Tabik

Untuk Sekar Indah, adikku yang selalu ingin menjelma menjadi Bidadari Surga

Sekar sayang, saat kau membaca surat ini barangkali jantungmu berdegup tak beraturan. Menerka-nerka apakah yang akan aku tulis, Sekar mungkin dalam hidup kita akan menemukan banyak jalan, maka barangkali sajadah adalah wujud bahwa kita makhluk yang lemah. Sekar saat pertama kali melihat sosok polosmu duduk di barisan belakang mendengarkan aku yang sedang asyik menyampaikan materi keputrian. Aku melihat ada kilauan yang berbeda, entah apa. Sejak saat itu aku jatuh hati padamu, bagiku kau adalah seorang wanita yang sungguh-sungguh dalam memperbaiki diri, kau bahkan pernah menangis di sudut sana saat teman-temanmu dari sekolah yang dulu menyangka kau Hamil hanya karena kau memakai gamis dan kerudung yang kau julurkan menutupi lekuk tubuh. Sekar, saat itulah sebenarnya aku ingin memelukmu, merebahkan dukamu. 

Sekar sayang, kita pernah berbincang hangat di taman kau bercerita dengan mata yang binarnya persis sepertti apa yang aku alami dulu, kau jatuh hati pada seorang laki-laki yang dia adalah sahabat baikku, aku hanya tersenyum mendengar celotehmu. Aku selalu bilang pada dirimu, Jatuh cintalah ! tidak ada mazhab manapun yang melarang, tapi kita harus mengendalikan dengan baik perasaan tersebut, aha ! iya Sekar, seringkali rasa membuat kita tidak berfikir dengan baik. Aku hanya ingin berpesan padamu, tentang rasa ya sudah di pendam saja 😀 tunggu waktu terbaik sambil terus memperbaiki diri. Kau pasti sudah tahu tulisan aku tentang ida, barangkali seperti itulah. 

Sekar, kita adalah perempuan manusia yang didalamnya terdapat banyak muara kasih sayang 😀 semoga kita bisa terus istiqomah dalam memperbaiki diri, salam manis

nanti akan menyusul, surat berikutnya 😀