Search

Pengeja rasa

Perempuan gila yang melakukan perjalanan menemukan bentuk

Month

April 2014

Surat untuk Daish

Surat Untuk Daish

25 Maret 2014 pukul 18:05

: Daish 

 

Daish,sebentar lagi dirimu akan lulus meninggalkan kampus kebanggaan kita, meninggalkan apa saja yang biasa kau akrabi. Dan aku, adalah satu wanita yang paling berdarah-darah melepas kepergianmu meski itu kelulusan adalah perihal membahagiakan.

Daish, seperti yang sering aku katakan kepada banyak perempuan : bahwa cinta sejati adalah melepaskan. Maka seharusnya hatiku tangguh ketika daftar namamu akan lulus pada tahun ini

 

Daish, disekeliling hidup kita ada banyak jenis cinta yang mendekat. Tetapi kenapa semua aku bandingkan dengan namamu ?

Kau bahkan tidak pernah berbicara lebih dari satu menit kepadaku, aku adalah wanita yang selalu bersembunyi ketika sosokmu melintas. Demi menyembunyikan degup jantungku yang tidak pernah berdetak beraturan ketika berhadapan denganmu.

 

Daish, aku tidak tahu jenis cinta apa yang aku punya yang jelas semenjak rok panjangku berubah menjadi abu-abu yang jelas aku sudah lama bertahan sampai detik ini bahkan ketika kau disebut-sebut calon Dokter, maka kamu adalah apa yang selalu menjadi sebab aku menulis surat-surat panjang sampai detik ini. 

 

Daish, mungkin aku lelah bersembunyi di balik hatiku sendiri membiarkan para lelaki patah ketika mencoba mendekat sebab mereka selalu kalah dengan sebaris namamu. Namamu adalah apa yang selalu aku rapalkan dalam doa-doa panjangku.

 

Daish, maukah kamu mengundang aku di pesta pernikahanmu ? 

 

 

* Jakarta dengan mata yang menahan bulir bening.

Monolog dan Curhatan Si Anak Bungsu

Monolog dan Curhatan Si Anak Bungsu

16 Maret 2014 pukul 0:03 Liana Daisha

Anak bungsu mutlak sudah akan melakonkan keriuhan yang “Tunggal “

 

Si bungsu , pernah berharap bahwa estafet penugasan ke warung tidak akan berhenti di dirinya, pasalnya sang kakak kerap kali menyuruh si bungsu ke warung untuk membeli banyak hal. Padahal kartun kesukaannya sedang asyik dia nikmati.

Si bungsu yang selalu membuat sang kakak akan mengalah tentang banyak hal, anak kecil yang tak tahu apa-apa itu sering kali membuat sang kakak merasa seharusnya tidak ada lagi bayi di perut ibunya setelah ia lahir di dunia. Si bungsu malah berharap bahwa seharusnya ia menjadi kakak, agar bisa menyuruh ke warung juga.

 

Hari-hari si bungsu akan diisi oleh pertengkaran lucu yang membuat Mama memegang kepalanya, teriakan parau si bungsu yang mengadu atau mengarang cerita bahwa sang kakak telah menindasnya, melempar bantal , merebut mainan si bungsu adalah bentuk penindasan dari sang kakak.

 

Apa kau tahu hal apa yang paling mengesankan menjadi si bungsu ? ialah bahwa dia begitu menjadi prioritas dari perhatian Papa Mamanya, membuat sang kakak merasa bahwa ia sudah tak disayang lagi. Dan yang paling membuat si bungsu merasakan kenyamanan luar biasa adalah, ketika sang kakak melawan teman-teman jahatnya, mencoba melindungi si bungsu dari marabahaya. Malam-malam si bungsu jarang diisi oleh kesepian, jam-jam bisa saja berdetak lelah karena mendengar si bungsu berbagi cerita dengan sang kakak. Diajak bermain sepanjang sore, diajari sang kakak matematika dan menulis.Dibawakan sang kakak beraneka makanan dan minuman, si bungsu mempunyai satu benda yang sama seperti sang kakak, menandakan bahwa mereka adalah saudarasatu rahim.

 

Dan apa kau tahu, hal apa yang paling sulit diterima si anak bungsu ? ialah ketika sang kakak telah melingkarkan cincin indah di jari seorang perempuan, mutlak sudah kasih sayang di porsi. Si bungsu mendadak akan diajarkan waktu mengenai cara mempertahankan diri , melawan malam-malam sepi tanpa canda tawa dari sang kakak. Menatap kesal sang wanita yang harus ia sebut “kakak ipar”

 

Anak bungsu, mutlak sudah menjadi anak “tunggal” tiada lagi yang akan saling curi mencuri makanan di dalam kulkas atau menghasut agar mama masak menu yang mereka sukai, anak bungsu mendadak bingung kemana tempat berbagi kue ? Tanpa pernah dipahami, si bungsu adalah satu manusia yang merasakan dua jiwa, jiwa riuh dan jiwa tunggal.

 

-Jakarta, ketika sebuah rasa sulit untuk di bawa memejamkan mata.

Kita adalah Makhluk Tunggal bernama kesendirian

Sekali lagi, sendiri adalah yang sejati

11 Maret 2014 pukul 10:30

Sekali lagi, cinta adalah kesendirian itu sendiri, masyarakatlah yang telah membuat kita menjadi makhluk sosial.

Malam itu, karena busway mempunyai jalur khusus maka wajar jalanan Jakarta yang macet bisa ditembus dengan cepat. Dan lampu-lampu gedung mewah selalu cantik dan membuat Jakarta mempunyai nilai plus untuk dinikmati saat malam hari.

Belakangan , saya berfikir siapakah sahabat saya yang sesungguhnya ? apakah Orang tua, teman-teman atau suami dan anak-anak saya kelak ? tetapi saya tidak menemukan mereka sebagai sahabat saya, justru “kesendirian” adalah hal yang nyatanya paten berulang-ulang.

Ya, jauh-jauh hari menjadi manusia sudah selayaknya belajar melepaskan banyak hal , seperti kebersamaan. Itulah mengapa kita dilarang keras mengantungkan kebahagiaan kita pada seseorang.

Saya akan terus belajar mencintai kesendirian, kelak saya menghadapi Maha Cinta pun sendiri, mustahil membawa rombongan. .

Jkt, 2014 oleh : Liana Daisha

Menasehati diri sendiri : Jangan Malas

Menasehati diri sendiri : Jangan Malas

17 Maret 2014 pukul 17:19 Liana Daisha

Bayangkan, jika tubuh sehatmu kau bawa bersantai berpuluh-puluh jam, tugas kuliah kau abaikan. Revisi skripsi tak kunjung kau selesaikan, persiapan presentasi belum kau siapkan barang sedikitpun ketikan di laptopmu yang bagus itu. Lalu, kau lupa bahwa waktu berjalanan amat cepat, tidak sudi menunggu manusia malas sepertimu. 

Hingga kau terbuai dengan yang tidak penting, sampai akhirnya beberapa jam mencekik tubuhmu memaksamu bekerja ekstra karena tumpukan tugas baru akan kau kerjakan menjelang hari pengumpulan. 

 

Kau lihat materi amat sulit di pahami dalam sekali baca, sementara teman-temanmu kini sudah terlelap tidur karena sebelumnya sudah menyicil tugas sehingga tidak menumpuk seperti ini. Jam semakin larut, matamu lelah mengerjakan setumpuk tugas. 

 

Beginikah cerminan manusia yang mengaku-ngaku memiliki mimpi ?

kau bilang ingin menjadi seniman yang inspiratif ? bagaimana bisa menginspirasi kalau seperuh kebiasaanmu bukan kerja keras melainkan malas akut ? 

kau bilang ingin menjadi pengajar muda di pedalaman sana ? bagaimana mungkin orang malas mengajarkan anak-anak yang setiap jejaknya adalah kerja keras ?

kau ini bagaimana ? 

 

Ingatkah, ketika 98 kapsul harus kau tegak , tubuhmu beberapa tahun yang lalu amat lemah. Tetapi kau tekun, mengerjakan tugas dengan rapi dan baik. Sekarang ? setelah Tuhan telah berbaik hati menganugrahkan nikmat sehat padamu ? inikah yang kau lakukan ? sesuatu yang tidak produktif.

 

Bayangkan, luka-luka alam bawah sadarmu yang mengendap bertahun-tahun, obsebsi mempertahankan dirimu bahwa kau harus membalas lunas segala luka-luka itu. Kau bukan anak orang kaya, Ayahmu tidak mewariskan tambang berlian, dia hanya mampu memberimu uang untuk membeli buku. Maka, malaskah ? yang kau suguhkan kepada kedua Orangtuamu ? itukah balasannya ?

 

Sadarlah, ini dunia yang realistis suka tidka suka ya harus dijalani, sesakit apapun, setidak suka apapun kamu. Ya , harus di hadapi. Tidak bisa lari, kamu hanya bisa menghadapi sekuat yang kamu bisa. Biar Tuhan yang menilai kerja kerasmu, tetapi kalau kau malas begini ? bagimana Tuhan bisa menilai ? 

 

Jangan malas di waktu muda dan sehat, sebelum menjadi rajin di waktu tua dan sakit.

 

Jakarta-setelah hujan turun dan sebuah materi belum kunjung di sentuh.

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑