Search

Pengeja rasa

Perempuan gila yang melakukan perjalanan menemukan bentuk

Category

Merapal Harap.

Sebaris keinginan

 

Hujan di luar sana masih menguyur dengan deras, saat-saat seperti ini selalu saya suka, dimana suara gemericik hujan mampu membuat saya tenang dan saya menyukai itu, Saya tahu, tiada mahluk yang sempurna di dunia ini, termasuk diri saya ini. Tapi setiap manusia tentu menginginkan perubahan yang lebih baik dalam hidupnya.

Saya ingin sekali lebih lembut dalam bertutur kata, tidak meningikan suara ketika memanggil teman-teman saya yang jaraknya jauh, atau nada bicaranya tidak lebeih tinggi dari lawan saya bicara sekesal apapun saya pada pembicaraan mereka, seingin menyakinkan apapun saya pada mereka. Saya ingin sekali menjadi lembut ,

Saya ingin berubah..

Saya harus berubah..

 

Berdoa lah, wahai para Jomblo, berdoalah.. berdoalah..

 

Seorang Pembimbing akhwat  masjid saya mengatakan

“Kalau kamu mau mendapatkan calon suami yang sesuai dengan keinginan kamu, ya berdoa dari sekarang, malaupun masa depan kamu masih jauh “

Saya dan teman-teman wanita tersenyum manis,

Setelah pembicaraan itu, setiap hari saya berusaha untuk tidak pernah lupa meminta pada sang Maha Cinta , begini kira-kira doanya :

“ Ya Allah, berikanlah saya suami yang bisa mengajakku pada kebaikan dunia dan akhirat, suami yang hafalan al-Qur’an nya baik, suami yang pandai menulis dan suka mendaki gunung, suami yang rezeki dan tutur kata serta hatinya baik, “ aamiin

Ternyata doa tersebut menjadi perdebatan pada pagi ini dengan seorang karib saya,

“Itu mah maksa Tuhan , doa ko maksa ? “ begitu kira-kira tanggapannya.

Pagi-pagi sekali mendadak menjadi gemas,

Yuk kita lihat lagi definisi berdoa : Seperti dalam Al-Quran surah Al-Baqarah ayat 23 dibawah ini.

Artinya: “Dan berdo’alah kamu (mintalah bantuan) kepada orang-orang yang dapat membantumu.”

Maksud kata ber-“doa” (wad’u) dalam ayat ini, adalah “Istighatsah” (meminta bantuan, atau pertolongan). Yaitu mintalah bantuan atau pertolongan dari orang-orang yang mungkin dapat membantu dan memberikan pertolongan kepada kamu.

Ketiga, Doa dalam pengertian “permintaan” atau “permohonan.” Seperti dalam Al-Quran surah Al-Mu’minûn ayat 60 dibawah ini.

Artinya: “Mohonlah (mintalah) kamu kepada-Ku, pasti Aku perkenankan (permintaan) kamu itu.”

Berdoa= meminta,
Maka atas dasar uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa “doa” adalah ucapan permohonan atau permintaan  dan pujian kepada Allah SWT. dengan cara-cara tertentu disertai kerendahan hati untuk mendapatkan kemaslahatan dan kebaikan yang ada disisi-Nya. Atau dengan istilah Al-Tîbî seperti dikutip Hasbi Al-Shidiq “do’a” adalah “Melahirkan kehinaan dan kerendahan diri serta menyatakan kehajatan (kebutuhan) dan ketundukan kepada Allah Swt.”

Apa salahnya meminta ? apa yang menjadi keinginan kita, apa yang disebut doa memaksa ? saya tidak tahu definisi lebih jauhnya mengenai doa memaksa itu bagaimana, bukankah selama ini kita berdoa dengan bahasa seperti ini :

“ya , Allah berikanlah aku rezeki “

“Ya, Allah berikanlah aku kesehatan “

Apakah itu dikatakan tidak memaksa ? Perhatikan lagi kalimat doa-nya. Itu Memaksa.

Lalu apa bedanya dengan doa saya yang di atas, ? apa karena saya memilih apa yang saya mau maka terlihat memaksa  apakah saya memaksa Tuhan ?

Lalu coba cek kata-kata doa anda selama ini, cek lagi. Sama saja bukan, tidak ada bedanya,.Kita berdoa , kita meminta apa yang kita inginkan, apakah itu serupa bentuk paksaan ? apa defiisi pemaksaan itu ?

Saya kira insan yang cerdas tahu, apapun bentuk doa-nya, itu hanya sebentuk permintaan tulus kita kepada Tuhan, bukankah Tuhan maha mendengar ? lalu apakah Tuhan akan geram dengan doa-doa seperti itu ? lalu bagaimana firman Allah yang mengatakan :Dan berdo’alah kamu (mintalah bantuan) kepada orang-orang yang dapat membantumu.”

Saya pikir insan yang mau berfikir tahu, apapun doa yang dia inginkan, itu adalah kumpulan harapan-harapan kita, sebab bisa jadi doa dapat mengubah Takdir , takdir apadalah sesuatu yang belum terjadi. Bukankah Allah Maha Besar ? lantas kenapa kita ragu , meminta apa saja ?

Tugas kita hanya berusaha dan berdoa, masalah di kabulkan doa tersebut atau tidak itu urusan Allah, dalam ayat nya :

Ah, jadi panjang sekali pembahasan ini, kawan. Percayalah doamu selama ini memaksa, karena kau meminta, karena kau berprasangka baik pada Tuhan-mu bahwa , Tuhan akan mengabulkan doa hambanya.

Dan terakhir , insan yang cerdas tahu, apa yang dia lakukan ketika doa-doa tersebut belum dikabulkan atau bahakn tidak dikabulkan, tidak lantas mengutuk Tuhan.

Apa salahnya kawan berdoa dengan apa yang kita inginkan, bukanlah sepanjang doa kita, kita Memohon.
 satu hal yang bisa kita lakukan agar Allah memberi SESUATU YANG KITA INGINKAN, perbanyaklah berdo’a, karena do’a bisa mengubah takdir ( ini rahasia Allah ), karena do’a simbol bahwa kita pasrah, dan percaya sungguh begitu hebat segala sesuatu yang dikehendaki-Nya

Mungkin bagimu, jika memohon-nya terus menerus itu disebut MEMAKSA.

Entahlah, terserah kau, ini menurut definisi pemahamanku. Aku akan tetap berdoa seperti itu : memohon suami yang seperti itu dan memperbaiki diri.

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑