Senin, 3 Maret 2014

Setelah jauh-jauh hari merencanakan perjalanan ke kota Bandung dan beberapa kali gagal karena kesibukan, akhirnya pada hari ini saya bisa melangkahkan kaki ke Bandung, setelah membereskan semua keperluan. Saya menuju tempat dimana Bus menuju Terminal Leuwipanjang akan berangkat. Sempat kaget dengan penumpang di dalam bus yang di dominasi oleh kaum adam, sampai akhirnya saya akhirnya menemukan kursi yang masih kosong duduklah saya di pojok yang merupakan tempat favorit saya, karena bisa melihat pemandangan. Di seberang kursi saya duduk seorang pria tampan berwajah boyband korea yang memasang headseat di telingga nya. Lumayan, dapat sambutan kece.

Beberapa menit kemudian datanglah seoang ibu-ibu dan duduk di sebelah saya, kami sempat bertegur sapa membicarakan hal-hal remeh, dan selang beberapa menit datang pula, seorang pria tampan yang juga duduk di sebelah pria bertampang boyband korea itu, dalam hati lumayan dapat hiburan ( langsung di colok mata saya )

Berangkatlah bus itu mulai meninggalkan Jakarta, saya cukup senang karena ini merupakan perjalanan pertama saya sendirian. Yeah, akhirnya saya sendirian.

Sepanjang perjalanan menuju Bandung , saya hanya menghabiskan waktu dengan membaca sebuah novel dan bersms-ria dengan Kak Welly, kakak yang saya temui di dunia maya dan akan menjadi tempat tebengan tidur saya di Bandung, sebetulnya saya berani ke Bandung karena ka Welly. Ya hitung-hitung kopdar.

Bus meninggalkan kota Jakarta, tiba di Jawa barat mendung memeluk langit dan mengirim jutaan pasukan rinai membasahi jalanan. Dengan cuaca yang melankolis ini, beberapa kali ingatan lama menghujam pikiran saya, betapa saya ingat bahwa Bandung pernah betul-betul saya hindari, bersumpah-sarapah tidak akan menginjakan kaki di kota itu, tetapi sepertinya saya kualat -.- seiring mengeringnya luka sakit-perih itu. Saya mulai mencintai Bandung, memutuskan benar-benar akan bertekad meninggalkan Jakarta yang sudah tidak nyaman dijadikan tempat tinggal.

Saya tahu, Bandung bukanlah perjalanan kaki, bukan sekedar melangkahkan kaki ke tempat menyenangkan. Bukan ! saya tahu itu.

Bandung adalah perjalanan hati, perjalanan merebut semua impian yang retak di mana-mana , percaya pada kekuatan impian, percaya bahwa tidak ada yang tidak mungkin selama kita mengantungkan kepada Tuhan.

Jam 05.30

Bus merapatkan diri di terminal Leuwipanjang, Bandung baru saja diguyur hujan terbukti dari aspal yang basah. Dan, semua berubah saat negara api menyerang  ponsel saya mendadak pingsan, saya mencari tempat duduk dulu sebab saya membawa buku yang lumayan berat. Saya optimis ponsel saya bisa menyala karena saya membawa powerbank, tetapi hingga azan maghrib berkumadang ponsel saya tak kunjung mau sadar, bingunglah saya. Sebab ka Welly juga pasti binggung mencari-cari dimana saya. Dengan sedih saya berusaha mencari wajah seseorang yang kiranya bisa diminta pertolongan, begini-begini saya bisa mendeteksi dengan radar neptunus mana orang baik dan mana orang jahat . Hahahah..

“Mas, boleh minta tolong pinjam hp-nya , hp saya mati total saya gak bisa telepon kakak saya “

“Silakan atuh “ katanya dalam logat sunda dan mencopot kartu di ponselnya.

Setelah menghubungi ka Welly, akhirnya berkat pertolongan akang itu saya bisa betemu dengan ka Welly. Hebohhhhh lah saya, menceritakan kejadian bahwa ponsel say pingsan. Ah ternyata berpergian bisa saja menghasilakn hal-hal tidak terduga seperti ini. Oh iya, saya dan ka Welly itu bekum pernah bertemu sebelumnya, kami hanya bersahabat di dunia maya.

Saat ini ka Welly sedang menempuh pendidikan pascasarjana di ITB saya sangat berterimakasih kepada Tuhan , sebab saya tahu ini akan menjadi cerita awal atas takdir luar biasa selanjutnya.

Sambil bercerita heboh di motor sepanjang perjalanan ke tempat kostan , kami mampir dulu di sebuah rumah makan yang mneyuguhkan view kota Bandung malam hari, sebenarnya makananya tidka terlalu enak, tetapi saya lapar x.x . Sambil makan, kami bercerita banyak hal tentang perjalanan hidup kami maisng-masing dan percayalah, di setiap luka akan ada setitik kebahagian yang tidak terbayarkan.

Karena sudah larut, kami pulang ke kost-an ka Welly yang sudah saya anggap rumah sendiri ( tamu gak tahu diri :p )

Selasa 4 Maret 2014

Kebetulan ka Welly libur kuliah, jadi bisa jalan-jalan keliling kota Bandung bersama saya, kali ini kami memutuskan ke curug Tilu , melalu perjalanan satu jam dan nyasar-nyasaran karena ka Welly lupa rute, akhirnya kami sampai. Kece sekali pemirsa, beginilah kami …

 

Yang manakah yang Liana ?

Ini dia ..

20140304_111928

 

 

hmm..

20140304_112048

Pose : Radar Neptunus

Pose tersebut tidak untuk ditiru kecuali oleh Agen resmi

 

Lalu puas menceburkan kaki di air yang dingin , kami bermain ayunan sambil bercerita banyak hal, ya kami memang sudah cukup dewasa untuk cekikikan sambil bermain ayunan di taman. Soalnya dulu waktu kecil main ayunan berebutan sama anak tetangga. Tidak lupa saya mengajak ka Welly melarungkan perahu kertas di sebuah mata air yang mengalir, sekali lagi saya berharap pesan kami sampai ke markas.

Setelah berkelana , saya dan kak Wel;y kembali lagi ke kost-an dan tidur siang , sebab nanti maghrib saya akan kopdar dengan salah satu manusia yang saya kagumi pemikirannya. Dia adalah —–

Kalian pasti tahu,

Cukup terkenal

Dan

Fenomenal

Kami janjian di Pusdai , dan ….

Dia

Dia

A-DA-LA-H

Pemilik blog : hasannote.worpress

ka has

( Foto diambil secara sembunyi-sembunyi )

“Beneran atuh ini ka Cecep yang di Blog ? “

“Iya, masa boongan “

Saya melirik ka Welly yang ikut menemani kami Kopdar,

“Koq beda ya sama yang di foto di blog ! “

“ya harus beda-lah “

Saya tertawa lagi, bingung harus bilang apa saya senang sekali bertemu dengan kak Cecep yang selama ini hanya bisa saya temui di dunia maya.  Kami berbincang tidak jelas, kesana kemari dan setelah azan Isya kami memutuskan untuk makan nasi goreng , kami bertiga lapar.

20140304_195945

Foto diambil secara diam-diam

Sepertinya ka Cecep lapar sekali atau lapar saja , yah ?

20140304_201246

Gak , makan berapa hari ka ? 😀

Kami bertiga pandang-padangan sebab porsi nasi goreng itu terlalu banyak untuk ukuran perut kami,

“Ini mah kayaknya porsi Liana “

“Oh , kakak gak tahu ? tanganku kalau di belek isinya usus semua hahahahaa”

Sambil makan, ka Cecep bercerita mengenai kuliah di Bandung dan percakapan yang bikin saya ngakak adalah :

“Kakak , bisa masak ? “

“Bisa, Cuma agak takut kompor !  “

“Loh gimana ceritanya ? “

“Iya, kan kalau di kampung pakai kayu jadi suka ngeri aja pakai kompor udah gitukan banyak berita meledak “

“Oh , berarti gak bisa masang gas ? “

“Enggak “

“Lah , kalau punya istri gimana ? “

“Pakai kayu “

*ketawa*

“Kalau aku takut goreng ayam sama ikan , soalnya minyak-nya “

“Oh, kalau kakak goreng pakai helm biar gak kena muka !! “

“HAH ? PAKAI HELM ? “

“iya.. “

helm

 

 

Foto diatas merupakan foto asli yang di berikan ka Cecep

 

Saya ketawa sambil menutupi wajah dengan telapak tangan, tidak percaya kalau ada orang seaneh itu.

Hujan rintih-rintih, kami bertiga tidak sanggup lagi menghabiskan nasi goreng, sambil menunggu hujan reda kami tebak-tebakkan film. Saya merasa , ka Cecep dan ka Welly adaalh sebuah keajaiban kami bertiga dari dunia maya dan bertemu lalu menjadi akrab seperti reuni kawan yang sudah lama tidak bertemu.

Saya senag sekali, banyak pelajaran yang saya ambil dari Kopdar seperti ini meski pembicraan kami ngawur. Jam 08.45 kami membubarkan diri, ka Cecep mengantarkan kami ke parkiran meskipun sudah kami tolak tidak usah. Malam itu, kami bertiga pamit dan semoga bisa bertemu kembali

*KOPDAR selanjutnya dengan pemilik blog Kebomandi.wordpress