Search

Pengeja rasa

Perempuan gila yang melakukan perjalanan menemukan bentuk

Month

July 2014

Perihal Mahabarata dan Hal-hal Ajaib yang Bisa Dipetik

Rasanya, siapa yang belum tahu ada serial Mahabarta yang mewarnai pertevean Nasional ? jujur awalnya saya tidak simpatik sama sekali dengan serial ini, tapi semua ini berubah saat kulit manggis ada ekstraknya, kakak laki-laki saya membeli setumpukan dvd Mahabarata dari episode pertama dan mungkin sampai terkahir yang sampai saat ini masih dalam proses pembuatan.

Saya jatuh hati pada Mahabarata ketika jatuh pada episode dimana Amba menuntut keadilan, dimana Bhesma tidak ingin menikahinya karena sumpahnya. Akhirnya saya mengikuti juga serial mahabarata dalam bentuk dvd , karena yang ditayangkan di teve menurut saya kurang asyik, selain terpotong iklan dan alih bahasa membuat saya jadi kurang tertarik. Lebih baik begini, tahu kosakata bahasa hindu yang konon para pemainnya saja harus belajar bahasa hindu.

Tanpa berpanjang lebar saya akan menceritakan semuanya di sini, dari mulai yang bahagia sampai yang membuat saya terpingkal-pingkal bahkan membuat saya menitihkan air mata ( oke lebay)

Masa  kecil : Pandawa dan Kurawa.

Hal yang membuat saya bisa geleng-geleng heran adalah peran Duryodhana semasa usia 15 tahun, kenapa star tv bisa begitu canggih dan niatnya mencari tampang yang bisa mengambarkan sosok duryodhana yang menyebalkan itu, sumpah cocok banget dengan watak dan kepribadiannya . Sayang tidak ada di google foto-foto kurawa kecil yang jelas, hanya ini

Duryodana kecil …

Sementara di pihak Pandawa, semuanya terkesan pas. . .

Beranjak dewasa, inilah yang membuat ranting mahabarata naik drastis, semua pemain yang masa kecilnya dekil bahkan berubah sangat tampan dan bertubuh atlestis.

1. Yudistira

Itu adalah yudistira, putra pertama dari pandu dan kunti dia adalah anugerah dari Dewa Dharma, oleh sebab itulah Yudistira di kenal paling dan paling jujur dan selalu menegakan kebenaran dan keadilan. Sosoknya yang selalu tenang seolah tanpa beban, membuat saya selalu ingin memiliki ketua kelas di kampus seperti dia, atau minimal dalam hidup saya pak-Rt saya seperti itu. Pada Mahabarata Yudistira ahli dalam ilmu agama, hukum dan tata negara. Keahlian Yudistira adalah mengunakan tombak. Pada abad ini jika sosok Yudistira berekarnasi pada salah satu pelajar Indonesia dan dia adalah teman saya, mungkin jadinya begini :

Saya : ” Yudistira, apakah kamu sudah mengerjakan tugas dari guru Drona ? ia merubah halaman tugas nya menjadi halaman sembilan ”

Yudistira : ” Aku tidak tahu akan hal itu, aku sudah mengerjakan tugas pada halaman pertama, aku tidak tahu bahwa tugas halaman itu dirubah”

Saya : ” Ya sudah yusitira, lebih baik kau kerjakan saja , lihat punyaku saja satu jam lagi akan dikumpulkan ”

Yudistira ” Tidak, Dewi wulan saya akan berterus terang pada guru Drona, biarkan saya yang dihukum, saya pantas menerima semua ini. Kebenaran harus di tegakkan ”

Saya : ” Wahai Pangeran Yudistira semoga kau di anugrahi usia panjang, tapi bukankah kau tahu sendiri guru Drona pasti akan menghukum semua murid termasuk aku, sebab kami telat memberi tahumu . . ”

Yudistira : ” Saya akan berbicara pada guru Drona, bahwa ini bukan kesalahan kalian, maafkan saya Dewi .. ”

Saya : *Asahpeso*

2, BIMA

Bima, adalah putra kedua dari pandu dan kunti yang di anurgahi dari dewa Bayu, bima adalah sosok yang paling kuat, bahkan hentakan kakinya di bumi dapat meretakan tanah. Dia sangat suka makan, ini sebanding dengan tubuhnya yang besar. Sosok Bima menurut saya sangat lucu, ia acap kali mencium sadewa, ia juga yang paling sering di bully oleh Nakula dan Arjuna, Sadewa. kecuali Yudistira ( sudah saya bilang dia baik sekali). Walaupun Bima jahil, ia ternyata memiliki hati yang lembut , tegas dan tidak suka berbasa-basi . Dan keahliannya adalah mengunakan senjata gada.

3, Arjuna

 

 

itu adalah Arjuna, cocok sekali mengambarkan sosok arjuna yang tampan, tatapan lembut. ini yang membuat fans perempuan teriak-teriak apalagi pemain Arjuna ini (Shaheer Sheikh) adalah seorang muslim. Entah kenapa  pada sosok arjuna yang paling saya sukai adalah matanya.

Arjuna merupakan putera ketiga dan anugrah dari dewa Indra,  kemahiran Arjuna adalah menggunakan senjata panah, yang membuat saya bisa merinding adalah, ketika Arjuna mengikhlaskan Drupadi isteri yang seharusnya tunggal miliknya menjadi milik keempat saudaranya. Arjuna sanggat lembut pada ibunya, itu yang saya suka , Arjuna sayang ibu 🙂 Hal yang saya sangat tidak suka pada sosok Arjuna adalah, pada pewayangan asli ia dikisahkan mempunyai isteri banyak. Tapi pada serial Mahabarata ia hanya menikah dengan Drupadi dan Subadra, kedua wanita itu akan saya bahas.

3. Nakula

Ini juga ganteng pemirsa, walaupun nakula bukan anak kunti, melainkan anak Madri istri kedua pandu, ia tetap saja merupakan bagian dari pandawa.Menurut Mahabharata, si kembar Nakula dan Sadewa memiliki kemampuan istimewa dalam merawat kuda dan sapi. Nakula digambarkan sebagai orang yang sangat menghibur hati. Ia juga teliti dalam menjalankan tugasnya dan selalu mengawasi sifat jahil kakaknya, Bima dan bahkan terhadap senda gurau yang terasa serius. Nakula juga memiliki kemahiran dalam memainkan senjata pedang. Nakula bisa berbicara sama hewan loh, 😀 kusnuson Kuda.

5. Sadewa

Sadewa merupakan ahli perbintangan yang ulung dan mampu meramalkan kejadian yang akan datang. Namun ia pernah dikutuk apabila sampai membeberkan rahasia takdir, maka kepalanya akan terbelah menjadi dua. Bisa dikatakan bahwa Sadewa ini anak indigo, Oh iya, Nakula dan Sadewa ini bisa menyembuhkan orang loh, dengan ramuan ajaib.

Berikutnya, ini adalah tokoh yang sangat saya kagumi,

Yap, Karna kelahiran karna sangat menyedihkan, akibat uji coba mantra yang dimiliki kunti , ia mencoab memanggil dewa surya, ia pun di anugrahi seorang anak, padahal saat itu kunti belum menikah. Demi menjaga nama baik negaranya, Kunti yang melahirkan sebelum menikah terpaksa membuang “putra Surya” yang ia beri nama Karna di sungai Aswa dalam sebuah keranjang. Bayi itu kemudian terbawa arus sampai akhirnya ditemukan oleh Adirata yang bekerja sebagai kusir kereta di Hastinapura.  Adirata dengan gembira menjadikan bayi tersebut sebagai anaknya. Karena sejak lahir sudah memakai pakaian perang lengkap dengan anting-anting dan kalung pemberian Surya. Disitulah takdir menghempaskan karna, ia seharusnya bergabung dengan kelima adiknya, menikmati kasih sayang kunti dan pandu, justru ia kini menjadi anak seorang kusir. Strata yang membuat ia sakit hati, karena pada dinasti kuru, strata sangat di bangakan. Bahkan pada suatu kesempatan karna memanah dengan baik, tapi sayang orang-orang menanggapnya tidak pantas karena karna adalah anak seorang kusir. Inilah yang membuat luka yang amat dalam, orang-orang tidak menerima keahliannya. Kalau pemirsa mau tahu, musuh terbesar karna adalah arjuna, sesuatu yang sangat mengenaskan hati kunti. Dimana anak-anaknya saling bunuh membunuh, hal yang membuat saya sesak ketika melihat mahabarata adaah episode dimana Karana dberi tahu khrisna, bahwa ia adalah anak Kunti. Walaupun karna menyebalkan karena berada di pihak kurawa dan teman setia duryodana, bagi saya karna adalah kesatria yang baik. Ia juga setia karena memiliki satu orang isteri, sifat karna sangat dermawan, ia bahkan rela melepas perisai emas dan antingnya, hingga tubuhnya berlumuran darah. Sesuatu yang membuat ia hampir mati. Ah, andai arjuna tahu Karna itu abangnya, apakah ia masih membenci ? Oh iya, karna ini sangat sayang ibu 😀 Pada akhirnya Karna mati di tangan arjuna pada perang Bartayuda. Oh iya, hal yang saya sukai dari karna ada lagi, ketika dia menyingkap bunga-bunga agar Vrushali ( isteri) nya bisa jalan. Duh romantis 😀

Nah , ini Dia Kunti, tidak lengkap bicara anak-anak hebat tanpa Ibu nya, bagi saya Kunti adalah perempuan yang luar biasa, ia menerima segala takdir yang terus membuat jalan ia dan anak-anaknya serasa sulit. Kunti adalah sosok ibu yang penuh kasih, mungkin kesalahan ia membuang karna adalah kesalahan yang tidak dapat ia maafkan, Apalagi menyaksikan anak-anaknya bertengkar satu sama lain, ibu mana yang tidak lemas ? Pada akhir hayatnya, Kunti bertapa dan mati karena api sucinya.

Ini dia, sosok perempuan yang sangat luar biasa. Dia adalah isteri dari kelima pandawa, jalan takdir terus mengajarkan drupadi apa itu menerima, dia sangat mencintai Arjuna, tapi sayang ia harus menikah juga dengan yang lainnya. kalau anda menonton dvd nya saat drupadi menikah, ada sountrack lagu yang sanga menyentuh hati, dari pancaran mata drupadi terlihat sangat menyedihkan namun ia terus berusaha tegar. Hal yang membuat saya sampai gemetar adlah ketika drupadi di permalukan di depan umum, atas ulah licik duryudhana dan sangkuni. Kain sarinya hampir di tarik di depan umum, namun berkat pertolongan krisna dari jauh kain itu terus melilit panjang sekali. Sehingga tidak jadi tersingkap. Rambut drupadi di tarik, ia di seret dari tangga ke depan para pandawa, hal yang membuat semua pandawa sangat terpukul. Terutama Yudistira,

Semenjak itu, ia bersumpah tidak akan mengikat rambutnya sampai darah duhsasan ( yang nyeret) buat keramas, karena ia merasa di nodai dan di perlakukan tidak adil. Drupadi sangat kecewa dengan pandawa suaminya yang tidak bisa melindunginya dan tidak mendengarkan perkataanya. Karena drupadi juga perang barthayuda meledak.Perang besar karena telah bertindak tidak adil pada seorang perempuan. Memang bukan faktor itu saja, yang membuat perang bersaudara itu, tapi bisa dikatakan drupadi adalah salah satu pengaruhnya. Saya juga tidak bisa membayangkan jika berada di sisi drupadi, saat dia begitu menanti kedatangan arjuna yang pulang bertapa selama satu tahun, tapi arjuna malah membawa seorang isteri baru. Pasti amat menyakitkan. Pada akhirnya drupadi mati mendahului suaminya, sebab ia terlalu mencinati arjuna dan tidak adil membagi cintanya pada keempat suaminya. Ah, kalau karmapala itu berlaku, apakah kamu para lelaki masih berniat poligami ? tidak pernah ada manusia yang adil di dunia ini.

Yang ini Subadra, isteri kedua arjuna, sekaligus adiknya krisna. Pada awalnya arjuna memang biasa-biasa aja sama subarda, tapi subadra sejak pertama kali tahu arjuna, ia langsung jatuh hati. yaiyalah ganteng 😀 Nah ini yang saya bingung, kalau di suruh memilih arjuna pilih drupadi atau subadra ya  ? waktu subadra hamil, arjuna sayang banget sama subadra. Subadra disini sangat polos, beda dengan drupadi yang berkarakter kuat. Pokoknya mah subadra bikin arjuna ketawa terus, menurut saya kecantikan subadra ini eksotis,

Entah kenapa, menurut saya subadra dan arjuan itu cocok sekali, sementara Yudistira dengan Drupadi itu baru pasangan yang pas. Kisah cinta subadra dan arjuna memang tidak seromantis yang di gambarkan seperti drupadi dan arjuna. Tapi kalau kalian mau tahu, arjuna pernah menyelamatkan subadra yang jatuh dari jurang, dan dengan adegan super lebay tangan mereka bersatu.

Hal yang paling menyedihkan yang di alami subadra saat masih hamil, ia ditinggal arjuna bersama pandawa dan drupadi yang dibuang kepengasingan. Ia harus tinggal sendiri selama tiga belas tahun ke kerajaan dwarka, membesarkan anaknya yaitu Abimanyu, anak kesayangan arjuna.

.

waktu mau di tinggalin. . . 😦

Baikah pemirsa, sampai sini dulu, mahabarata menurut saya merupakan sebuah karya yang sangat positif, terlepas dari berbagai hal yang memang sangat ajaib. Di mana semua orang tidak boleh mengucapkan sembarang sumpah. Dan semua orang mendapat balasan setimpal dengan apa yang di perbuatnya. Banyak juga qoetes menarik, sayang tidak saya catat. Oh iya ketika ada ksedihan pasti ada soundtrack lagu, yang terjemahan liriknya adalah

” Waktu adalah yang terkuat di dunia ”

Yap benar, segala rasa sakit bahkan bisa dilumpuhkan oleh waktu. Jadi jangan buang buang waktu anda, oke 😀

Advertisements

Suatu hari di Palestina.

Suatu hari di Palestina.

 

“ Saya mohon jangan membawa anak ini ! “ mataku memerah, berusaha mengendalikan intonasi suara, agar tak terkesan teriak-teriak. Kalau aku kasar sedikit saja, maka bisa jadi semua ini berantakan. Bocah laki-laki yang sedang kubela terus memojokan diri di tembok, menumpahkan air mata. Aku berdiri tepat di depannya, berusaha berbicara sebaik mungkin pada tentara Israel yang keras kepala. Tentara israel tetap saja menarik-narik lengan bocah di belakangku, aku pegangi anak ini kuat-kuat. Biarlah, jika aku harus mati di tangan tentara bodoh ini. Beberapa laki-laki ikut membantuku, mereka berusaha  mendiskusikan agar ketiga tentara ini berbaik hati memaafkan bocah di belakangku. Beberapa menit kemudian Gie datang dengan wajah panik, ia tahu apa yang terjadi.

“ Saya tidak akan membiarkan anak ini pergi, jangankan anak ini satu sekolah ini akan saya lindungi dengan darah saya ! “ kata Gie lantang. Tentara Israel terdesak, warga sipil banyak membantu kami agar tentara Israel tidak meyeret paksa bocah yang sedang tersedu-sedu ketakutan. Beberapa menit kemudian, tiga tentara itu mundur. Berjarak tiga puluh langkah dari tempat kejadian, saat diriku baru saja bernafas lega dengan Gie, gas air mata meluncur. Kami semua refleks menutup mata dan berlari kecil, mataku pedih.

***

Malam hari, saat langit hampa tanpa Bintang dan Rembulan. Aku dan Gie duduk diam di depan pengungsian,

“ Matamu masih perih  ? “ tanya Gie

Aku mengelengkan kepala, sambil tersenyum.

“ Kau mungkin kaget, biarpun kita sudah akrab dengan gas air mata tapi sepanjang kita berdemo bersama di jalan, kau tidak pernah aku biarkan terkena gas air mata. M-a-a-f  tadi aku terlambat melindungimu “ lirih Gie,

“ Justru aku berterimkasih, aku jadi tahu rasanya gas air mata. Seorang Demonstran belum lengkap jika belum tahu rasa pedihnya gas air mata “ aku menjawabnya sambil terus tersenyum.

“ Anak-anak kita yang malang “

“ Gie, tentara itu bodoh sekali ya ? “

“ Ya dan mereka adalah kumpulan pecundang “

“ Hahaha !! mereka melemparan gas air mata, mereka tidak berfikir ? air mata anak-anak kita adalah gas air mata itu sendiri. Kenapa mereka memancing air mata keluar dari mata anak-anak kita, bukankah tidak di lempar gaspun, anak-anak kita sudah fasih betul mengeja rasa yang berkecamuk membuat mereka menitihkan air mata saban hari .. “

“ Kau benar, seharusnya gas air mata itu mereka ledakan dekat mereka sendiri. Agar mereka tahu rasanya kehilangan, rasanya tidur tidak nyaman, rasanya di sakiti, rasanya tertindas “

“ Mereka bodoh “ ucap aku dan Gie serempak.

Kalian Manis Sekali.

Jadwal buka bersama kalau bulan puasa, pasti dari tiga tempat. SD.SMP.SMA. dan 16 Juli tepat pada saat hari ulang tahun saya, sekolah SMP saya mengadakan bukber, sayang yang datang belum banyak tetapi tidak mengurangi antusias saya untuk menjalin silaturahmi. Sebetulnya saya agak takut datang ke bukber, sebab saya takut di kerjain. Soalnya saya pernah di kerjain habis-habisan sama angkatan pertama, yang bikin saya diam dan gak bisa ngomong apa-apa.

Semasa perjalanan di metro mini, saya hampir saja ingin memberikan pukulan ke rahang seseorang atas sikapnya yang tidak menyenangkan. Tapi saya tahan, dan mencari celah untuk menghindar. Sambil terus mengawasi dengan mata yang amat jahat saya terus memperhatikan orang itu, orang-orang di metromini seakan bingung dengan tatapan mata saya yang sedemikian tajamnya. Mereka lantas bekerja sama saling memperhatikan. Seorang perempuan yang persis di samping saya dengan posisi duduk, tatapan mata saya dan matanya bertemu, berkirim isyarat. Dia ikut menatap tajam kelakukan aneh orang di dekat saya. Sungguh, kalau saja orang itu menunjukan kelakuan aneh lagi, saya berani yakin dia bisa mati di keroyok. Saya terus memperhatikan kaum wanita di dekat saya, seakan-akan menjaga mereka. Kepalan tangan saya seperti disulutkan api. Untungnya sampai di tempat tujuan, tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan. Saya merapalkan doa agar orang aneh itu tidak melakukan tindakan tidak menyenangkan lagi.

Di depan confest, saya menenagkan diri. Saya belum berani masuk, menunggu seseorang guru yang ternyata cukup lama. Saya akhirnya masuk, setelah sebuah pesan dari panitia menyuruh saya untuk masuk saja. Saya berjalan pelan-pelan, dan seseorang melambaikan tanganya, mengirimkan isyarat bahwa tempat yang di pesan di sana. Saya menghampiri, baru empat orang yang datang. Tiga perempuan yang cantik angkatan pertama, dan satu pria yaitu ketua ikatan alumni (ka arsyad ) setelah berkenalan, saya mengasingkan diri. Menjelajahi desain tempat ini. Seorang pelayan terus mondar-mandir mengantarkan makanan ke meja kami. Dari tampangnya sepertinya pelayan ini orang jawa. Itu kemudian terbukti dari logat nya.

Belum ada yang datang, ka arsyad mengajukan pertayaan ” mengapa saya datang sendiri dan tidak dengan bu trini ? ” saya katakan padanya  bahwa Bu Trini bareng dengan Bu Mala, jadi saya naik metro sendiri. Beberapa menit kedepan saya hanya membuka ponsel saya, ada panggilan masuk dari Ka nur, di telepon dia mengucapkan selamat ulang tahun beserta doa-doa yang baik, saya menjawabya dengan amin dan rasa terimakasih. Saya terus mengarahkan pandangan saya ke pintu masuk, menunggu bu Trini, hingga sosok nya datang dengan senyum lebar, saya berlari kecil menghampirinya. Sikap manja saya keluar.

Lalu,orang-orang mulai banyak berdatangan. Saya diminta ka Arsyad menjadi pembawa acara, saya sempat menolak. Entah kenapa di Forum Ikatan Alumni, saya selalu mendadak merasa kehilangan kemampuan verbal, kosakata saya terkadang menjadi kacau, gugup ! Tapi akhirnya saya sanggupi, yah walaupun gugup !

Sesudah membicarakan beberapa hal, akhirnya azan maghrib berkumandang. Kami menyantap makanan, di belakang saya pak Arif dan Bu trini berbisik-bisik, saya menoleh. Pak Arif mengoceh ” Aduh pulang ada KFC nih, kayaknya ada KFC nih pulang ” saya mengerti maksudnya minta di traktir :p duh bapak, kalau saya sedang ada rezeki ini acara saya yang bayarin 😀

Setelah bercanda sana sini, bertanya kabar, rapat kecil. Akhirnya kami pulang, sekitar jam 7 malam. Dan, ternyata kami semua berbelok dan memutuskan ke sebuah karoke. Sekitar 20 orang, kami memesan ruangan.

Tempat ini di desain dengan penerangan yang kurang baik, remang yang dramatis dan jangan coba-coba menatap lampu berwarna warni , mata kalian akan sakit. Dengan lagu, mereka semua seakan bernostalgia, saya termasuk diam saja. Dan mereka semua mulai bertingkah gila, berjoget tidak jelas. Saya pandangi mereka dengan tersenyum, tidak tahu di tempat karoke harus apa, saya melarikan diri ke Gramedia yang terletak persis di sebelahnya, duh banyak buku bagus. Saya sebenarnya mengincar novel Amba  karya Laksmi. Sudah pasang target, novel ini harus saya miliki.

Saya masuk lagi, beberapa alumni angkatan pertama sudah mulai pamit. Lagu-lagu yang asing di telinga saya terus berdendang, saya diam dan hanya berbincang-bincang dengan kakak angkatan saya.

Sampai akhirnya…………

 

Mereka memutar lagu, Selamat ulang tahun.

Hari ini, hari yang kau tunggu

Bertambah satu tahun, usiamu

,Bahagialah slalu

mereka mulai menggila lagi, heboh jumpalitan , berteriak-teriak senang dan saya ? saya bingung harus apa, tangan saya di tarik ke depan, saya sudah berusaha melawan , tapi tetap saja saya terus di dorong ke depan. Saya pasrah pembaca  ! saya satu dan mereka banyak. Teringat akan acara we sing for you yang romantis itu, di depan saya terus menundukan wajah saya, air mata keluar dari sudut mata saya. Ini manis sekali, seakan-akan mengobati perasaan saya. Saya bersyukur sekali Maha Cinta melimpahkan orang-orang baik kepada saya, saya bahagia. Manis sekali lagu-lagu itu, jumpalitan lucu, kalian yang sengaja meledek saya dan ka Arsyad, kalian yang berkonspirasi terus menerus. Ah, kalian keluargaku manis sekali.

Saya bersyukur sekali, Sekolah menengah pertama telah mengajarkan saya bayak hal 😀 apa itu kebersamaan, apa itu saling berbagi di antara setiap kesulitan, apa itu berusaha memperjuangkan impian.

Sungguh kalian manis sekali.

Kalian yang pernah mesra, yang pernah baik, dan simpati padaku
Tegaklah ke langit luas atau awan yang mendung
Kita tak pernah menanam apa-apa
Kita tak pernah kehilangan apa-apa
(-Gie- Selasa, 11 November 1969 )

Terimakasih untuk yang telah heboh jumpalitan menyanyikan satu buah lagu, untuk yang menarik-narik tanganku, untuk pelukan hangat, untuk doa-doa yang melangit. Terimakasih, semoga doa-doa itu terjabah. amiin

Di Ambang Kematian.

Bicara Tentang aku Yang Ingin Menenggelamkan Diri Di Samudera.

 

Nelangsa sekali, jika selama ini saya begitu takut dengan kematian yang seperti mengetuk-ngetuk pintu rumah saya. Saya sangat takut dengan Malaikat Izrail yang bisa mengunjungi siapa saja. Tetapi terkadang, bahkan seringnya saya begitu merindukan kematian. Bila saya mati, apakah orang-orang akan menangisi kesedihan saya, mengoyang-goyangkan tubuh saya yang kehilangan nyawa. Lantas orang-orang berteriak parau memohon-mohon agar saya hidup kembali. Ataukah, justru orang-orang merasa tidak peduli jika saya mati nanti. Hanya terkejut kemudian kembali menjalani rutinitas tanpa ada bekas-bekas kesedihan.

Kematian, adalah kompilasi dari banyak hal. Kalau tidak ada kematian atau tidak ada sesuatu yang mati, barangkali dunia ini sudah rusuh dengan penduduk bumi yang kisruh. Tetapi di sisi lain, orang-orang tidak menginginka kematian orang terdekat, sebatas mereka belum siap memakan mentah-mentah apa itu kesedirian. Apa itu terjebak adalam nostalgia yang manis yang berubah jadi rindu yang berdarah-darah.

Dalam benak , saya selalu ingin mati dikelililngi orang-orang terkasih, sebelum mati barangkali saya bisa memanggil sang Maha Cinta sebanyak yang saya bisa, menyebut-nyebut namanya di sela-sela nafas yang sudah satu, dua, tiga.

Perihal hidup, ah apa sih hidup itu ?

Hidup saya selalu di isi oleh perang-perang besar, perang yang tak kunjung selesai, karena saya berperang melawan diri saya sendiri. Saya yang begitu ceroboh, begitu tidak menyenangkan karena banyak yang membenci saya, banyak yang tak menyukai sikap saya, banyak yang tak menyukai kehadiran saya. Jauh sebelum itu, jauh sebelum mereka melukai dan tidak menyukai saya, atau bahkan saya yang melukai mereka. Tepatnya, saya selalu ingin menghilang, saya selalu ingin berkali-kali menghilang karena malu, malu pada banyak hal.

Ada banyak hal yang membuat saya ingin menghilang, bukan karena saya ingin melarikan diri dari realitas,, buka karena saya kalah dengan kenyataan yang lebih banyak membingungkan. Tapi, karena saya ingin belajar mencintai sang Maha Cinta, saya kesal dengan kehidupan dunia yang semakin hari membuat saya ingin menabrkan diri ke truk yang sedang melintas, tetapi untungnya keinginan untuk mati tidak pernah mendorong saya benar-benar melakukan tindakan bodoh : Bunuh diri.

Orang-orang bilang bunuh diri adalah mematikan diri, sengaja betul menghentikan nafas, sengaja betul melarikan diri dari kehidupa dunia. Tetapi, nyatanya kita manusia di dunia ini terkhusukan saya telah melakukan bunuh diri setiap hari. Betapa saya selalu membuang-buang waktu untuk hal-hal remeh, betapa saya lebih banyak tidak bergunanya.  Dan yang paling menyebalkan adalah saya belum menemukan titik kesejatian saya, saya seperti orang mabuk yang terus berusaha sadar, misalnya betapa menyakitkan jika saya sedang melakukan monolog kepada diri saya sendiri, yang hampir setiap malam saya lakukan.

” Berdiri sebagai apa,berfungsi seperti apa, dan berperan seperti apa ”

Lalu saya menutup muka dengan bantal. ah kesal sekali betapa saya belum mencapai apa yang seharusnya saya capai. Belum bekerja apa yang seharusnya saya kerjakan. Kesal. Kesal.

Di tulisan saya yang ini, saya ingin memarahi diri saya sendiri. Sekaligus berterimakasih karena sudah berusaha sekuat.

 

Monolog Marah :

Di sebuah cermin, ada bayangan seorang perempuan, tiba-tiba saja setelah sekian menit ia memandangi dirinya, ia menangis sedih. Air matanya tumpah melambat, matanya sudah memerah. Demi Purnama di bulan Juli, apakah yang sedang ia tangiskan ? wahai perempuan yang alis matanya konon dapat menyembunyikan kegetiran yang berusaha ia lumatkan. Dia menghapus air matanya, kemudian menumpahkanya lagi, menghapus lagi, tumpah lagi. O, Majnun yang terasing bisakah kau jelaskan mengapa perempuan ini begitu terlihat sendu ? Rupanya, perempuan ini sedang menangisi kenyataan yang terkadang membuat ia terjatuh berkali-kali, kakinya terluka, hampir sobek dan bernanah. Perempuan itu makin tersedu-sedu, ia  teringat akan mimpi anehnya dimana ia pernah bertemu dengan dirinya. Sekarang perempuan itu. terdiam lama sekali, dikamarnya dengan penerangan yang redup, ia malah sengaja mematikan lampu. Kemudian menyalakan lilin, filosofi yang ia pegang kuat-kuat, maknanya agar ia dapat melihatkebaikan di dalam kegelapan.

Tadi perempuan itu menangis, sekarang ia marah sambil memukul-mukul lantai, tanganya tak sakit. Pernah menjadi atlet bela diri membuat tulang-tulangya sudah terbiasa dengan pukulan. Tapi tangisannya tak kunjung berhenti, bahkan tak anggup memadamkan api lilin yang tak tega dan ingin segera mati. O, Demi Neptunus di laut sana, apakah yang membuat perempuan ini marah ? Iya, ternyata perempuan ini marah pada dirinya sendiri ia marah karena selama ini ia telah membuang-buang kesempatan untuk menjadi perempuan baik. Ia, teringat wajah-wajah orang-orang yang berkorban sedemikan dahsyat. terutama Mamanya, mama yang sekarang telah menua. Dia mematikan lilin, perempuan itu berhenti menangis. Dan

D.i.a.m.e.l.i.h.a.t.M.a.h.a.c.i.n.ta.d.i.m.a.na.ma.na

Monolog terimakasih:

Selembar kertas, ia melipat sedemikan cepat. Perempuan itu melakukan tradisi melaporkan kabar pada neptunus dewa laut. Perahu kertasnya berlayar, anggun. Perempuan itu menatap langit subuh, sepagi ini ia sangat ingin memeluk apa saja, ia bahagia sekali karena rentetan peristiwa telah membuat ia belajar akan banyak hal. Ia merasa bahagia, atas apa saja. Segala sakit perih, segala rasa bahagia yang sangat tipis dengan tangis malamnya.Ia mendadak amat bahagia, bahagia sekali. Orang-orang tidak mengerti. . . ia bahagia sekali.

Dia menggengam, entah apa. Mendadak potongan lagu sebelum cahaya berputar..

“Gengamlah tanganku Cinta”

Terpelanting.

Bug

Bug

Bug

Barangkali aku sering mengutuk diriku sendiri atas banyak hal yang aku pilih secara serampangan, memberantakan beberapa hal dalam hidupku. Memikirkan hal-hal remeh yang seharusnya tidak aku pikirkan. Akhirnya aku gila sendiri,

Lilin di kamarku bergoyang, saya memeluk lutut. Orang-orang di sekitar kita banyak yang merasa hidupnya terasa begitu menyakitkan, merasa tidak beruntung dan penuh masalah. Iya, ini termasuk saya , yang barangkali blogku ini berisi keluhan-keluhan sampah, tulisan-tulisan dunia mayaku berisi sampah juga, aihh kapan aku dewasa ? dewasa dalam cara berfikir.Baik dalam cara berfikir.

Pause.

Jadi, aih Hidup, taukah kamu ? sebegitu menyakitnya toh saya bisa melalui, walaupun yang pasti saya pernah melakukan kesalahan. Barangkali, dari masalah yang menerpa, ada sebuah hakikat yang harus terus saya pahami, yaitu : “memaafkan diri”

Pause.

Jadi, maksud saya apa menulis semua ini ?

” S.a.y.a s.e.d.a.n.g.m.e.n.a.t.a.d.i.r.i :”

semacam muhasabbah,agar saya terus bergerak sebelum semuanya terlambat ! soal apa yang akan terjadi kedepannya, resiko-resiko yang berupa bonus, saya akan mengumpulkan kekuatan untuk mengatasinya.

 

Selamat ulang tahun Liana, sekarang tersenyumlah, damailah, tegakklah ke langit luas, pejamkan matamu. Semua orang-orang baik berkumpul di sekitarmu…. Lepaskanlah… yang lebih baik semoga akan datang.

Semua rasa sakit, bertahun-tahun yang saya  tangisi sekarang hanyalah kenangan, semacam ingatan yang bisa di tertawai.

 

 

Racau- meracau

Hampir mati bosan karena slide-slide presentasi tidak menarik. Orang tua berbicara tentang pendidikan karakter, tapi mereka lupa bahwa mereka adalah salah satu yang bisa merusak karakter baik anak-anak ingusan sepertiku. Beginilah aku, tidak bermaksud sombong karena meremehkan apa yang sedang orang tua koar-koarkan di telinga kami yang sebetulnya tidak butuh ceramah formal seperti ini. Huh, lalu saat aku mencoba bertukar pikiran mereka tidak terima.

Semakin hari, aku semakin kecewa dengan dunia ini, dengan apa saja. Orang-orang yang sudah mengila termasuk diriku yang sudah keracunan pola kewarasaanya. Kita tak ubahnya seperti robot, berangkat pagi-pagi buta, memakan macet lantas memainkan gadget di tangan.

Negeri ini semakin panas, tetapi terkadang sering menjadi dingin. Di benua sana , kemanusiaan sedang di bakar. Orang-orang waras mengadakan rapat yang bisa membuat jam di dinding mati bosan dan ingin menghancurkan diri, mereka membahas tentang peluru-peluru yang menembus jiwa-jiwa yang konon tak berdosa. Rapat itu hanya sampah!! buang-buang waktu karena pada akhirnya tetap bungkam.

Sementara di negara ini, rakyat nya juga sudah gila membela kandidat presiden sebegitu brutalnya, rela kehilangan banyak kerabat demi capres yang mereka bela. Padahal lihat saja nanti, ketika jabatan berakhir orang-orang yang mati-matian membela barangkali dialah yang pertama kali meludahi, mencaci maki, menyumpah serapah orang yang dulu dia bela mati-matian.

aku muak
maka aku putuskan
untuk tidur siang saja.

Bandung dan Benang Merah Maha Cinta

Selalu jatuh cinta dengan kota ini, yang anginnya sejuk walau sinar mentari membara di atas sana. Berkali-kali selalu jatuh cinta dengan kota ini,

 

Berpilin.

Bertahun-tahun yang lalu.

Aku membenci Bandung, aku bersumpah tidak akan pernah menginjakan kaki ke kota itu, tidak akan pernah melewati kota itu !!

Dalam satu tepukan tangan sang Maha Cinta membolak balikan hati , entah bagaimana mekanismenya bekerja. Aku terdampar disini. menggigil dingin. Tersenyum mengenang kebencian tidak jelas itu. 

Aku tidak akan melupakan orang-orang yang luar biasa baik, ucapan-ucapan yang ramah, sambutan yang luar biasa hangat.

 

Bandung, 2014 8 Juli

Mata Pisau

MATA PISAU

kolaborasi karya : Fendi Kachonk dan Liana Daliana

 

Mata kekasihmu, aku menemukan pisau untuk jantungku

runcing memburu jantung

ada sayatan kecil di dalam hati matamu, kekasihku

bertahta di sana jadi cahaya

diam di luka-luka itu

 

di pekat malam, mata kekasihmu diam-diam bisa merajamku

ia menikam segala hampa tanpa nyanyian yang lirih

mengundang semesta rimbun air mata

akupun tak paham,

diam menikmati setiap rajam,

aku tumis kecil-kecil jadi harapan pagi selalu akan esok

 

lalu saat cahaya datang menyergap

aku memeras luka-luka itu agar mengering

kemudian aku jemur bersama air mata yang tak kunjung kering

O. mata kekasihmu sanggup merobek rumah hati

yang porak bersama sebatang puisi sedih

 

lalu adakah tanyamu?

pada mata pisau,

mata kata kata mati dikubur puisi di hati ini,

masih ada nisan saat racau rindu seperti air yang tiba-tiba berhenti, mati !

 

bagaimana bisa aku menatap lekat mata kekasihmu ?

aku bahkan telah dibunuhnya

dengan menaruh jiwamu pada binar matanya

kau keterlaluan sayang,

seketika memakan komet lantas memasuki mata yang konon bagai purnama

 

kau tak perlu jawabnya padaku,

yang pisau menyekat malam sepi yang kemarin meradang

masih luka yang sama seperi saat poros waktu menyeretku

ke rumah yang tak pernah ada bunga apalagi kupu-kupu,

semua tiada…

 

Aku terpelanting

mata kekasihmu sanggup menginjak tulangku yang ketus

lalu kau ikut menyiramkan kepedihan di mana-mana.

 

Surat ke-1 “Tentang Mata Purnama”

Mungkin, kini aku hanya bisa menitipkan selamat pada langit-langit kamar yang resah. Selamat, terutama pada diriku sendiri karena aku baru tahu kalau kau sepertinya begitu mencintai seorang perempuan yang matanya seperti purnama. Mendengar kabar seperti itu, apa kau tahu apa yang aku rasakan ?

Aku juga tidak tahu persis, tapi kupikir aku bisa memperjuangkan sesuatu meskipun pada akhirnya kandas dan menisahkan hati yang dirajam kepiluan. Tak apa, aku sudah siap menerima segala resiko. Tetapi, dengan menulis surat ini yang aku perlukan hanyalah mengenang dan menceritakan banyak hal padamu. Sebab, selama ini kau menghilang dari kehidupanku. Aku tidak akan pernah menjadi tempatmu pulang, karena aku bukan rumah untukmu.

Sejak kecil mataku bahkan tidak pernah menjelma menjadi bentuk purnama, bahkan mataku tak sesempurna itu.

 

 

Selamat Ulang Tahun, wordpressku Tersayang !

Diriku yang terbelah , wordpressku sayang. Selamat ulang tahun tak terasa satu tahun sudah aku menceritakan banyak hal padamu. Sejak pertama kali kau terciptakan untukku, dan menemani perjalanan rasaku selama ini.

 

Sekarang di depan layar aku sedang merenungi banyak hal, misalnya tentang apa saja yang aku tulis selama ini, yang membacanya bisa membuat aku tertawa di perjalanan atau bahkan sesak di kepulangan. Aku belum menyiapkan apapun untuk perayaan ulang tahunmu, barangkali tidak akan ada nasi kuning atau minuman berwarna-warni, dan menu-menu racikan mama yang super lezat. Aku tidak terbiasa merayakan kedewasaan usia lewat pesta-pesta yang semu. Seperti saat ini, yang aku lakukan menatap layar menggerakan jemari untuk menuliskan sesuatu di sini, aku lebih suka memberiu tulisan di banding kado-kado yang bahkan bisa terlupakan.

Wordpess, sahabatku sekaligus belahan diriku yang lain. Pada hari ulang tahunmu ini aku ingin memelukmu dengan hangat, terimakasih atas segala ruang yang izinkan untuk menuliskan banyak hal. Minimal agar aku tidak gila ! dari hiruk pikuk dan kekejaman kehidupan yang kadang juga aku sumbangkan kekejaman itu. Terimakasih atas banyak hal, misalnya kebahagian ketika tulisan-tulisanku bermanfaat dan meninggalkan jejak yang apik di hati pembaca.

Disinilah diriku bersembunyi, orang-orang tak mengenalku dan aku juga tak hendak memperkenalkan diri. Aku hanya ingin menulis sesuatu yang sederhana karena bagiku Hidup adalah Perjalanan Rasa, kelak semoga anak-anakku meluangkan waktu membaca tulisan-tulisan ini

 

Bandung, 06 Juni 2014

 

Blog at WordPress.com.

Up ↑