, berbaring di ingatan penghujung november 2012

Aku tak kuasa beranjak

Selalu saja ingin menjejak . . .

Blog at WordPress.com.

Up ↑