Hampir mati bosan karena slide-slide presentasi tidak menarik. Orang tua berbicara tentang pendidikan karakter, tapi mereka lupa bahwa mereka adalah salah satu yang bisa merusak karakter baik anak-anak ingusan sepertiku. Beginilah aku, tidak bermaksud sombong karena meremehkan apa yang sedang orang tua koar-koarkan di telinga kami yang sebetulnya tidak butuh ceramah formal seperti ini. Huh, lalu saat aku mencoba bertukar pikiran mereka tidak terima.

Semakin hari, aku semakin kecewa dengan dunia ini, dengan apa saja. Orang-orang yang sudah mengila termasuk diriku yang sudah keracunan pola kewarasaanya. Kita tak ubahnya seperti robot, berangkat pagi-pagi buta, memakan macet lantas memainkan gadget di tangan.

Negeri ini semakin panas, tetapi terkadang sering menjadi dingin. Di benua sana , kemanusiaan sedang di bakar. Orang-orang waras mengadakan rapat yang bisa membuat jam di dinding mati bosan dan ingin menghancurkan diri, mereka membahas tentang peluru-peluru yang menembus jiwa-jiwa yang konon tak berdosa. Rapat itu hanya sampah!! buang-buang waktu karena pada akhirnya tetap bungkam.

Sementara di negara ini, rakyat nya juga sudah gila membela kandidat presiden sebegitu brutalnya, rela kehilangan banyak kerabat demi capres yang mereka bela. Padahal lihat saja nanti, ketika jabatan berakhir orang-orang yang mati-matian membela barangkali dialah yang pertama kali meludahi, mencaci maki, menyumpah serapah orang yang dulu dia bela mati-matian.

aku muak
maka aku putuskan
untuk tidur siang saja.