Saat itu azan isya baru saja berkumandang syahdu, aku mendengar ponsel berbunyi anggun. Dan pesan ingkatmu mendarat menghujam kecemasan

“Ini buruk, Li “

“Ada apa ?? “

Kau tak kunjung membalas dengan cepat, aku lantas bergerak cepat dan menghujami inbox di ponselmu juga facebookmu. Aku gugup, merasa ada yang tidak beres pada pesanmu kali ini. Setelah itu, mendekati menit kelima belas pesanmu sampai dan

Bagaimananakah, kabar penghianatan di jantungmu ?

sesuatu yang buruk telah mendiami jantungmu malam ini, kau menyembutnya penghiantan terindah. Dan pada malam itu, betapa aku tahu kau telah menjadi orang yang ditinggalkan. Sebagai seseorang yang merasa dekat denganmu tentulah aku merasa turut sedih dan merasakan hawa nestapa yang menjalar, walaupun dengan kadar kesedihan yang berbeda. Aku tetap saja merasakan sakit meski kau tak menitipkannya di jantungku.

Sejak malam itu, puisi-puisimu adalah gambaran perasaanmu  yang  sesungguhnya. Di berandaku aku hanya bisa menggigit bibir memandangimu yang memeluk kesedihan. Dalam keadaan seperti ini ,mana mau kau di ganggu makhluk panic sepertiku ?  Tapi taukah kamu, aku jadi memikirkan kesedihanmu, ikut tidak bisa tidur dengan nyenyak. Dan kamu disana ?aku yakin kepedihan yang baru saja singgah tidak mudah membuatmu memejamkan mata.

Hari ke tiga-setelah luka itu datang menyambanggimu,

Kau masih saja berdiam diri dan menarik diri jika diajak bicara, dan walau pun aku menyapamu dengan ribuan puisi, kau hanya bisa menatapnya dengan tatapan kosong. Sementara aku, sedihmenataplayarponsel, tidakadakamu di sana. Katakanlah !Bagiwanitasepertiku, apakah yang harusakulakukan ?ketika orang yang ia Sayang sedang merasakan luka. Aku sudah berusaha datang membawa segelas air putih, setidaknya bisa menghibur bibirmu yang meracau galau. Tetapi, tetap saja kau diam . .

Itulah mengapa, firasatku kuat sekali dari awal kau memperkenalkannya padaku, aku sudah tidak menyukainya tidak simpatik padanya dari sisi manapun. Dan firasatku benar, malam itu dia melukaimu,meninggalkanmu s-e-n-d-r-i-a-n

Lalu, apakah yang harus dilakukan wanita sepertiku ?

Benar, aku tidak dapat melakukanapa-apa selain menulis tentang mu berharap kamu membacanya dan merasa bahwa itu untukmu, aku hanya bisa menyemangatimu da merengkuhmu dalam doa, berharap sekali kau akan baik-baik saja ,tegar menghadapi segalanya. Termasuk luka-luka itu . . .

Bicara firasat apakah kau tahu itu ? Aku percaya pada firasatku setelah luka-luka baru saja selesai terjadi ,aku percaya tubuh memberikan respon yang meski kita sendiri sulit menerjemahkannya seperti apa. Apa kau merasa ?sebelum kejadian itu aku berubah , aku marah untuk hal-hal kecil kepadamu, bahkan pada suatu malam kita pernah bertengkar hebat hampir saja kita berpisah dan menghabisi semua tulisan-tulisan kita, dongeng-dongenku , mimpi-mimpiku hampir saja kita membantingnya pada malam itu, bukan ?

Kamu …

Apakah kamu pernah mencintai seseorang sedemikian tulus sehingga merasa malam-malammu akan nelangsa setengah mati, tanpa suara darinya, tanpa kehadiran darinnya. Senjamu seakaan erubah menjadi menyedihkan ? Sampai-sampai kamu rela memberikan jantungmu untuknya ?

T-a-p-i pernahkah kamu menyadari bahwa

Itu hanyalah kepura-puraan paling klasik

KAU TAHU ?

Sebetulnya kita tidak pernah benar-benar mencintai seseorang, kita hanya takut merasa sendirian. Maka, itulah mengapa aku bilang bahwa cinta adalah-kesendirian itu bukan soal memiliki apalagi bersama. Kita adalah makhluk tunggal yang bertangung jawab atas diri kita masing-masing, masyarakatlah yang membuat kita menjadi makhluksosial, maka aku pun juga belajar mencintai diriku sendiri sebelum mencintai orang lain.Kamu atau aku berhak bahagia sendiri ataupun dengan orang lain.

Maka semoga dengan datangnya tulisani ni, keadaan hatimu cepat membaik, tidak mengapa jika memang pada kenyataanya kau tidak bisa kembali kepadaku (bersikapsepertibiasa )tidak mengapa jika pada kenyataannya kau menganggap tulisan ini hanyasampah, atau aku hanya kurang kerjaan mengurusi perasaanmu. Pahamilah, akutahu rasa sesakitu, memeluk lutut sendirian tidak ada seseorang yang menemani rasanya sangat menyedihkan. Dan aku tidak mau itu terjadi padamu. . .

Aku ingin tertidur, berbaring di ingatan penghujung november 2012

Aku tak kuasa beranjak

Selalu saja ingin menjejak . . .