MATA PISAU

kolaborasi karya : Fendi Kachonk dan Liana Daliana

 

Mata kekasihmu, aku menemukan pisau untuk jantungku

runcing memburu jantung

ada sayatan kecil di dalam hati matamu, kekasihku

bertahta di sana jadi cahaya

diam di luka-luka itu

 

di pekat malam, mata kekasihmu diam-diam bisa merajamku

ia menikam segala hampa tanpa nyanyian yang lirih

mengundang semesta rimbun air mata

akupun tak paham,

diam menikmati setiap rajam,

aku tumis kecil-kecil jadi harapan pagi selalu akan esok

 

lalu saat cahaya datang menyergap

aku memeras luka-luka itu agar mengering

kemudian aku jemur bersama air mata yang tak kunjung kering

O. mata kekasihmu sanggup merobek rumah hati

yang porak bersama sebatang puisi sedih

 

lalu adakah tanyamu?

pada mata pisau,

mata kata kata mati dikubur puisi di hati ini,

masih ada nisan saat racau rindu seperti air yang tiba-tiba berhenti, mati !

 

bagaimana bisa aku menatap lekat mata kekasihmu ?

aku bahkan telah dibunuhnya

dengan menaruh jiwamu pada binar matanya

kau keterlaluan sayang,

seketika memakan komet lantas memasuki mata yang konon bagai purnama

 

kau tak perlu jawabnya padaku,

yang pisau menyekat malam sepi yang kemarin meradang

masih luka yang sama seperi saat poros waktu menyeretku

ke rumah yang tak pernah ada bunga apalagi kupu-kupu,

semua tiada…

 

Aku terpelanting

mata kekasihmu sanggup menginjak tulangku yang ketus

lalu kau ikut menyiramkan kepedihan di mana-mana.