Perempuan-perempuan Mahabarata, kalau kita coba renungi dan pilih siapakah perempuan Mahabarata yang bahagia ? murni sekali mengalami kebahagiaan ? atau setidaknya tidak terlalu bermasalah ? Bagi saya tidak ada. Perempuan-perempuan mahabarata seakan-akan digariskan untuk hidup menderita. Bahkan Rukmini yang cantik itu, istri Khrisna saya rasa juga menderita rindu yang bertabuh terus menerus, tersebab kesibukan khrisna yang harus pergi kemana-mana.

Dimulai dari penderitaan Gandari

 

Gandhari yang harus menikah dengan seseorang pria buta, bahkan ia tidak diberikan kewenangan untuk berkata “tidak” atas pernikahan yang telah di atur ayahnya. Bagaimana bisa seseorag perempuan seperti Gandari yang sangat takut dengan kegelapan justru hidupnya di isi dengan kegelapan ? namun sebagai seorang perempuan Gandari tabah akan nasib yang memeluknya. Ya, Gandari seorang ibu yang katanya merasakan mati hingga seratus kali ketika anak-anaknya dibantai habis pada perang barthayuda.

Kedua, Amba.

 

 

 

Perempuan luar biasa yang berani berkata “tidak” dan memilih untuk memperjuangkan cintanya, meski yang ia cinta sudah mati di depan mata. Amba adalah sosok perempuan berani, sosok peremuan yang berani berteriak lantang pada sebuah tradisi yang selalu menempatkan perempuan untuk tunduk pada kekuatan. Bahwa perempuan berhak memilih jalan hidupnya.

 

Ketiga adaah Kunti, perempuan yang pernah membuang putranya dan menghanyutkannya di aliran sungai gangga. Ini adalah bentuk perlakuan buruk tetapi kalau kita mau coba pahami, rasa hormat dan tahta ayahnya lah yang membuat kunti membuang karna. Tapi itulah takdir, seakan-akan telah direncanakan semuanya. Selama hidupnya kunti menyaksikan anak-anaknya tidak bisa hidup tenang, anak-anaknya selalu menempuh ujian demi ujian begitupun dirinya.

Keempat, Drupadi . Pada kelahirannya yang tidak di inginkan, ayahnya berdoa bahwa ia akan menjadi perempuan yang menderita terus menerus. Maka terjadilah penderitaan itu bahkan sampai akhir hidupnya. Bagaimana ia dipermalukan dan selalu dikatakan sebagai seorang pelacur karena menikah dengan lima pandawa. Bagaimana ia harus menyaksikan perang besar dan kehilangan kelima putranya. Betapa hancurnya perasaan dia dan mencoba menerima ketika Arjuna menikah lagi. Hidupnya seakan-akan dipenuhi oleh tangisan.

Kelima, Subadra. Ya, istri kedua arjuna dalam kitab mahabarta ia adalah istri yang paling disayang arjuna. Kenapa bisa demikian ? padahal arjuna memiliki banyak istri ? yap, itulah sifat manusia yang sebenarnya tidak akan bisa adil. Drupadi saja lebih mencintai arjuna. Dan arjuna lebih mencintai subadra. Subadra harus menjalani belasan tahun tanpa arjuna di sampingnya, membesarkan abhimanyu seorang diri.

Tidak ada yang bahagia bukan ?