Kita mungkin harus melalui beberapa tahap untuk menjadi diri kita yang sekarang. Seperti halnya saya, tentu saja pernah merasa kehilangan semangat hidup. Pernah ingin mati saja, menenggak sebotol racun, atau menabrakan diri pada sebuah kereta yang melintas. Tapi cara-cara seperti itu tak dapat saya imani bahwa saya akan lekas mati. Bagaimana kalauu Tuhan menyelematkan, menjadikan kondisi hidup lebih parah dari sebelumnya ? Alih-alih tidak mau bunuh diri, saya pernah melewati waktu yang dibunuh rasa hampa yang mematikan.

 

Saya selalu sendirian, selalu mencintai kesendirian yang saya buat, orang-orang tidak mengenal saya secara utuh, mereka hanya mengenal potongan-potongan sikap saya.  orang tua saya dia mengenal saya karena saya satu rumah dan merupakan puterinya, tapi orang tua saya tidak mengenal saya ketika saya berada di luar rumah, bagaimana sikap saya pada orang-orang di luar. Begitupun orang luar tak tahu menahu saya di rumah seperti apa. Tidak ada yang mengenal saya sebaik Allah.

 

Malam ini hujan, turun deras sekali sejak sore. Tapi saya saat ini merasakan kedamaian yang tidak bisa saja jelaskan, apalagi saya bagi. Allah yang maha baik benar-benar memeluk saya, dia mencintai saya. Saya bahagia sekali dari hari ke hari, tapi tidak memiliki alasan yang kuat bahagia kenapa. Saya menulis ini tidak ada motif, apalagi bermaksud ingin dikatakan perempuan yang dekat dengan Tuhan, atau apapun. Tapi, sekalipun kalian berprasangka yang bukan-bukan sebenarnya saya tidak peduli. Allah yang tahu. .

 

Sekarang saya sudah tidak peduli lagi , orang-orang mau berkata apa, saya tidak bersikeras melawan seperti apa yang saya lakukan dulu, tidak sudah cukup. Saya mau hening saja, mau belajar mengisi hidup saya dengan cinta.

Allah, terimakasih sekali ya sudah mencintai saya. Semoga saya bisa terus hidup dengan cinta, matikan saya dari hari ke hari . . .

 

Kalian yang pernah mesra serta baik kepadaku

Tegaklah kelangit luas

Kita tak pernah menanamkan apa-apa

Kita tak pernah kehilangan apa-apa (1)

 

 

*Puisi, Mandalawangi Soe hok gie.