Sudah lama, aku tak melakukan monolog denganmu. Apa kau, secara tegas merindukanku ? Atau menganggapnya lumrah, aku seperti manusia kebanyakan yang pada satu titik jenuh lalu meninggalkan ?

Kau tahu, sayang. Aku tak pernah benar-benar meninggalkanmu. Aku hanya berada pada satu titik, dimana seluruh kepalaku dipenuhi cerita dan batinku sesak. Aku pensiun dini menjadi agen neptunus. Lalu, memutari candi juga seribu makam. Aku tak sanggup menulis segala yang memblender kepalaku dalam waktu yang kupikir singkat itu.

Tetapi, sayang. Sungguh, demi masa aku akan memulai kembali.

 

Disini, diblog ini bersamamu dan untukmu. . .

Advertisements