Jadwal buka bersama kalau bulan puasa, pasti dari tiga tempat. SD.SMP.SMA. dan 16 Juli tepat pada saat hari ulang tahun saya, sekolah SMP saya mengadakan bukber, sayang yang datang belum banyak tetapi tidak mengurangi antusias saya untuk menjalin silaturahmi. Sebetulnya saya agak takut datang ke bukber, sebab saya takut di kerjain. Soalnya saya pernah di kerjain habis-habisan sama angkatan pertama, yang bikin saya diam dan gak bisa ngomong apa-apa.

Semasa perjalanan di metro mini, saya hampir saja ingin memberikan pukulan ke rahang seseorang atas sikapnya yang tidak menyenangkan. Tapi saya tahan, dan mencari celah untuk menghindar. Sambil terus mengawasi dengan mata yang amat jahat saya terus memperhatikan orang itu, orang-orang di metromini seakan bingung dengan tatapan mata saya yang sedemikian tajamnya. Mereka lantas bekerja sama saling memperhatikan. Seorang perempuan yang persis di samping saya dengan posisi duduk, tatapan mata saya dan matanya bertemu, berkirim isyarat. Dia ikut menatap tajam kelakukan aneh orang di dekat saya. Sungguh, kalau saja orang itu menunjukan kelakuan aneh lagi, saya berani yakin dia bisa mati di keroyok. Saya terus memperhatikan kaum wanita di dekat saya, seakan-akan menjaga mereka. Kepalan tangan saya seperti disulutkan api. Untungnya sampai di tempat tujuan, tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan. Saya merapalkan doa agar orang aneh itu tidak melakukan tindakan tidak menyenangkan lagi.

Di depan confest, saya menenagkan diri. Saya belum berani masuk, menunggu seseorang guru yang ternyata cukup lama. Saya akhirnya masuk, setelah sebuah pesan dari panitia menyuruh saya untuk masuk saja. Saya berjalan pelan-pelan, dan seseorang melambaikan tanganya, mengirimkan isyarat bahwa tempat yang di pesan di sana. Saya menghampiri, baru empat orang yang datang. Tiga perempuan yang cantik angkatan pertama, dan satu pria yaitu ketua ikatan alumni (ka arsyad ) setelah berkenalan, saya mengasingkan diri. Menjelajahi desain tempat ini. Seorang pelayan terus mondar-mandir mengantarkan makanan ke meja kami. Dari tampangnya sepertinya pelayan ini orang jawa. Itu kemudian terbukti dari logat nya.

Belum ada yang datang, ka arsyad mengajukan pertayaan ” mengapa saya datang sendiri dan tidak dengan bu trini ? ” saya katakan padanya  bahwa Bu Trini bareng dengan Bu Mala, jadi saya naik metro sendiri. Beberapa menit kedepan saya hanya membuka ponsel saya, ada panggilan masuk dari Ka nur, di telepon dia mengucapkan selamat ulang tahun beserta doa-doa yang baik, saya menjawabya dengan amin dan rasa terimakasih. Saya terus mengarahkan pandangan saya ke pintu masuk, menunggu bu Trini, hingga sosok nya datang dengan senyum lebar, saya berlari kecil menghampirinya. Sikap manja saya keluar.

Lalu,orang-orang mulai banyak berdatangan. Saya diminta ka Arsyad menjadi pembawa acara, saya sempat menolak. Entah kenapa di Forum Ikatan Alumni, saya selalu mendadak merasa kehilangan kemampuan verbal, kosakata saya terkadang menjadi kacau, gugup ! Tapi akhirnya saya sanggupi, yah walaupun gugup !

Sesudah membicarakan beberapa hal, akhirnya azan maghrib berkumandang. Kami menyantap makanan, di belakang saya pak Arif dan Bu trini berbisik-bisik, saya menoleh. Pak Arif mengoceh ” Aduh pulang ada KFC nih, kayaknya ada KFC nih pulang ” saya mengerti maksudnya minta di traktir :p duh bapak, kalau saya sedang ada rezeki ini acara saya yang bayarin 😀

Setelah bercanda sana sini, bertanya kabar, rapat kecil. Akhirnya kami pulang, sekitar jam 7 malam. Dan, ternyata kami semua berbelok dan memutuskan ke sebuah karoke. Sekitar 20 orang, kami memesan ruangan.

Tempat ini di desain dengan penerangan yang kurang baik, remang yang dramatis dan jangan coba-coba menatap lampu berwarna warni , mata kalian akan sakit. Dengan lagu, mereka semua seakan bernostalgia, saya termasuk diam saja. Dan mereka semua mulai bertingkah gila, berjoget tidak jelas. Saya pandangi mereka dengan tersenyum, tidak tahu di tempat karoke harus apa, saya melarikan diri ke Gramedia yang terletak persis di sebelahnya, duh banyak buku bagus. Saya sebenarnya mengincar novel Amba  karya Laksmi. Sudah pasang target, novel ini harus saya miliki.

Saya masuk lagi, beberapa alumni angkatan pertama sudah mulai pamit. Lagu-lagu yang asing di telinga saya terus berdendang, saya diam dan hanya berbincang-bincang dengan kakak angkatan saya.

Sampai akhirnya…………

 

Mereka memutar lagu, Selamat ulang tahun.

Hari ini, hari yang kau tunggu

Bertambah satu tahun, usiamu

,Bahagialah slalu

mereka mulai menggila lagi, heboh jumpalitan , berteriak-teriak senang dan saya ? saya bingung harus apa, tangan saya di tarik ke depan, saya sudah berusaha melawan , tapi tetap saja saya terus di dorong ke depan. Saya pasrah pembaca  ! saya satu dan mereka banyak. Teringat akan acara we sing for you yang romantis itu, di depan saya terus menundukan wajah saya, air mata keluar dari sudut mata saya. Ini manis sekali, seakan-akan mengobati perasaan saya. Saya bersyukur sekali Maha Cinta melimpahkan orang-orang baik kepada saya, saya bahagia. Manis sekali lagu-lagu itu, jumpalitan lucu, kalian yang sengaja meledek saya dan ka Arsyad, kalian yang berkonspirasi terus menerus. Ah, kalian keluargaku manis sekali.

Saya bersyukur sekali, Sekolah menengah pertama telah mengajarkan saya bayak hal 😀 apa itu kebersamaan, apa itu saling berbagi di antara setiap kesulitan, apa itu berusaha memperjuangkan impian.

Sungguh kalian manis sekali.

Kalian yang pernah mesra, yang pernah baik, dan simpati padaku
Tegaklah ke langit luas atau awan yang mendung
Kita tak pernah menanam apa-apa
Kita tak pernah kehilangan apa-apa
(-Gie- Selasa, 11 November 1969 )

Terimakasih untuk yang telah heboh jumpalitan menyanyikan satu buah lagu, untuk yang menarik-narik tanganku, untuk pelukan hangat, untuk doa-doa yang melangit. Terimakasih, semoga doa-doa itu terjabah. amiin