Saya menimbang-nimbang, apakah benar langkah saya ?

apakah ini hanya semata-mata keinginan sementara saja ? apa benar yang memilih ini adalah saya ?

 

Pada suatu sore, dalam hidup saya yang semakin asing. Laut yang abu, begitu sendu dipandang, saya dan kesatria duduk bersebelahan. Dengan pikiran yang saling melayang, saya tak ingat kapan. Waktu seperti melesat begitu dasyat. Saya bilang. saya akan hidup bersamanya. Dia setuju, kami lantas melempar pandangan ke laut yang abu.

 

Di motor, perasaan saya seperti terbang melayang. Memikirkan segala kemungkinan yang harus kami hadapi. Kesatria masih saja diam, saya tahu detak jantungnya juga jadi resah. Kepalanya pening. Selintas, lampu-lampu merkuri membiaskan cahaya yang ajaib

Advertisements