Sebelumnya saya meminta maaf sebesar-besarnya atas kekurangan saya dalam mendalami pengetahuan, sehinggah saya bisa dengan bodohnya membuat arikel yang berjudul ” Wahai Ukhti Masih maukah berhijab Modis ? ” Artikel yang kemudian saya rasa membuat kesalahah pahaman besar dan memicu seseorang merasa lebih baik dan memadang yang lain tidak baik.

Dalam perjalanan beragama , kita semua tentu ingin taat pada Sang Pencipta. Termasuk menutup aurat yang sdah tertulis jelas dalam al-Qur’an, tapi manusia dengan kemapuan terbatas mencoba menafsirkan apa yang tertulis di Al-Qur’an, saya mau jujur saya masih tak paham mengapa al-Qur’an di susun dengan cara acak. Tapi saya akan berusaha belajar mengkaji al-Qur’an sepanjang hayat.

Saya dulu begitu meyakii bahwa hijab modis itu tidak baik (bukan dosa) sebab berlebihan dan mengundang perhatian banyak orang. Tapi kalau saya pikir-pikir secara logika, pikiran pada dasarnya kembali lagi ke si “aku” bukankah setiap orang mempunyai latar belakang pemikiran yang berbeda ? yang bahaya itu “prasnagka” misal kita yang merasa telah berhijab syar’i merasa telah benar dan melihat yang modis dengan tatapan aneh , berprasngka bahwa mereka tak taat pada aturan Allah ?

Jilbab Syar’i ?

Adakah Jilbab Syar’i ? mengapa seolah-olah masalah syar’i hanya melekat pada perempuan ? mengapa tak ada sarung yang syar’i ? #lols mengapa tak ada peci yang syar’i ? Akhirnya saya mengimani bahwa ini adala salah satu stategi jualan. Dulu saya sempat berfikir , mengapa busana muslim dipakai orang kristen ? contoh baju koko bukankah itu dibilang akaian muslim ? lalu mengapa artis-artis beragama non islam di layar kaca memakainya ? mengapa teman saya yang  beragama kristen juga punya beberapa stel koko di lemarinya. Bukankah ini lucu ?

Marketing telah membuat delusi dari mulai pakaian , kalau ada pakaian muslim berarti ada juga pakaian kafir ? bukankah dalam Al-Qur’an sebaik-baiknya pakaian adalah pakian takwa ?

Masalah Jibab dan segala problemanya saya hanya mengimani dua hal untuk diri saya sendiri : Menutupi dada dan Tidak transparan.

Modis ?

Sebenarnya jilbab itu masalah kenyamanan, asma nadia selalu nyaman dengan model jlbab begitu, Oki yang model jilbabnya gitu, dan banyak lain-lain. Pemahaman dan selera seseorang bisa berubah seirung waktu.

Oh iya, gaya kerudung tertentu juga bukan milik agama tertentu , untuk mau melihat perbandingan jilbab di agama-agama dan jilbab Indonesia dari jaman dulu sampai sekarang silakan klik https://gayatriwedotami.wordpress.com/2013/03/06/tudungkepala/

Saya mau kita umat muslim berhenti memperdebatkan hal-hal yang tak layak di perdebatkan. Ya kayak jilbab syar’i dan modis 🙂

      

   

Saya terlihat berubah tetapi sebenarnya tak kemana-mana .  . . . . . . .