Surat Untuk Daish

25 Maret 2014 pukul 18:05

: Daish 

 

Daish,sebentar lagi dirimu akan lulus meninggalkan kampus kebanggaan kita, meninggalkan apa saja yang biasa kau akrabi. Dan aku, adalah satu wanita yang paling berdarah-darah melepas kepergianmu meski itu kelulusan adalah perihal membahagiakan.

Daish, seperti yang sering aku katakan kepada banyak perempuan : bahwa cinta sejati adalah melepaskan. Maka seharusnya hatiku tangguh ketika daftar namamu akan lulus pada tahun ini

 

Daish, disekeliling hidup kita ada banyak jenis cinta yang mendekat. Tetapi kenapa semua aku bandingkan dengan namamu ?

Kau bahkan tidak pernah berbicara lebih dari satu menit kepadaku, aku adalah wanita yang selalu bersembunyi ketika sosokmu melintas. Demi menyembunyikan degup jantungku yang tidak pernah berdetak beraturan ketika berhadapan denganmu.

 

Daish, aku tidak tahu jenis cinta apa yang aku punya yang jelas semenjak rok panjangku berubah menjadi abu-abu yang jelas aku sudah lama bertahan sampai detik ini bahkan ketika kau disebut-sebut calon Dokter, maka kamu adalah apa yang selalu menjadi sebab aku menulis surat-surat panjang sampai detik ini. 

 

Daish, mungkin aku lelah bersembunyi di balik hatiku sendiri membiarkan para lelaki patah ketika mencoba mendekat sebab mereka selalu kalah dengan sebaris namamu. Namamu adalah apa yang selalu aku rapalkan dalam doa-doa panjangku.

 

Daish, maukah kamu mengundang aku di pesta pernikahanmu ? 

 

 

* Jakarta dengan mata yang menahan bulir bening.